<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situsnya Danu &#187; jaringan</title>
	<atom:link href="http://danubudi.web.id/tag/jaringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danubudi.web.id</link>
	<description>Baca sendiri aja lah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 10:57:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Cracker bukanlah pahlawan kawan-kawan</title>
		<link>http://danubudi.web.id/cracker-bukanlah-pahlawan-kawan-kawan/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/cracker-bukanlah-pahlawan-kawan-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 06:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[cracker]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[informatika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[“Ehhhh situs itu di-hack ehh situs itu di deface..” dan ehh ehh lainnya&#8230;. setidaknya dalam sebulan ini sudah sangat sering headline berita yang menceritakan bagaimana sebuah situs pemerintahan seperti Polri bahkan Menkominfo terkena deface. Di akhir berita tentu saja muncul komentar dari para pembacanya dan tentu beberapa (kayaknya lebih kalo dikatakan beberapa) komentar muncul agar &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/cracker-bukanlah-pahlawan-kawan-kawan/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/cracker-bukanlah-pahlawan-kawan-kawan/" size="small"></g:plusone></div><p style="text-align: justify;"><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->“Ehhhh situs itu di-hack ehh situs itu di deface..” dan ehh ehh lainnya&#8230;. setidaknya dalam sebulan ini sudah sangat sering headline berita yang menceritakan bagaimana sebuah situs pemerintahan seperti Polri bahkan Menkominfo terkena deface. Di akhir berita tentu saja muncul komentar dari para pembacanya dan tentu beberapa (kayaknya lebih kalo dikatakan beberapa) komentar muncul agar defacer dan cracker tersebut untuk dirangkul oleh pemerintah daripada dijebloskan ke penjara. Melihat komentar seperti itu langsung munculk selentingan di kepala saya “enak banget rasanya kalo men-deface situs pemerintah langsung diajak kerja bareng, lumayan daripada harus ngelamar pekerjaan atau harus bangun perusahaan dari nol”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke masa jaman SMA saya dulu, hal-hal yang berkaitan dengan keamanan Internet bukanlah hal tabu untuk saya pelajari dan saat itu saya sangat antusias untuk mempelajari sekaligus mempraktekkan (meskipun banyak gagalnya <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) pada saat itu yang notabene saya masih terlalu awam di dunia IT (sebetulnya sampe sekarang sih hehehe) melihat sosok cracker itu sangatlah keren, seorang superhero yang menghancurkan tirani kesewenang-wenangan dan (oke-oke cukup sampe sini lebaynya) dan saat itu saya berpikiran sama dengan orang yang berkomentar di paragraf atas bahwa si cracker jangan lah dimasukkan penjara tapi mending diajak kerjasama aja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya saya masuk komunitas yang mempelajari IT secara mendalam dan disinilah memahami pekerjaan “sebenarnya” orang-orang yang berkecimpung di IT dan dari sini pula saya mendapakan perbedaan yang sangat tegas Hacker dan Cracker. Di tempat ini juga saya mendapatkan fakta bahwa untuk bisa melakukan deface dan perusakan sistem di internet tidak harus memiliki kemampuan yang tinggi tentang IT seperti pemahaman algoritma, pemahaman infrastruktur, framework, dan lain sebagainya di sisi lain seorang Hacker harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang algoritma dan semua hal pendukungnya untuk menciptakan sebuah sistem yang berkualitas dan berpikiran jauh ke depan daripada seorang cracker. Dari sini bisa dipahami bahwa seorang Cracker bertujuan merusak dan seorang Hacker bertujuan sebaliknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari paparan diatas saya rasa seorang cracker tetap wajib untuk dihukum berdasarkan