Ini Situsnya Danu

Archive for the ‘Teknologi Informasi’ Category

Menginstall Webmin di FreeBSD

1 Comment

Webmin adalah Web-based interface untuk administrasi sistem (System Administration) di Unix termasuk di FreeBSD. Menggunakan browser yang mendukung tabel dan forms, kita bisa mengatur user accounts, Apache, Firewall, dan lain sebagainya. Webmin terdiri dari sebuah web server sederhana dan beberapa program CGI yang secara langsung mengupdate file sistem seperti /etc/inetd.conf.

Webmin membutuhkan PERL maka pastikan PERL terinstall di mesin FreeBSD anda..

INSTALASI WEBMIN

update paket program

#Portsnap Fetch Update

Install Webmin dari ports

# cd /usr/ports/sysutils/webmin
# make install clean

KONFIGURASI WEBMIN

Setelah Webmin terinstall maka sekarang konfigurasi….  pastikan webmin berjalan pada saat booting

# ee /etc/rc.conf

tambahkan baris berikut

webmin_enable=”YES”

simpan dan tutup file tersebut. Seanjutnya kita menjalankan /usr/local/lib/webmin/setup.sh untuk melakukan setup pada konfigurasi selanjutnya, ketik :

#/usr/local/lib/webmin/setup.sh

akan muncul

Read the rest of this entry »

Install Program di FreeBSD menggunakan Ports

1 Comment

Gara-gara terpaksa bikin proxy server di PPE dan pak Arif mintanya pake FreeBSD ya udah lah (terpaksa) nyanggupin dan belajar FreeBSD. Salah satu fitur yang terdapat di FreeBSD adalah install program-program tambahan menggunakan Port. Kalo di Linux sama dengan menggunakan repository. Sebetulnya tutorial ini sudah dangat umum ditulis di internet cuman yaa sebagai tambah2an posting di blog dan dokumentasi pribadi saya tulis aja deh hehehe.

FreeBSD sendiri memiliki koleksi program yang lengkap di /usr/ports namun program-program ini masih mentah dan belum terinstall di mesin. Koleksi ini bisa terus diupdate untuk mendapatkan versi terbaru dan agar keamanan lebih terjaga. Cara ini mengharuskan kita memiliki koneksi internet

Cara melakukan Update

# portsnap fetch update

Mencari paket yang akan diinstall

# whereis apache20
apache20: /usr/ports/www/apache20

Hasil dari pencarian menunjukkan bahwa lokasi webserver apache seri 2.0 berada pada direktori /usr/ports/www/apache20
Menginstall Program

untuk melakukan installasi langkah pertama adalah berpindah ke lokasi dimana paket itu berada

# cd /usr/ports/www/apache20

setelah berada pada direktori tersebut instalasi dilakukan dengan perintah

# make install clean

Selesai… hihihi ternyata ga terlalu susah…

Konsultasi Secara Fisik, masih relevankah untuk jurusan IT ..???

3 Comments

Semenjak menjadi mahasiswa tingkat 3 kebanyakan kita melihat hiruk-pikuk senior yang melakukan konsultasi kepada Dosen pembimbing Tugas Akhir. Mengantre di depan ruang Dosen, dari pagi sampai sore, membawa cetakan draft Tugas Akhir, dan tidak jarang pula harus kembali dengan muka cemberut (kecewa) karena tidak bisa menemui sang Dosen pembimbing. Sebagai mahasiswa memang sangat menyebalkan ketika tidak bisa menemui Dosen pembimbing karena hal tersebut menyebabkan terhambatnya kelancaran mahasiswa dalam menyelesaikan Tugas Akhir, belum lagi ketika otak sudah mampet dan tidak bisa diajak kompromi lagi. Di sisi lain seorang Dosen memiliki banyak tanggung jawab, menjadi konsultan untuk banyak mahasiswa, harus mengajar, melakukan segala sesuatu di luar kampus, dan lain sebagaimana. Jadi dimanakah sebenarnya titik temu dari kedua sisi tersebut..???

