Ini Situsnya Danu

Bululawang Wet Edition

5 Comments

Yap kali ini gowes dilakukan di Bululawang (lagi) bersama Rangga dan Ambon, walaupun begitu karena sebelumnya terjadi hujan lebat maka tantangan gowes kali ini ada pada trk yang licin dan beberapa lokasi yang berlumpur.

Secara garis besar trek di Bululawang terdiri dari satu tanjakan menengah, satu tanjakan pendek, dan satu tanjakan panjang. Ada tanjakan tidak afdol dengan belum masuknya turunan, dari semua turunan di Bululawang termasuk memacu adrenalin walaupun lurus-lurus aja terutama jika dari atas tidak menarik rem sama sekali maka untuk pemula sangat disarankan untuk turun sambil menarik rem belakang pelan-pelan. Secara garis besar ada 3 turunan di Bululawang, yang pertama turunan curam yang langsung bertemu pertigaan jembatan dan pematang sawah, disini harus ekstra hati-hati salah sedikit bisa menabrak jembatan jika terlanjur cepat sepeda sebaiknya diarahkan ke jembatan. Turunan kedua adalah turunan curam dimana di akhir turunan terdapat sungai kalau tidak hati-hati hampir bisa dipastikan pasti langsung nyebur ke sungai. Turunan ketiga tidak terdapat halangan seperti dua turunan diatas namun turunan ini ekstrim dan panjang juga jalannya paling tidak rata daripada dua turunan sebelumnya.

Bagi saya untuk kondisi kering tanjakan dan turunan tersebut bukan masalah langsung dilibas tanpa terlalu banyak mikir cuman kalo sudah basah dan berlumpur lain lagi urusannya. Ban Bontrager Jonex XR jelas kelimpungan menghadapi trek ini, dari awal turunan langsung tarik rem (kecuali turunan pertama) dan ternyata tidak banyak membantu, ban belakang langsung skidding ga karu-karuan. Untungnya dari tiga turunan tidak terjadi kecelakaan baik saya maupun kedua rekan saya. Tanjakan ketiga dan terlama juga lumayan menguras tenaga karena ban yang terus menerus skidding.

Untuk gowes kali ini perjalanan dilanjutkan sampai Gor Ken Arok (di postingan sebelumnya sampai kedungkandang) menyusuri pinggiran sungai sambil sesekali melintasi jalan aspal.

Beruntung untuk gowes kali ini ada si Ambon hehehe jadinya bisa ikutan narsis secara kalo jalan-jalan sama anak-anak entah itu sepedaan atau apapun juga saya mesti kebagian jatah jepret-jepret.

untuk gambar-gambar langsung aja cekidot…..

Living People

4 Comments

Setelah sekian lama berkutat dengan komputer dan Sepeda sekarang saatnya kembali ke hobi yang sempat terbengkalai, yaitu jeprat jepret. Setelah mendapat pinjaman D40 dari Om Dheche maka dilaksanakanlah perburuan kehidupan manusia dengan “sebagian kecil” aktifitasnya, namun namanya juga rookie jadinyaa yaa terlihat biasa-biasa aja lah manusia-manusia tersebut dalam frame kamera “pinjaman” ku. Berhubung ada dorongan (yang saya anggap paksaan :D ) dari Om Taqi buat dipasang disini maka dengan “tidak” berat hati foto-foto yang lama tersimpan di harddisk nongol juga di postingan ini.

Langsung cekidot gan…

(Foto sudah diupdate – part I)

Dan gelang itu pun tidak pernah melingkar di tangannya

6 Comments

Terinspirasi dari seorang kawan, sebuah kisah nyata…

Cerita yang banyak beredar di TV entah itu Sinetron ataupun FTV sangat banyak ditemukan cerita dengan tema percintaan sampai-sampai kita sendiri bosan dengan cerita yang intinya itu-itu saja namun dengan model, konflik, latar belakang, dan pelaku yang beraneka ragam. Sekarang saya akan menambah satu lagi cerita yang membosankan ini namun ini bukan karangan fiksi namun benar-benar terjadi.

Alkisah terdapat seorang pemuda merantau untuk menuntut ilmu di salah satu kota besar di Pulau Jawa. Walaupun dengan kemampuan pas-pasan toh akhirnya pemuda ini masuk ke jurusan yang paling banyak peminatnya. Dengan keterbatasan ilmu pemuda ini bersusah payah mengikuti setiap materi yang diberikan di bangku pendidikan karena materi yang diberikan sangat jauh dari kemampuan otaknya. Selain kemampuan akademis yang pas-pasan pemuda ini termasuk golongan orang pemalu jika berhadapan dengan dunia baru terutama jika berurusan dengan mahluk yang dinamakan perempuan. Di lingkungan baru dengan kawan baru dan suasana baru berjalanlah roda kehidupan pemuda ini dalam mengarungi kerasnya kehidupan di kota orang ( kalo keluar negeri kan disebut “di negeri orang” )

