Kata orang masa SMA adalah masa paling indah cuman sepertinya koq ga berlaku buat saya apalagi ditunjang dengan nilai akademis yang semakin hari semakin jeblok hehehe cuman setidaknya ada satu kenangan yang saya ingat sampai sekarang.
Suatu ketika di suatu kota pada suatu propinsi di wilayah Indonesia Raya saya melanjutkan studi di tingkat SMA dan seperti paragraf diatas masa SMA adalah dimana suatu masa dimana urusan akademik saya ancur-ancuran (sebetulnya udah mulai jaman TK sampe kuliah sih) pada suatu ketika dilaksanakan yang namanya ujian pada mata pelajaran Matematika… heuuuu inilah salah satu pelajaran yang bikin pusing walaupun pada satu sisi saya memiliki ketertarikan pada logikanya. Seperti pelajaran yang lain walaupun udah mau ujian sehari sebelumnya saya lebih banyak ga belajarnya dari pada belajarnya, lha gimana mau belajar ? materi aja ga paham blass…
Tiba lah pada saat ujian seingat saya ada 5 soal yang keluar dan seperti pembaca budiman perkirakan semua soal tidak bisa saya kerjakan secara, materi aja tidak menguasai, namun ada satu soal yang cukup menggelitik benak saya. Waktu sudah menunjukkan babak pertengahan waktu ujian saya mulai berkonsentrasi pada satu soal ini sampe jam ujian selesai. Soal ini sangat saya yakini bisa dikerjakan dengan logika (karena saya tidak bisa melakukan menggunakan rumus-rumus yang memang tidak saya kuasai). Kertas buram pun penuh dengan coretan saya (lebay ga yah..?? ) untuk bisa menyelesaikan satu soal ini, setelah beberapa lama akhirnya saya bisa menyelesaikan soal tersebut dengan permainan logika saya tanpa ada unsur rumus-rumus yang pernah diterangkan Ibu Guru, di sisi lain saya sangat sadar bahwa sangat besar kemungkinan jawaban saya salah karena memang proses pengerjaannya menggunakan rumus Danu a.k.a rumus Ngawur a.k.a pelogikaan pribadi bahkan tidak terlihat seperti sebuah rumus Matematika. Soal lainnya bagaimana..?? untuk soal lain cuek aja toh ga bisa ngerjakan jadi yaa diam (tidak) tenang sampai jam ujian berakhir.
Selang beberapa hari dibagilah lembar jawaban Matematika dan sesuai perkiraan saya mendapatkan nilai jelek sekitar 35 skala 100. Nilai 35? koq bukan nilai 0 ..? karena ada satu soal yang benar yaitu soal yang saya kerjakan dan lucunya hampir semua teman sekelas pada liat jawabanku karena mereka (termasuk yang prestasi akademiknya gemilang) tidak ada yang bisa mengerjakan nomer tersebut. Sampai-sampai jawabanku dicatat sama mereka hehehe walaupun nilai pas pasan (bahkan nilainya Dji Sam Soe : berkisar 2, 3 , dan 4) saya adalah sedikit dari orang yang bisa mengerjakan soal tersebut.
Yang bener aku ini harusnya bangga atau gimana ya..?? kalo bangga cuman nilaiku yo koq ancur ancuran hehehe ya wis lah toh akhirnya aku lulus SMA juga
Copyright © 2008
This feed is for personal, non-commercial use only.
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:
)