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih seharusnya menjadi fasilitas yang memadai untuk mempertemukan dua sisi diatas (mahasiswa dan Dosen). Banyak manfaat yang bisa diambil dari perkembangan teknologi saat ini, apa lagi bagi jurusan Teknologi Informasi (TI) hal tersebut haruslah bukan menjadi masalah yang berarti karena saban hari bergelut dengan kecanggihan teknologi informasi. Di bawah ini adalah beberapa fasilitas teknologi informasi yang bisa dijadikan solusi untuk mempertemukan permasalahan antara Mahasiswa dan Dosen.

lanjut bacanya…

LMMS – Linux Multimedia Studio… Fruity Loopsnya Linux

5 Comments

Iseng2 liat daftar software di linux di http://www.linuxalt.com/ nemuin sofware music sequencer bernama LMMS (Linux Multimedia Studio) kaya fruity loops di Windows langsung dah aku coba.
Kesan pertama… nih software emang Te O Pe Be Ge Te suara2 yang dihasilkan persis seperti suara instrumen aslinya terutama instrumen modern semacan drum,electric guitar, Bass namun untuk alat musik klasik juga ga kalah seperi celo,violin,piano sekitar 90% menyerupai suara aslinya (untuk urusan ini saya kira semua produk music sequencer ga ada yang bisa nyamain 100% suara native dari alat musik klasik) cuman untuk violin pada nada yang sangat tinggi (diatas 3 oktaf) suaranya udah ga bagus, karena kita tau sendiri violin cuma berkisar 2 oktaf….
pilihan suaranya banyak banget dengan sistem explorer yang mudah, jadi pengguna pemula seperti saya bisa dengan mudah beradaptasi. Setiap alat musik juga dilengkapi tuts organ amp setting, effect, filter, dan lain sebagainya (saking banyaknya ga bisa nyebutin satu2)

ini nih beberapa screenshotnya

Secara garis besar software ini sangat layak untuk digunakan karena hanya dengan menggunakan sound card onboard (dalam kasus ini saya menggunakan soundcard Intel) suara yang dihasilkan sudah bagus dan mendekati suara aslinya. Navigasinya ciamik dengan tampilan modern yang memanjakan mata. Veteran Fruity loops juga saya rasa tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika membuat musik menggunakan software ini, dan yang pasti program ini berjalan dengan baik di platform Linux. Bagaimana masih bermasalah dengan LINUX …??

Menginstall gyachi di Linux

2 Comments

gyachi (gyache Improved) adalah salah satu Instant Messenger di linux selain Kopete, Pidginnn, Sim-IM, dll. Bagi user yang terbiasa menggunakan pidgin dan kopete mungkin merasa agak aneh menggunakan Gyachi karena interfacenya yang berbeda dari kebanyakan Instant messenger. Dibawah ini adalah langkah2 instalasi Gyachi menggunakan tar.gz silahkan unduh (donlot) filenya disini karena menggunakan file source code kita harus melakukan kompilasi sebelum menginstall program ini dan langkah2 dibawah ini sama untuk semua distribusi linux..

  1. Unpack file hasil donlot (gyachi-1.1.0.tar.gz) — > $ tar zxvf gyachi-1.1.0.tar.gz
  2. Masuk ke direktori hasil ekstraksi –> $ cd gyachi-1.1.0.tar.gz
  3. login menjadi root –> $ su -
  4. ketik ./autogen.sh
  5. ketik ./configure –disable-rpath –enable-maintainer-mode –prefix /usr –enable-v4l2
  6. tunggu beberapa saat terus lanjutkan dengan mengetik make (perintah ini berfungsi untun mengompile source code)
  7. last step ketik make install

selesai……….. untuk menjalankan ketika gyachi pada konsole…..

Linux Terminal Server Project (LTSP) solusi jaringan murah dan mudah

3 Comments

Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah Thin Client Support untuk server linux. Thin client disini adalah suatu jaringan dimana komputer client (LTSP workstation) tidak memerlukan harddisk sehingga untuk masing2 komputer client tidak membutuhkan sistem operasi. Secara garis besar prinsip kerja dari LTSP adalah terdapat satu server LTSP yang diisi sistem operasi lengkap dengan aplikasi yang bakalan digunakan oleh komputer client selanjutnya komputer server dihubungkan dengan komputer client dan komputer client mengakses sistem operasi beserta aplikasi di Server LTSP jadi semua program yang ada di Server sama dengan yang ada di komputer Client.

LTSP dikatakan solusi jaringan murah karena dengan menggunakan komputer bekas sekelas Pentium 1 atau 2 asalkan memiliki interface card sudah bisa dijadikan komputer client karena yang melakukan pekerjaan sebenarnya adalah Server LTSP. Karena tanpa membutuhkan harddisk di masing2 komputer client jadi menekan pengadaan Hardware dan software, kenapa software juga terjadi penghematan? karena yang diinstal Sistem Operasi dan segala aplikasi pendukungnya hanya di sisi Server LTSP sedangkan untuk komputer client sekali lagi hanya mengakses aplikasi di server, gampangannya ketika kita melihat desktop Server LTSP menggunakan XWindow Gnome dengan aplikasi A,B,C maka hal yang sama juga akan kita dapati di komputer client.

