<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situsnya Danu &#187; basah</title>
	<atom:link href="http://danubudi.web.id/tag/basah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danubudi.web.id</link>
	<description>Baca sendiri aja lah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Mar 2012 06:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Musim hujan… persiapkan sepeda kita</title>
		<link>http://danubudi.web.id/musim-hujan-persiapkan-sepeda-kita/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/musim-hujan-persiapkan-sepeda-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 05:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[basah]]></category>
		<category><![CDATA[downhill]]></category>
		<category><![CDATA[freeride]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[kenda]]></category>
		<category><![CDATA[kinetic]]></category>
		<category><![CDATA[knob]]></category>
		<category><![CDATA[maxxis]]></category>
		<category><![CDATA[swampthing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki musim hujan dan style bersepeda sudah berubah maka dirasakan perlu melakukan bike setup terutama di urusan ban yang mengharuskan penggunaan ban basah dan besar dengan knob model pacul. Dibawah ini sedikit bike setup dan review dari beberapa part esensial untuk trek basah. Sebagai info tambahan bike setup ini mengacu pada style riding saya dimana &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/musim-hujan-persiapkan-sepeda-kita/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/musim-hujan-persiapkan-sepeda-kita/" size="small"></g:plusone></div><p style="text-align: justify;">Memasuki musim hujan dan style bersepeda sudah berubah maka dirasakan perlu melakukan bike setup terutama di urusan ban yang mengharuskan penggunaan ban basah dan besar dengan knob model pacul. Dibawah ini sedikit bike setup dan review dari beberapa part esensial untuk trek basah.<br />
Sebagai info tambahan bike setup ini mengacu pada style riding saya dimana banyak digunakan di turunan (downhill) dan beberapa aktifitas freeride.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">BAN</span><br />
<strong>Maxxis Swampthing 2.35 (ban depan)</strong><br />
<span style="text-align: justify;">Menurut situs <a href="http://www.maxxis.com/Bicycle/Downhill/Swampthing-Downhill.aspx" target="_blank">Maxxis</a> ban masuk ke jajaran Downhill jadi harus dimaklumi jika ban ini terasa berat digowes. Swampthing bagus untuk trek kombinasi, maksudnya trek yang terdapat bebatuan dan akar tumbuhan jadi bisa dikatakan ban ini termasuk ban all-round. Pada pengujian di trek ban ini sangat bagus dalam urusan handling dan sangat membantu menghadapi jalanan yang hancur dan berlubang karena terlindas motor trail. Jalanan yang hancur ini saya temui di trek Coban Rondo-Junrejo dan Jemplang (Wilayah Bromo) yang memang trek yang saya lalui sama dengan trek yang dipake motor trail. Pantas saja ban ini sering mendapat acungan jempol dari banyak review di <a href="http://www.mtbr.com" target="_blank">MTBr</a>, <a href="http://www.sepedaku.com" target="_blank">sepedaku.com</a>, dan beberapa forum sepeda lainnya. Walaupun ukuran yang tertulis 2.35 namun dibandingkan dengan merk lain setara dengan ukuran 2.20 hal ini berlaku di hampir semua ban lansiran Maxxis kecuali seri Advantage dan Ardent dimana ukurannya sama dengan ban merk lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kenda Kinetic 2.35 (ban belakang)</strong><br />
Bentuknya khas sebagai ban basah dengan knob yang besar sangat baik menjajah jalanan basah dan berlumpur, sidewall ban ini terasa sangat keras dan kokoh. Seperti halnya Swampthing ban ini terasa berat digowes terutama nanjak, wajar lah karena ban ini memang diperuntukkan freeride. Sebelumnya saya pernah menaruh ban ini di depan dan ternyata diluar dugaan saya handlingnya ternyata memuaskan untuk jalanan hancur berlubang dan melibas tikungan walaupun tidak sehebat swampthing namun bisa dijadikan alternatif ban depan juga. Satu hal yang disayangkan sepertinya ban ini tidak diproduksi lagi oleh Kenda karena di line up ban sepeda gunung di situs <a href="http://kendatire.com/en/home.aspx" target="_blank">Kenda</a> tidak ditemukan lagi ban seri ini padahal harganya sangat murah hanya 80 ribu sebiji.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FORK</strong><br />
Urusan Fork sekali lagi saya percayakan kepada RST dengan produk Dirt. Fork ini menggunakan travel 130mm dan seperti karakter fork Dirt Jump lain daya pegas dari travel ini sangat kontan dan bagi yang terbiasa menggunakan fork empuk seperti Suntour XCR akan lumayan tersiksa dengan fork ini. Sampai sekarang tidak ada masalah dan gangguan dengan fork ini, handling bagus travel panjang membantu saya untuk menghadapi jalanan rusak dan turunan curam serta tetap pede melahan tikungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Diatas ada bike setup untuk menghadapi jalanan basah dan untuk part lainnya sangat standar seperti rem, frame yang masih setia dengan dominate (ga ada matinya frame ini), bash guard, dan part sepeda lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>See you on the trail guysss&#8230;.!!!</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/turun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-745" title="turun" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/turun.jpg" alt="" width="458" height="640" /></a><br />
</em><em> </em></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/musim-hujan-persiapkan-sepeda-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bululawang Wet Edition</title>
		<link>http://danubudi.web.id/bululawang-wet-edition/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/bululawang-wet-edition/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 20:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[basah]]></category>
		<category><![CDATA[bike]]></category>
		<category><![CDATA[bontrager jones XR]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[crossc]]></category>
		<category><![CDATA[dominate]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[jepret]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[skidding]]></category>
		<category><![CDATA[track]]></category>
		<category><![CDATA[trek]]></category>
		<category><![CDATA[wet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Yap kali ini gowes dilakukan di Bululawang (lagi) bersama Rangga dan Ambon, walaupun begitu karena sebelumnya terjadi hujan lebat maka tantangan gowes kali ini ada pada trk yang licin dan beberapa lokasi yang berlumpur.