Tahun kedua di masa pendidikannya pemuda ini mengikuti suatu kegiatan di jurusannya dimana kegiatan ini memungkinkan setiap orang untuk bertemu orang lain di lain jurusannya. Karena suatu keahlian yang dimiliki sang pemuda (dimana keahlian ini sangat jarang dimiliki orang lain) maka pemuda ini memberikan briefing kepada sekelompok panitia dan saat inilah cerita dimulai. Ketika memberikan Briefing mata pemuda tertuju pada seorang perempuan yang dengan serius memperhatikannya dan mengajukan pertanyaan setiap kali perempuan tersebut kurang bisa memahami paparan yang diberikan oleh sang pemuda. Usai sesi briefing sang pemuda berkenalan dengan perempuan tersebut yang pada akhirnya diketahui bernama Lala, selanjutnya Lala dan sang pemuda berbincang-bincang secara pribadi tentang segala sesuatu yang disampaikan pada briefing. Read the rest of this entry »

Deore 2010-RD-M592-SGS Shadow Review

1 Comment

productimagemediaimagescyclingproductsbikecomponentsrdrd-m592-sgs_600x450_v1_m56577569830677819_dot_jpgbm512384gif

Sebetulnya upgrade RD Deore 2010 ini lebih dikarenakan terpaksa karena RD lawas (Accera) dipatahin sama teman pas Drop off di daerah Dau, Selorejo. Karena kudu beli RD lagi akhirnya kepikiran buat sekalian upgrade ke LX nah pas di toko sepeda keliatan si Deore 2010 ini setelah cari referensi dan bertanya kepada beberapa ahli (dan dikomporin juga) dipilihkan si Deore walaupun dengan harga 100 ribu lebih mahal…. ini sedikit reviewnya

Harga : 4/5

Sebetulnya harga termasuk murah untuk sebuah RD dengan tipe shadow daripada kita harus membeli SLX atau XT namun bagi saya yang notebene masih anak kuliahan harga 350ribu cukup menguras kantong untuk sebuah RD

Penampilan 5/5

mantap lahh penampilan udah persis sama XT. Dah ga kaya RD ku yang dulu-dulu.

Performa 5/5

Very good tidak ada lagi acara loncat-loncat rantai diantara gigi belakang. Dibuat jumping juga oke, pas mendarat rantai tetap duduk manis pada posisinya

Kualitas 4/5

Kalo dilihat dari bahannya udah bagus udah pake aluminium dan besi semua dan pernya kelihatannya lebih kuat daripada si LX (dan lebih besar)

Kesimpulan

Recommended buat teman-teman yang pengen ngerasain sebuah RD rasa Shadow namun dengan harga miring.

Ready, Camera, Action

2 Comments

Bareng teman-teman Bike to Work Malang menyusuri perkemahan Bedengan di Selorejo Dau pas sampe di perkemahan bikin jepretan pas kita-kita lagi beraksi……….. langsung Cekidottt

My Bike, My Ride….

5 Comments

dsc00406Udah lama ga upload foto-foto sepedaku, setelah beberapa kali “operasi” akhirnya sampailah pada bentuk yang mendekati ideal walaupun masih ada beberapa kekurangan di sana sini namun sudah sangat mendukung kebutuhan akan Bike To Work dan ber Cross Country ria…. (Foto update nyusul)

berbagai macam medan sudah dilalui, uphill, downill, medan berlumpur, berbatu, dan aspal namun ada sedikit masalah ketika melakukan downhill, gara-gara ganti frame hardtail yang lebih enteng medan yang tadinya dilibas dengan mulus Ketika menggunakan si Tango kini harus dilalui dengan berjatuh-jatuh an dan tentunya dikasih bonus luka http://emo.huhiho.com

ini nih speknya :

  • Frame Dominate Warna Putih 16″
  • Crank Suntour (murahan banget yahh – hope someday I can buy the Hollowtech Technology) Crank Shimano Dual Sis ukuran kecil (ga tau ukuran berapa) dengan BB Hollowtech
  • Handle Bar ga tau merk apa
  • Stem Zoom
  • Fork RST Capa T6 Travelling 80mm
  • Shifter Accera 8 Speed
  • Hub-Freehub Shimano FH-M475
  • Rantai ngerampok dari Polygon Tango
  • Wheel Araya TM 840F 26″
  • Ban depan Delli Tire Ex Xtrada
  • Ban belakang Bontrager Jones XR Ukuran 220
  • Front Derailleure Shimano Altus
  • Rear Derailleure Shimano Accera Deore Shadow 2010
  • Gear Cassete Megarange 8 Speed
  • Sadel Polygon (lagi menuju status “rusak”)
  • Seat Post Kalloy

dan ini tampilannya

Jangan pernah bersepeda tanpa safety yang memadai

4 Comments

yaaa kalimat itulah yang sering berdengung di kepalaku karena kejadian Jumat Pagi jam 1 kemaren.