Selain murah nilai lebih dari LTSP adalah karena kemudahan dari sisi administrasi. Bayangkan jika suatu saat jaringan yang kita kelola (jaringan konvensional) komputer clientnya terkena virus maka kita harus mengecek satu persatu komputer client tersebut atau ada banyak komputer client yang membutuhkan maintenence dari sisi software maka kita harus mengurusi komputer tersebut satu persatu, dengan LTSP maka kita hanya perlu untuk menjaga (merawat) software di sisi Server dan mempermudah menajemen file dari masing2 client.

untuk informasi dan dokumentasi lebih lengkap silahkan berkungjung ke http://www.ltsp.org

Masih Bermasalah dengan Linux..???

13 Comments

Sebetulnya postingan ini sangat klise tapi ga apa2 lah toh cuma sekedar buat dibaca2 sambil baca kopi, dengerin MP3, dan nyamil2.

Seperti kita tahu banyak sekali user komputer yang emoh (ga mau sampai sumpah2) sama sistem operasi Linux alasan mereka bermacam-macam mulai dari ga bisa, hardware ga support, aplikasi yang ga ada, sampai alasan ga penting semacam barang yang mbayar pasti lebih bagus daripada yang gratisan (oke kita ga ngomongin Linux dari segi harga, karene itu bukan tujuan dari gerakan OpenSource) padahal sudah sangat2 terbukti gimana stabilnya OS Linux berbagai macam distro telah tersedia dengan berbagai macam aplikasi pendukung dimana user tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan seperti Desktop : Ubuntu, OpenSuse, Mandriva; Server : Fedora, Centos, Slackware, Debian walaupun tidak menutup kemungkinan Ubuntu dijadikan server dan Slackware dijadikan Desktop.

Aplikasinya dah lengkap banget mau ketik2an ada OpenOffice; WebServer ada Apache,tomcat; SQL Server : Postgresql, MySQL, dll; .NET ada Mono; GUI Designer ada Monodevelop,QT DEsigner,Glade, dan banyak aplikasi ribuan lainnya bahkan ada distro yang frameworknya kaya OSX (OSnya Macintosh) serasa ngerasain Machintosh jadi sangat mengherankan kalau masih ada alasan untuk ga mau mencoba Sistem Operasi linux dalam (setidaknya) sehari aja.

Urusan game dah banyak solusinya dengan menggunakan Wine seperti contoh Call Of Duty 2, Age Of Empire dah running well bahkan game populer macam Quake ada versi Linuxnya (belum nyoba) aplikasi windows seperti Photoshop CS, Macromedia Flash dah bisa jalan dengan baik di Linux seperti layaknya berjalan secara native pada Sistem Operasi Windows (tapi harus diwaspadai apakah kita menggunakan aplikasi under Windows yang legal dalam artian bukan bajakan soalnya kalau bajakan sama juga bohong Sistem Operasinya nya aja yang LINUX legal tapi dalamnya bajakan :P ) dan seperti banyak dibahas di berbagai media, Hollywood dan film2 box office yang notabene penghasil spesial efek jempolan telah menggunakan aplikasi dan Sistem Operasi Open Source dalam memproduksi filmnya.

Pernah suatu ketika di NOC jurusan tempat saya “mengabdi” Bu Sekjur menggunakan salah satu komputer client di ruang tersebut (seluruh client dan server menggunakan Centos) dan beliau ga tau kalo yang bersangkutan lagi pake Linux dan beliau fine2 aja tuh terus sama salah satu dosen saya (dan ketua Lab Jurusan) bilang kalo komputer yang dipake itu Linux beliau langsung kaget (kaya orang baru liat hantu) dan setelah beliau tenang saya bertanya “emang susah bu pake Linux? ” dia bilang “mmm koq biasa aja yaa tapi ga deh pake Windows aja”. Lain lagi cerita di Lab suatu hari sama teman seperjuangan lima komputer di Lab dijalankan pake Linux dan anak2 dari Program Studi laen ga ada masalah tuh.. mereka fine2 aja sama kerjaan mereka…

Dari dua cerita pada paragraf diatas saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan orang masih takut sama nama LINUX padahal ketika mereka memakai mereka hanya butuh penyesuaian beberapa menit saja dan bisa melakukan pekerjaan mereka tanpa hambatan yang berarti, dengan catatan mereka tidak menyadari bahwa komputer yang digunakan menggunakan Linux…

Atau ada kesimpulan laen..?? monggo dipersilahkan

Sedikit review OpenSuse 11 dan KDE 4

No Comments

Beberapa minggu yang lalu berkesempatan menjajal OpenSuse 11 (terbaru) dimana salah satu distro yang menyertakan KDE 4 dalam paketnya. Pada proses instalasi kita langsung disuguhi warna khas OpenSuse, hijau dan hitam (semenjak OpenSuse 10.3) dan sumpah aku langsung kagum sama interfacenya (kalo katanya pak dosen IMK-nya bagus banget :D ) tidak ada yang berbeda dari proses installasi OpenSuse yang terdahuluhanya saja pada seri 11 ini ada opsi yang diadopsi oleh keluarga turunan Debian seperti Ubuntu dan Mint yaitu password dari username yang didaftarkan pertama menjadi password root tapi enaknya di OpenSuse 11 kita bisa menolak opsi tersebut.