Secara garis besar trek di Bululawang terdiri dari satu tanjakan menengah, satu tanjakan pendek, dan satu tanjakan panjang. Ada tanjakan tidak afdol [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/bululawang-wet-edition/" size="small"></g:plusone></div><p>Yap kali ini gowes dilakukan di <a href="http://danubudi.web.id/cross-country-on-bululawang-malang/" >Bululawang</a> (lagi) bersama Rangga dan Ambon, walaupun begitu karena sebelumnya terjadi hujan lebat maka tantangan gowes kali ini ada pada trk yang licin dan beberapa lokasi yang berlumpur.</p>
<p>Secara garis besar trek di Bululawang terdiri dari satu tanjakan menengah, satu tanjakan pendek, dan satu tanjakan panjang. Ada tanjakan tidak afdol dengan belum masuknya turunan, dari semua turunan di Bululawang termasuk memacu adrenalin walaupun lurus-lurus aja terutama jika dari atas tidak menarik rem sama sekali maka untuk pemula sangat disarankan untuk turun sambil menarik rem belakang pelan-pelan. Secara garis besar ada 3 turunan di Bululawang, yang pertama turunan curam yang langsung bertemu pertigaan jembatan dan pematang sawah, disini harus ekstra hati-hati salah sedikit bisa menabrak jembatan jika terlanjur cepat sepeda sebaiknya diarahkan ke jembatan. Turunan kedua adalah turunan curam dimana di akhir turunan terdapat sungai kalau tidak hati-hati hampir bisa dipastikan pasti langsung nyebur ke sungai. Turunan ketiga tidak terdapat halangan seperti dua turunan diatas namun turunan ini ekstrim dan panjang juga jalannya paling tidak rata daripada dua turunan sebelumnya.</p>
<p>Bagi saya untuk kondisi kering tanjakan dan turunan tersebut bukan masalah langsung dilibas tanpa terlalu banyak mikir cuman kalo sudah basah dan berlumpur lain lagi urusannya. Ban Bontrager Jonex XR jelas kelimpungan menghadapi trek ini, dari awal turunan langsung tarik rem (kecuali turunan pertama) dan ternyata tidak banyak membantu, ban belakang langsung skidding ga karu-karuan. Untungnya dari tiga turunan tidak terjadi kecelakaan baik saya maupun kedua rekan saya. Tanjakan ketiga dan terlama juga lumayan menguras tenaga karena ban yang terus menerus skidding.</p>
<p>Untuk gowes kali ini perjalanan dilanjutkan sampai Gor Ken Arok (di postingan sebelumnya sampai kedungkandang) menyusuri pinggiran sungai sambil sesekali melintasi jalan aspal.</p>
<p>Beruntung untuk gowes kali ini ada si Ambon hehehe jadinya bisa ikutan narsis secara kalo jalan-jalan sama anak-anak entah itu sepedaan atau apapun juga saya mesti kebagian jatah jepret-jepret.</p>
<p>untuk gambar-gambar langsung aja cekidot&#8230;..</p>
<div class="center">
<object type="application/x-shockwave-flash" data="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="400"><param name="movie" value="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;noautoplay=1&amp;captions=1&amp;RGB=0xffffff&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fmasdanoe%2Falbum%2FBululawangWet%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss" /><param name="pluginspage" value="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /><param name="wmode" value="transparent" /></object>
</div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>
<div class='wpfblike'><fb:like href='http%3A%2F%2Fdanubudi.web.id%2Fbululawang-wet-edition%2F' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/bululawang-wet-edition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

