Sebetulnya postingan ini sangat klise tapi ga apa2 lah toh cuma sekedar buat dibaca2 sambil baca kopi, dengerin MP3, dan nyamil2.
Seperti kita tahu banyak sekali user komputer yang emoh (ga mau sampai sumpah2) sama sistem operasi Linux alasan mereka bermacam-macam mulai dari ga bisa, hardware ga support, aplikasi yang ga ada, sampai alasan ga penting semacam barang yang mbayar pasti lebih bagus daripada yang gratisan (oke kita ga ngomongin Linux dari segi harga, karene itu bukan tujuan dari gerakan OpenSource) padahal sudah sangat2 terbukti gimana stabilnya OS Linux berbagai macam distro telah tersedia dengan berbagai macam aplikasi pendukung dimana user tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan seperti Desktop : Ubuntu, OpenSuse, Mandriva; Server : Fedora, Centos, Slackware, Debian walaupun tidak menutup kemungkinan Ubuntu dijadikan server dan Slackware dijadikan Desktop.
Aplikasinya dah lengkap banget mau ketik2an ada OpenOffice; WebServer ada Apache,tomcat; SQL Server : Postgresql, MySQL, dll; .NET ada Mono; GUI Designer ada Monodevelop,QT DEsigner,Glade, dan banyak aplikasi ribuan lainnya bahkan ada distro yang frameworknya kaya OSX (OSnya Macintosh) serasa ngerasain Machintosh jadi sangat mengherankan kalau masih ada alasan untuk ga mau mencoba Sistem Operasi linux dalam (setidaknya) sehari aja.
Urusan game dah banyak solusinya dengan menggunakan Wine seperti contoh Call Of Duty 2, Age Of Empire dah running well bahkan game populer macam Quake ada versi Linuxnya (belum nyoba) aplikasi windows seperti Photoshop CS, Macromedia Flash dah bisa jalan dengan baik di Linux seperti layaknya berjalan secara native pada Sistem Operasi Windows (tapi harus diwaspadai apakah kita menggunakan aplikasi under Windows yang legal dalam artian bukan bajakan soalnya kalau bajakan sama juga bohong Sistem Operasinya nya aja yang LINUX legal tapi dalamnya bajakan
) dan seperti banyak dibahas di berbagai media, Hollywood dan film2 box office yang notabene penghasil spesial efek jempolan telah menggunakan aplikasi dan Sistem Operasi Open Source dalam memproduksi filmnya.
Pernah suatu ketika di NOC jurusan tempat saya “mengabdi” Bu Sekjur menggunakan salah satu komputer client di ruang tersebut (seluruh client dan server menggunakan Centos) dan beliau ga tau kalo yang bersangkutan lagi pake Linux dan beliau fine2 aja tuh terus sama salah satu dosen saya (dan ketua Lab Jurusan) bilang kalo komputer yang dipake itu Linux beliau langsung kaget (kaya orang baru liat hantu) dan setelah beliau tenang saya bertanya “emang susah bu pake Linux? ” dia bilang “mmm koq biasa aja yaa tapi ga deh pake Windows aja”. Lain lagi cerita di Lab suatu hari sama teman seperjuangan lima komputer di Lab dijalankan pake Linux dan anak2 dari Program Studi laen ga ada masalah tuh.. mereka fine2 aja sama kerjaan mereka…
Dari dua cerita pada paragraf diatas saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan orang masih takut sama nama LINUX padahal ketika mereka memakai mereka hanya butuh penyesuaian beberapa menit saja dan bisa melakukan pekerjaan mereka tanpa hambatan yang berarti, dengan catatan mereka tidak menyadari bahwa komputer yang digunakan menggunakan Linux…
Atau ada kesimpulan laen..?? monggo dipersilahkan