kejahatan yang mereka perbuat dan saya rasa pemerintah atau korban tidak perlu harus menggandeng mereka untuk kerja bareng karena sebetulnya masih sangat banyak praktisi IT yang memiliki kemampuan tinggi namun tidak muncul ke permukaan karena mereka memang tidak pernah mencari sensasi dengan melakukan deface terhadap situs yang memang dari sana-nya sudah lemah keamanannya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em><strong>Good Hacker is Famous Great Hacker is Anonymous</strong></em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/cracker-bukanlah-pahlawan-kawan-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Honeypot, Know Your Enemy</title>
		<link>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 00:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[high interaction]]></category>
		<category><![CDATA[honeypot]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[low interaction]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden satpam jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/" size="small"></g:plusone></div><p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot.png"><img src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot-150x150.png" title="honeypot" height="150" width="150" alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-383"/></a> Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden <em>satpam</em> jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja tidak semua <em>Satpam</em> mendeploy di jaringannya (kayaknya para <em>satpam</em> suka melototin log secara manual sambil makan, sambil update status, atau sambil sikat gigi hehehe). Disini saya akan coba bahas overview singkat tentang Honeypot</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Apa itu Honeypot</strong> <br/>Honeypot adalah suatu sistem yang akan menarik perhatian penyerang ataupun malware untuk melakukan serangan. Di sisi penyerang/malware honeypot akan terlihat seperti sistem jaringan biasa lengkap dengan Sistem Operasi dan service-service yang berjalan didalamnya, sehingga diharapkan penyerang/malware akan melakukan serangan atau menginfeksikan diri pada sistem Honeypot tersebut. <br/>Bagi <em>Satpam</em> yang mengimplementasikan Honeypot serangan yang dilakukan pada sistem Honeypot akan menjadi masukkan untuk mempelajari pola serangan yang dilakukan karena memang inilah inti dari pengimplementasian Honeypot yaitu membiarkan penyerang/malware melakukan serangan terhadap sistem yang dibuat daripada mencegahnya dan selanjutnya mempelajari pola serangan yang dilakukan jadi selanjutnya bisa melakukan langkah preventif terhadap jaringan yang dilindungi. <br/>Secara umum inti dari Honeypot adalah menciptakan sebuah sistem virtual dimana sistem ini merupakan <em>fake environment</em> yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerang. Ketika penyerang melakukan tindakan ilegal maka Honeypot akan memberikan <em>fake value</em> terhadap penyerang sehingga penyerang merasa telah melakukan penetrasi sistem padahal yang dihadapi adalah <em>fake environment</em> yang dibentuk oleh Honeypot.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Macam-Macam Honeypot</strong> <br/>Honeypot sendiri dibagi menjadi dua kategori yaitu Low Interaction Honeypot dan High Interaction Honeypot <br/><em><strong>High Interaction Honeypot</strong></em> adalah sistem yang mengoperasikan Sistem Operasi penuh sehingga penyerang akan melihatnya sebagai sebuah sistem operasi/host yang siap untuk dieksploitasi (dan memang seperti itu lah keadaannya) Inti dari High Interaction adalah sistem ini nantinya akan diserang oleh penyerang. <br/>Yang perlu dipahami dari High Interaction Honeypot adalah sistem ini bukan sebuah software ataupun daemon yang siap diinstall pada komputer Host namun lebih kepada sebuah paradigma, sebuah arsitektur jaringan, dengan kata lain High Interaction Honeypot adalah sekumpulan komputer yang dirancang sedemikian rupa dalam sebuah jaringan agar &#8220;terlihat&#8221; dari sisi penyerang dan tentunya sekumpulan komputer ini akan terus dimonitor dengan berbagai tools networking. Komputer-komputer ini bisa dikatakan adalah komputer secara fisik (komputer yang benar-benar ada) atau komputer secara virtual (Virtual Operating System seperti VMware dan XEN) <br/><em><strong>Low Interaction Honeypot</strong></em> mensimulasikan sebuah sistem operasi dengan service-service tertentu (misalnya SSH,HTTP,FTP) atau dengan kata lain sistem yang bukan merupakan sistem operasi secara keseluruhan, service yang berjalan tidak bisa dieksploitasi untuk mendapatkan akses penuh terhadap honeypot. Low interaction akan melakukan analisa terhadap jaringan dan aktifitas worm. <br/>Sayangnya perkembangan dari Honeypot (Honeyd &#8212; Low Interaction Honeypot) sendiri tidak terlalu cepat bahkan update terbaru terjadi pada tahun 2007</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Kesimpulan (sementara) saya tentang Honeypot ini adalah bahwa sistem ini bukanlah sebuah sistem yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerangan (walaupun sistem ini juga cukup capable) namun lebih kepada paradigma cara berpikir seorang Satpam terhadap keamanan jaringan komputer yang dikelolanya</p>
<p>Sementara itu dulu tentang Honeypot tulisan selanjutnya menyusul&#8230; udah waktunya masuk sekarang <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Lebih lanjut tentang Honeypot :</strong> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeypots.net" target="_blank"><cite>www.<strong>honeypots</strong>.net</cite></a> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeyd.org" target="_blank"><cite>www.<strong>honeyd</strong>.org/</cite></a> <br/><a href="http://www.projecthoneypot.org/" target="_blank">www.projecthoneypot.org/</a></p>
<p>picture is taken from <a href="http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png" target="_blank">http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat DNS Server pada jaringan lokal</title>
		<link>http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 03:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[bind]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[ip]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[named]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Untuk memberikan nama domain pada suatu mesin/server maka dibutuhkanlah DNS Server. DNS server berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP sebuah server menjadi nama domain. Seperti contoh http://danubudi.web.id mempunyai IP : 66.197.178.245 atau www.friendster.com mempunyai alamat IP (pada salah satu servernya) : 209.11.168.112 (karena Friendster mempunyai 6 server), jadi secara mudahnya ketika seseorang mengakses/merequest situs  http://danubudi.web.id [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/" size="small"></g:plusone></div><p>Untuk memberikan nama domain pada suatu mesin/server maka dibutuhkanlah DNS Server. DNS server berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP sebuah server menjadi nama domain. Seperti contoh http://danubudi.web.id mempunyai IP : 66.197.178.245 atau www.friendster.com mempunyai alamat IP (pada salah satu servernya) : 209.11.168.112 (karena Friendster mempunyai 6 server), jadi secara mudahnya ketika seseorang mengakses/merequest situs  http://danubudi.web.id oleh DNS request tersebut akan diarahkan ke server yang memiliki IP  : 66.197.178.245.</p>
<p>Pada percobaan kali ini dilakukan pada mesin OpenSuse 11 pada jaringan lokal. kebanyakan sistem operasi Linux sebagian besar distro sudah memiliki Bind yang merupakan software DNS Server.</p>
<p><strong>Langkah Pertama </strong><br />
melakukan installasi DNS Server (jika sudah ada pada mesin anda maka tahapan ini langsung dilewati)</p>
<p><strong>Langkah Kedua</strong><br />
melakukan seting pada konfigurasi DNS<br />
lokasi file : /etc/named.conf</p>
<blockquote><p><em><strong># is the definition of the root name servers.  The second one defines<br />