Tampilan dari KDE 4 (desktop plasma) saya akui sangat fantastis, penambahan widget yang sangat mudah semakin memanjakan usernya namun konsep desktop plasma ini sangat berbeda dengan desktop Linux dan Windows pada umumnya. Satu hal yang patut diacungi jempol dari distro ini walaupun serinya paling baru tapi urusan lightweight dia hebat banget. lebih enteng dari OpenSuse 10.2, jarang ada OS yang semakin baru semakin enteng terutama OS — jangan sebut namanya lah (You Know Who :P ). Selain beberapa keunggulan tersebut OpenSuse 11 masih memiliki bug terutama dengan KDE 4nya.. yaitu : Read the rest of this entry »

Membuat IP Alias

1 Comment

login sebagai root
$ su -

Masuk ke direktori network script
# cd /etc/sysconfig/network-scripts

cari file yang berisi setingan interface card (pada contoh ini tipe cardnya eth) dan kopi file tersebut
# cp ifcfg-eth0 ifcfg-eth0:1 —–> eth0:1 menunjukkan bahwa interface ini merupakan alias dari interface eth0
edit file ifcfg-eth0:1 dengan editor kesayangan anda (contoh menggunakan editor vi)
# vi ifcfg-eth0:1

menjadi seperti ini (untuk editor vi sebelum mengedit ketik i)
# Intel Corporation 82546EB Gigabit Ethernet Controller (Copper)
DEVICE=eth0:1
BROADCAST=10.10.10.15
HWADDR=00:15:4g:9b:a8:32
IPADDR=10.10.10.3
NETMASK=255.255.255.240
NETWORK=10.10.10.1
ONBOOT=yes
GATEWAY=10.100.100.1
TYPE=Ethernet

save dan keluar (editor vi mengunakan perintah :wq)

restart network
# service network restart

nanti akan ada tampilan seperti ini

Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]

Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]

Bringing up interface eth0:1: [ OK ]

setelah itu cek konfigurasi IP dari interface alias
# ifconfig

selamat mencoba…

Open Suse 11 on Laptop sialan…

4 Comments

Kenapa laptop sialan karena nih laptop ga ada beres2 nya sama sekali. dah diinstal fedora 9 berulang-ulang sampai downgrade ke fedora 6 adaaa aja masalahnya.tapi ini laptop siapa ya… ?

Alkisah ada seorang teman yang sangat tertarik ke jaringan dan meminta laptopnya yang hampir terlupakan gara2 ga pernah dipake (Toshiba Satellite A45-S150) sampe dia punya laptop baru (dasar orang kaya….) maka diinstallah fedora 6 trus upgrade ke fedora 9 gara2 ngetes perl buat tugas Manejemen Jaringan dari situlah masalah demi masalah terjadi sempat juga kepirkiran pake Ubuntu tapi ga jadi soalnya yang punya ga berminat di Ubuntu. Setelah sekian lama laptopnya ga diurus sama yang punya jadilah saya baby siiter nih laptop yang tiap hari setia gimana caranya ngebuat laptop ini bisa jalan dengan semestinya

Suatu saat dirilislah OpenSuse 11 dan kebetulan teman2 Komunitas Linux Malang minta download file isonya setelah download iseng2 diinstall aja di laptop ini langsung saya takjub sama keentengan OpenSuse11 dan KDE 4 (grafisnya juga bagus banget, interfacenya yahuud) tapiiii ada masalah lagi.. Xwindownya ga bisa full screen bahkan setelah otak atik display di YAST… aseeem…. akhirnya setelah tanya sana-sini (termasuk Om Google) akhirnya diputuskanlah untuk reconfigure Xorg atas saran dan bimbingan mas Dedy (makasih Bosss… :D ) akhirnya selesailah sudah dan sekarang laptop ini bisa running well (dan semoga terus begitu) beserta efek desktop anjriitnya…. ternyata desktop CLI (Command Line Interface) sangat powerfull bisa buat benerin Xwindow hahaha :D   Thannx God U give me one more knowledge…

Postingan ini ditulis dengan menggunakan laptop sialan….

Compression Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Underbed Storage.