Berawal dari ngobrol ringan tentang lokasi landscape yang menarik di daerah Malang yang bisa ditempuh dengan mudah tiba-tiba teman saya yang bernama Dani mengusulkan jembatan yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya di daerah bululawang. Gayung pun bersambut, bareng beberapa rekan se jurusan kami pun menyatroni lokasi pada sore hari.

Jembatan ini menurut teman saya merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda. Sesuatu unik dari jembatan ini adalah ternyata fungsinya sebagai jembatan aliran sungai buatan bukan sebagai jembatan yang memang khusus dibangun untuk manusia. di sisi kiri dan kanan jemban ini disediakan jalan setapak yang bisa dilalui manusia namun hanya satu sisi yang diberi pegangan jadi kalau mau nyeberang di sisi satunya yaaa sama dengan adu nyali hehehe… walaupun sudah diberi pegangan namun karena memang jalannya setapak pengguna jembatan ini kudu hati-hati dalam berjalan, namun lebih gilanya lagi ternyata warga lokal bisa mengemudikan sepeda di jalan yang sempit ini :D

Fakta unik selanjutnya adalah ketika saya turun dan melihat bangunan dari bawah ternyata penyangga atau mungkin lebih tepatnya disebut pondasi (sekali lagi kalau tidak salah, saya bukan ahli bangunan) bangunan ini dibangun menggunakan Batu Bata bukan menggunakan Batu Kali seperti lazimnya bangunan yang memang dirancang untuk jangka waktu yang lama.

Lokasi jembatan ini sendiri berada sekitar 200 meter sebelah Tenggara (kalau ga salah) dari Masjid Sabilit Taqwa Bululawang yang berwarna hijau.

August 16th, 2010

Ngopi di Heiss Coffe

4 Comments, Daily Journal, Hobi, by danu.

ngopi adalah salah satu aktifitas favorit saya namun ngopi saya disini jangan disamakan dengan kegiatan ngopi di tempat nongkrong karena saya pecinta ngopi dalam arti sesungguhnya bukan nongkrong menghabiskan waktu di pinggir jalan, jadi kalo ada ajakan ngopi saya pastikan dulu itu ngopi apa sekedar nongkrong. Kalo nongkrong dengan suguhan kopi instan ya lebih banyak saya tolak karena mending bikin sendiri kecuali kalo nongkrong dengan suguhan kopi racikan nahh itu saya berangkat karena memang saya suka kopi

Di daerah Sukarno Hatta, Kota Malang lebih tepatnya sebelah barat bundaran Pesawat terdapat lokasi tempat ngopi yang asyik. Racikan kopinya mantap dengan harga bersahabat. Mulai dari kopi original sampai yang diberi topping cream, mint, choco chip, dan Strawbery. Konsepnya lesehan dengan suasanya romantis dan nyaman, dengan beberapa bunga (imitasi) di kiri kanan, dan iringan musik Ballroom yang mendayu. Jam buka mulai pukul 6.30 PM sampai jam 1 AM

Salah satu hal yang saya suka dari tempat ini adalah profesionalitas dari para kru nya. Pernah suatu hari dengan tidak sadar kopi saya diambil oleh salah satu krunya, mungkin dikira sudah habis dan kemudian saya pesan kopi lagi sambil bilang kalo kopi saya sudah diangkat ehh tidak disangka kopi yang tadi dikasih gratis hehehe, padahal saya sendiri sih udah ikhlas.

Salah satu kekurangan dari tempat ini adalah menu makanannya hanya roti bakar sehingga bagi teman-teman yang ingin camilan yang lain siap-siap gigit jadi karena memang tidak tersedia di tempat ini

August 6th, 2010

Maen DOF dengan obyek Nikon D60

Comments Off, Hobi, by danu.