# localhost while the third defines the reverse lookup for localhost. </strong></em></p>
<p><em><strong>zone &#8220;.&#8221; in {<br />
type hint;<br />
file &#8220;root.hint&#8221;;<br />
}; </strong></em></p>
<p><em><strong>zone &#8220;localhost&#8221; in {<br />
type master;<br />
file &#8220;localhost.zone&#8221;;<br />
}; </strong></em></p>
<p><em><strong>zone &#8220;0.0.127.in-addr.arpa&#8221; in {<br />
type master;<br />
file &#8220;127.0.0.zone&#8221;;<br />
}; </strong></em></p>
<p><em><strong># Include the meta include file generated by createNamedConfInclude.  This<br />
# includes all files as configured in NAMED_CONF_INCLUDE_FILES from<br />
# /etc/sysconfig/named<br />
<span style="color: #0000ff;">zone &#8220;jaringanlokal.net&#8221; {<br />
type master;<br />
file &#8220;/var/lib/named/db.jaringanlokal.net&#8221;;<br />
};<br />
zone &#8220;0.0.10.in-addr.arpa&#8221; {        &#8212;&#8212;-&gt; 3 byte pertama dari ip server dibalik<br />
type master;<br />
file &#8220;/var/lib/named/db.10.0.0&#8243;;<br />
};</span> </strong></em></p>
</blockquote>
<p>nb: yang berwarna biru adalah konfigurasi yang kita masukkan pada file tersebut yang mendefinisikan domain yang kita buat</p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p><strong>Langkah Ketiga </strong><br />
membuat file master pada zone domain dan zona reversed<br />
Zona Domain<br />
lokasi file : /var/lib/named/db.jaringanterdistribusi.net</p>
<blockquote><p><em><strong>$TTL    86400 </strong></em></p>
<p><em><strong>@       IN      SOA jaringanlokal.net.      root.jaringanlokal.net. (<br />
20090331        ;Serial<br />
604800  ;Refresh<br />
86400           ;Retry<br />
2419200 ;Expire<br />
604800) ; Negative Cache TTL<br />
;<br />
@       IN      NS      ns.jaringanterdistribusi.net.<br />
@       IN      A       10.0.0.20  &#8211;&gt; <span style="color: #0000ff;">menunjukkan IP DNS</span><br />
</strong></em></p>
</blockquote>
<p>Zona Reversed Domain<br />
lokasi file : /var/lib/named/db.10.0.0</p>
<blockquote><p><em><strong>$TTL 86400<br />
@       IN      SOA     jaringanterdistribusi.net.      root.jaringanterdistribusi.net. (<br />
20090331        ;Serial<br />
604800  ;Refresh<br />
86400           ;Retry<br />
2419200 ;Expire<br />
604800 )        ; Negative Cache TTL<br />
;<br />
IN                     NS              ns.jaringanterdistribusi.net.<br />
20                   IN                PTR     www.jaringanlokal.net.</strong><span style="color: #0000ff;"> &#8211;&gt; 20 adalah byte IP terakhir pada mesin anda</span><strong><br />
</strong></em></p>
</blockquote>
<p><strong>Langkah Keempat</strong><br />
Melakukan seting pada file DNS<br />
lokasi file : /etc/resolv.conf</p>
<blockquote><p><em><strong>domain www.jaringanlokal.net<br />
search jaringanlokal.net<br />
nameserver 10.0.0.20 </strong></em></p>
</blockquote>
<p><strong>Langkah Kelima</strong><br />
Restart Service DNS</p>
<blockquote><p><em><strong># service named restart<br />
</strong></em></p>
</blockquote>
<p><strong>Langkah Keenam</strong><br />
Melakukan test domain<br />
bisa menggunakan perintah host ataupun nslookup</p>
<blockquote><p><em><strong>danoe:/ # host jaringanlokal.net<br />
jaringanlokal.net has address 10.0.0.20<br />
danoe:/ # nslookup jaringanlokal.net<br />
Server:         10.0.0.20<br />
Address:        10.0.0.20#53 </strong></em></p>
<p><em><strong>Name: jaringanlokal.net<br />
Address: 10.0.0.20 </strong></em></p>
</blockquote>
<p><strong>Langkah Ketujuh</strong><br />
Seting komputer client :<br />
Pada komputer client yang mengakses maka DNS diarahkan ke alamat DNS yang dibuat pada kasus ini alamat DNS adalah 10.0.0.20 dan pada browser harus dipastikan bahwa koneksi yang digunakan adalah  directly connected to Internet atau tanpa menggunakan proxy</p>
<p>selanjutnya pada browser diketik http://jaringanlokal.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