Pulang dari kantor jam 1 pagi saat kepala dipenuhi oleh rumus statistika dasar (karena jam 7.30 kudu ujian) naik Dominate kesayangan, udah cepet-cepet pengen pulang buat ngerasain enaknya kasur di kontrakan. pas di jalan kembar di kampus yang gelap tiba-tiba dari jarak satu meter keliatan portal temporer yang dibikin sama satpam kampus. Alhasil secara refleks kedua tangan langsung tarik rem dengan kuat dan saya tepelanting dengan baik dan benar, sialnya pas ga pake peralatan safety.. ga ada helm ga pake gloves jadinya tangan kiri dan kanan pada luka semua dan badan rasanya remuk.

Yang bikin geregetan kenapa portalnya dipasang di tempat yang gelap sehingga dari jauh ga kelihatan udah gitu satpamnya cuman ngeliatin aja dari jauh ga nolongin, hiks…. setelah kejadian itu sekarang kemana-mana kudu pake helm dan gloves karena rasa sakitnya masih terasa sampe postingan ini ditulis…

Sistem Direktori Linux dan Model Partisi

4 Comments

Tutorial ini disediakan bagi para pengguna komputer yang melakukan migrasi sistem operasi, khususnya (mantan) pengguna windows yang melakukan migrasi ke komputer berbasis Linux.

Linux adalah sistem operasi Unix Like dimana pengertian dari Unix Like adalah Linux merupakan sistem operasi yang bukan merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai Unix. Linux dibuat oleh Linus Benedicts Torvald yang merupakan hasil utak atik beliau atas kernel Minix. Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan. Unix sendiri adalah sebuah sistem operasi yang telah lama ada (bahkan sebelum kemunculan sistem operasi buatan Microsoft) dan saat ini kebanyakan berjalan pada komputer server dan komputer besar lainnya (selain komputer personal). Sistem Operasi Unix dibuat spesifik untuk jenis mesin tertentu, berbeda dengan Linux yang keberadaannya ditujukan untuk sistem arsitektur x86 yang banyak beradar di pasaran perbedaan mendasar linux dengan sistem operasi lainnya adalah sifatnya yang OpenSource.

Salah satu bentuk dari Unix yang ditiru oleh Linux adalah sistem direktori dimana sistem direktori ini berbeda dengan yang dianut oleh keluarga Windows seperti diagram dibawah ini.

diagram_direktori_linux

Keterangan

/ : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

Read the rest of this entry »

Know Your Enemy — brand new single Greenday..

1 Comment

Greenday New Single in brand new album  21st century breakdown… AWESOME…

stylenya sih sama kaya lagu2 yang dulu… cuman mending lah daripada band2 baru yang ga jelas

ini video klipnya

ini versi konsernya

Membuat DNS Server pada jaringan lokal

8 Comments

Untuk memberikan nama domain pada suatu mesin/server maka dibutuhkanlah DNS Server. DNS server berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP sebuah server menjadi nama domain. Seperti contoh http://danubudi.web.id mempunyai IP : 66.197.178.245 atau www.friendster.com mempunyai alamat IP (pada salah satu servernya) : 209.11.168.112 (karena Friendster mempunyai 6 server), jadi secara mudahnya ketika seseorang mengakses/merequest situs http://danubudi.web.id oleh DNS request tersebut akan diarahkan ke server yang memiliki IP : 66.197.178.245.

Pada percobaan kali ini dilakukan pada mesin OpenSuse 11 pada jaringan lokal. kebanyakan sistem operasi Linux sebagian besar distro sudah memiliki Bind yang merupakan software DNS Server.

Langkah Pertama
melakukan installasi DNS Server (jika sudah ada pada mesin anda maka tahapan ini langsung dilewati)

Langkah Kedua
melakukan seting pada konfigurasi DNS
lokasi file : /etc/named.conf

# is the definition of the root name servers. The second one defines
# localhost while the third defines the reverse lookup for localhost.

zone “.” in {
type hint;
file “root.hint”;
};

zone “localhost” in {
type master;
file “localhost.zone”;
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” in {
type master;
file “127.0.0.zone”;
};

# Include the meta include file generated by createNamedConfInclude. This
# includes all files as configured in NAMED_CONF_INCLUDE_FILES from
# /etc/sysconfig/named
zone “jaringanlokal.net” {
type master;
file “/var/lib/named/db.jaringanlokal.net”;
};
zone “0.0.10.in-addr.arpa” {        ——-> 3 byte pertama dari ip server dibalik
type master;
file “/var/lib/named/db.10.0.0″;
};

nb: yang berwarna biru adalah konfigurasi yang kita masukkan pada file tersebut yang mendefinisikan domain yang kita buat

Read the rest of this entry »

Compression Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Underbed Storage.