Ada Kamera nganggur langsung deh dijadikan bahan Maenan :D

Data Teknis :

  • Nikon D5000
  • F-Stop : 5.3
  • Exp Time (Shutter Speed) : 1/4 sec
  • ISO : 200
  • Exp bias : 0
  • Focal Length : 62 mm
  • Exp Program  : manual
  • Saturation : normal
  • Sharpness : hard
  • White Balance : manual

Resize gambar dan Auto Level menggunakan GIMP


Copyright © 2008
This feed is for personal, non-commercial use only.
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
)

July 30th, 2010

Coban Rondo

Comments Off, Daily Journal, by danu.

Coban Rondo adalah sebuah lokasi Wisata Alam Air Terjun di daerah Pujon Kabupaten Malang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 1/2 jam dari Kota Malang. Selain air terjun sebagai lokasi wisata utama disini juga disediakan lokasi untuk kemah dan fasilitas outbond. Kelebihan lokasi wisata ini adalah aksesnya yang relatif mudah, lokasi air terjun dengan tempat parkir sangat dekat dan banyak penjual makanan dan souvenir disana. Dekat lokasi Air terjun juga terdapat kawanan kera yang berkeliaran.

Proses Geomorfologis terjadinya Air Terjun Coban Rondo

Air terjun Coban Rondo berasal dari air hujan yang ditampung oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Coban Rondo yang berada di leren Gunung Kawi. Luas DAS Coban Rondo diperkirakan 1252,6Ha, dan curah hujannya sekitar 1.721 mm/tahun, sehingga diperkirakan DAS Coban Rondo menampung sekitar 21,6 milyar liter air hujan per tahun dan dialirkan melalui sungai Coban Rondo dengan debit terendah sekitar 150 liter/detik.

Fluktuasi debit air terjun Coban Rondo sangat tergantung pada curah hujan dan kondisi vegetasi / hutan didalam DAS Coban Rondo. Apabila hutannya gundul, maka pada saat musim hujan debitnya sangat tinggi dan airnya coklat (erosi), sedangkan pada musing kering airnya sedikit.

Karena kecuramannya, sifat tanahnya mudah erosi dan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya tanah longsong pada bagian yang lemah.

Legenda Coban Rondo

Asal-usul Coban Rondo berasal dari sepasang pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro, namun orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena baru selapan. Keduanya bersikeras pergi berangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi di perjalanan. Ketika di perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Perkelahian tidak dapat dihindarkan, kepada Punokawan yang menyertainya Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang ada Cobannya (air terjun). Perkelahian berlangsung seru dan akhirnya sama-sama gugur, dengan demikian akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda (Janda dalam bahasa Jawa berarti Rondo).

Sejak saat itulah, Coban tempat tinggal Dewi Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan nama Coban Rondo.

Konon batu besar dibawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.


Copyright © 2008
This feed is for personal, non-commercial use only.
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
)

July 26th, 2010

Sedikit Tips Night Shoot

Comments Off, Daily Journal, Hobi, by danu.

Pernahkah kita melihat sebuah foto jalan raya dimana ada berkas cahaya yang nampak namun kendaraannya tidak nampak..? kalo belum pernah lihat foto diatas saja deh… ;)

ada beberapa trik agar bisa menjepret gambar seperti diatas yaitu :

    • Kamera tentunya yang bisa mengatur Shutter Speed dan bukaan Diafragma ( F ) secara manual.
    • Tripod agar kamera bisa steady dengan baik atau jika tidak ada bisa menggunakan dudukan yang ada.
    • Jika lensa menggunakan filter UV atau CPL (Filter Polarisasi) disarankan untuk dilepas karena bisa menghasilkan titik-titik yang tidak diinginkan pada gambar.
    • ISO diset di angka 200 agar noise gambar kecil.
    • Set bukaan diafragma ( F ) pada angka antara 18-22.
    • Shutter Speed bisa diset antara 5 sampai 10 detik  bisa juga lebih lama lagi.
    • Jangan menggunakan flash kecuali jika flash diatur menjadi Rear Sync Flash.
    • Masalah White Balance bisa diatur sesuka hati sesuai selera dan eksperimen.

      Mengambil gambar Night Shoot memang menarik namun dianjurkan untuk tidak melakukan Long Shutter (Shutter Speed diset diatas 5 detik) terlalu sering, karena sayang dengan lensa dan sensor pada kamera.

      Selamat Mencoba :)


      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )

      July 21st, 2010

      Membuat watermark pada GIMP

      Comments Off, Hobi, by danu.

      Siapa bilang GIMP (GNU Image Manipulation Program) yang notabene barang OpenSource dan gratis ga bisa diandalkan toh buktinya saya fine-fine aja pake program ini. Dibawah ini adalah tutorial dalam membuat watermark pada gimp yang sumber aslinya ada di sini dengan menggunakan fitur Xach-Effect pada GIMP dengan sedikit tunning tentunya

      gambar sebelum watermark

      gambar setelah watermark

      Langkah Pertama

      tentu saja buka gambar dengan program yang bernama GIMP lalu pilih Text Tool dan tuliskan watermark yang akan dimasukkan ke gambar

      Langkah Kedua

      Pilih layer Text dan selanjutnya pilih Xach-effect yang terletak pada Filters -> Light and Shadow -> Xach Effect dengan setingan seperti gambar dibawah ini lalu klik OK. Selanjutnya Xach-Effect akan membuat dua layer tambahan yaitu Higlight dan Shadow

      Langkah Ketiga

      Turunkan nilai Opacity Layer pada layer text sehingga menjadi 0% dan Layer Higlight menjadi 60%

      Dann whoaaaa…. jadi deh gambar yang telah di watermark :)

      selamat mencoba… :)

      Referensi

      http://fence-post.deviantart.com/art/Simple-Watermarking-in-GIMP-52987829


      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )

      Judulnya koq keliatan lebay yahh.. kalo photo session kan harusnya ada modelnya lha ini ga ada cuman foto sisi-sisi Pelabuhan saja. Langsung saja deh, Pelabuhan Tanjung Tembaga sudah sejak lama berdiri sejak jaman dahulu (setidaknya ketika saya lahir sudah ada pelabuhan ini) secara Administratif berada di wilayah Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Terletak sekitar 2 KM arah utara dari pusat kota, karena letanya berada di pulau Jawa bagian utara maka Pelabuhan ini masuk dalam jalur Pantai Utara.

      Pelabuhan ini merupakan tempat yang sangat strategis karena langsung berhadapan dengan laut Madura makanya tempat ini sering dijadikan lokasi bongkar muat kayu untuk selanjutnya diolah di Pabrik PAI yang lokasinya juga berada di sekitar Pelabuhan. Masyarakat sekitar menjadikan pelabuhan ini sebagai tempat mencari rezeki karena pekerjaan sehari-hari masyarakat sekitar adalah sebagai Nelayan.

      Di sisi timur pelabuhan ini dibangun sebuah TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pelabuhan baru dengan fasilitas yang lebih baik dan lebih luas. Sisi timur juga sering digunakan masyarakat untuk menikmati pagi dan Sunrise, selain itu sering juga dijadikan sebagai lokasi pacaran hehehe…

      tambahan foto – foto Sunrise dari Sisi Timur

      Yang ini gambar sepedaku dan sepeda adek yang mengantarkan kami ke Pelabuhan ^_^


      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )

      June 14th, 2010

      Eksotisme Bromo

      Comments Off, Daily Journal, Hobi, by danu.


      Berawal dari ajakan Mas Taqi akhirnya sabtu tanggal 5 Juni 2010 kami melakukan perjalanan ke Bromo bersama satu rekan Mas Taqi dari Gresik yang bernama mas Adi. Segala peralatan dipersiapkan mulai dari Jaket, sepatu, penutup kepala, sarung tangan, dan tidak lupa Kamera dan Tripod, karena emang tujuaannya adalah hunting gambar. Jadilah kami bertiga berangkat sekitar pukul dua siang melalui jalur Nongkojajar. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan menarik masyarakat sekitar. Para pembawa susu yang mengumpulkan ke KUD pada sora hari, hamparan Terasiring, dan sungai cukup menggoda kami untuk berhenti sejenak untuk sekedar mengambil gambar namun sayang hujan deras membuat kami untuk mengurungkan niat. Sore hari kami sampai di Terminal di dekat Pos Masuk Wilayah Bromo. Setelah memesan tempat menginap kami beristirahat untuk memulihkan tenaga menyongsong perburuan gambar eksotis Gunung Bromo.. (halah bahasaku).

      Gunung Bromo sendiri adalah sebuah Gunung aktif dengan caldera yang besar. Masuk wilayah Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS), wilayah ini sendiri diapit oleh empat Kota/Kabupaten yaitu Probolinggo, Semeru, Lumajang, Malang. Kantor perwakilan TNBTS sendiri berada di Kota Malang, saya sendiri heran kenapa kantor perwakilan ini ada di Kota Malang dimana kota ini posisinya paling jauh dengan kawasan TNBTS itu sendiri. Lokasi Favorit bagi pemburu foto dan wisatawan lain adalah melihat Sunrise di kawasan Gunung Penanjakan. Harus diakui pemandangan dari tempat ini memang sangat memukau, maka dari itu tidak jarang para pemburu gambar (termasuk saya dan mas Taqi) berlomba mencari Spot yang bagus untuk mengambil gambar.

      Puas di Gunung Penanjakan perjalanan diteruskan turun ke lautan pasir dan kita bisa naek ke gunung bromo dengan berjalan kaki maupun naek kuda. Lokasi parkir kendaraan dari gunung bromo cukup jauh. bagi saya yang waktu itu membawa peralatan jepret2 (kamera+lensa tambahan+tripod+laptop) cukup melelahkan namun itu bukan suatu masalah, kalau naek kuda biayanya antara 10-20 ribu… bisa maen tawar menawar… saran untuk kuda jangan menawar di pos pemberangkatan kuda mending jalan dulu nanti di perjalana pasti ada pembawa kuda yang nawarin dan silahkan tawar menawar disana… untuk naek ke bromo kudu naek tangga dan tentunya kuda ga bisa naek kesana.


      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )

      June 7th, 2010

      Rumah Baca Cerdas

      Comments Off, Daily Journal, by danu.

      Rumah Baca Cerdas atau yang lebih sering disebut RBC merupakan salah tempat yang relatif baru (atau lebih tepatnya tempat yang baru aku ketahui) di Daerah Malang. Terletak di dekat gerbang masuk Perumahan Elit Permata Jingga. Bangunannya terdiri dari dua lantai, lantai satu terdiri dari Bar untuk memesan minuman dan makanan, Sofa, meja, tempat lesehan, Proyektor Multimedi beserta layarnya, toilet, dan ruang manajemen, sedangkan lantai 2 berisi rak-rak yang penuh dengan buku bacaan beserta meja dan kursinya dan ruang Shalat.

      Harus diakui ide dari pembuatan RBC ini adalah ide yang cerdas dimana tempatnya sangat cozy… baik untuk masyarakat yang ingin sekedar berleha-leha, kongkow bersama teman, sampai belajar ataupun berinternet ria karena ditempat ini juga disediakan koneksi internet secara gratis. Sangat jarang kebutuhan lingkungan yang tenang untuk belajar bisa diakomodasi sama baiknya dengan kebutuhan bersantai ria bersama rekan dalam satu lokasi bahkan dalam satu ruangan.


      Ornamen tempat ini memang dibuat bernuansa keilmuan dengan balutan suasana santai. Di sana sini terdapat tempelan dinding berisi sejarah yang rata-rata berkaitan dengan ilmu percetakan dan buku. Menu yang disajikan juga cukup menarik terutama minuman dan snacknya, walaupun dengan harga yang relatif agak mahal namun sepadan dengan yang disajikan. Menu favorit saya sendiri adalah olahan kopi yang dengan harga sekitar 5000-7000 rasanya sudah hampir mendekati (walaupun ga dekat-dekat banget sih)rasa kopi yang biasa dijual di resto kopi seperti Kedai Espresso dengan harga yang jauh lebih mahal

      Jadi bagi rekan yang menginginkan situasi belajar yang nyaman dan tenang dengan nuansa yang mengasyikan, atau bersantai bersama teman (sendirian juga boleh) maupun sambil berinternet ria tempat ini bisa menjadi pilihan yang tepat.


      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )

      May 20th, 2010

      Membuat firewall di FreeBSD menggunakan IPFW

      Comments Off, linux/unix, by danu.
      Sudah lama ga update blog sore ini kayae waktu yang tepat sambil menunggu waktu presentasi ke atasan, maka dari itu saya akan menulis sebuah tutorial membuat firewall pada mesin FreeBSD.
      Firewall yang digunakan adalah IPFW, jangan tanya kenapa koq pake firewall ini karena emang lagi pengen pasang aja ga ada alasan tertentu hehehe. Firewall ini biasanya sudah terpasang pada saat kita melakukan installasi FreeBSD
      Step ini adalah opsional namun jika menambahkan fungsi NAT maka dilakukanlah compile kernel. Sebagai catatan editor yang digunakan adalah ee (easy-editor)
      Pastikan IPFW belum dicompile pada kernel
      # ipfw list
      jika didapatkan error maka kita harus melakukan kompilasi kernel
      ipfw: getsockopt(IP_FW_GET): Protocol not available
      Berpindah ke lokasi kernel dan copy kernel asli freebsd
      # cd /usr/src/sys/1386/conf
      # cp GENERIC IPFWKERNEL
      tambahkan support IPFW
      # ee IPFWKERNEL
      tambahkan line berikut ini pada kernel diatas

      options IPFIREWALL # dibutuhkan untuk IPFW
      options IPFIREWALL_VERBOSE # optional; logging
      options IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=10 # optional; don’t get too many log entries
      options IPDIVERT # dibutuhkan untuk NAT

      tutup dan simpan perubahan pada file. Selanjutnya adalah build kernel baru
      # cd /usr/src
      # make buildkernel KERNCONF=IPFWKERNEL
      Install kernel baru
      # make installkernel KERNCONF=IPFWKERNEL
      selanjutnya reboot mesin anda
      # reboot
      ENABLE IPFW pada saat boot mesin

      masuk ke /etc/rc.conf
      # ee /etc/rc.conf
      masukkan line dibawah ini
      firewall_enable=”YES”
      firewall_script=”/usr/local/etc/ipfw.rules”
      tutup dan simpan file tersebut

      Menulis Rule pada script Firewall
      masuk ke script ipfw.rules
      # ee /usr/local/etc/ipfw.rules
      masukkan line dibawah ini
      IPF=”ipfw -q add”
      ipfw -q -f flush
      #loopback
      $IPF 10 allow all from any to any via lo0
      $IPF 20 deny all from any to 127.0.0.0/8
      $IPF 30 deny all from 127.0.0.0/8 to any
      $IPF 40 deny tcp from any to any frag
      # statefull
      $IPF 50 check-state
      $IPF 60 allow tcp from any to any established
      $IPF 70 allow all from any to any out keep-state
      $IPF 80 allow icmp from any to any
      # open port ftp (20,21), ssh (22), mail (25) http (8118), dns (53)
      $IPF 110 allow tcp from any to any 21 in
      $IPF 120 allow tcp from any to any 21 out
      $IPF 130 allow tcp from any to any 22 in
      $IPF 140 allow tcp from any to any 22 out
      $IPF 150 allow tcp from any to any 25 in
      $IPF 160 allow tcp from any to any 25 out
      $IPF 170 allow udp from any to any 53 in
      $IPF 175 allow tcp from any to any 53 in
      $IPF 180 allow udp from any to any 53 out
      $IPF 185 allow tcp from any to any 53 out
      $IPF 200 allow tcp from any to any 80 in
      $IPF 210 allow tcp from any to any 80 out
      # deny and log everything
      $IPF 500 deny log all from any to any
      tutup dan simpan perubahan
      # sh /usr/local/etc/ipfw.rules
      selanjutnya ketikkan command dibawah ini
      #ipfw list
      perhatikan apa yang muncul… :)
      IPFW sudah siap digunakan

      Copyright © 2008
      This feed is for personal, non-commercial use only.
      The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
      )