Archive

Posts Tagged ‘linux’

Membuat watermark pada GIMP

July 21st, 2010 danu 2 comments

Siapa bilang GIMP (GNU Image Manipulation Program) yang notabene barang OpenSource dan gratis ga bisa diandalkan toh buktinya saya fine-fine aja pake program ini. Dibawah ini adalah tutorial dalam membuat watermark pada gimp yang sumber aslinya ada di sini dengan menggunakan fitur Xach-Effect pada GIMP dengan sedikit tunning tentunya

gambar sebelum watermark

gambar setelah watermark

Langkah Pertama

tentu saja buka gambar dengan program yang bernama GIMP lalu pilih Text Tool dan tuliskan watermark yang akan dimasukkan ke gambar

Langkah Kedua

Pilih layer Text dan selanjutnya pilih Xach-effect yang terletak pada Filters -> Light and Shadow -> Xach Effect dengan setingan seperti gambar dibawah ini lalu klik OK. Selanjutnya Xach-Effect akan membuat dua layer tambahan yaitu Higlight dan Shadow

Langkah Ketiga

Turunkan nilai Opacity Layer pada layer text sehingga menjadi 0% dan Layer Higlight menjadi 60%

Dann whoaaaa…. jadi deh gambar yang telah di watermark :)

selamat mencoba… :)

Referensi

http://fence-post.deviantart.com/art/Simple-Watermarking-in-GIMP-52987829

Categories: Daily Journal, linux

Narcism of my desktop

April 22nd, 2010 danu 2 comments
Desktopnya mau numpang Narsis…. Boleh kan…. :D

  • Running on Dellia
  • Linux 2.6.31.5-0.1-desktop
  • OpenSuse 11.2
  • KDE Desktop 4.2
Categories: Daily Journal, linux

Dell Inspiron 1320

March 25th, 2010 danu No comments

Sebetulnya seri ini udah lama munculnya (akhir 2009) dan sebetulnya (lagi) saya juga sudah lama memiliki namun yaa apa daya kemalasan mengalahkan segalanya. Baru sekarang bisa memberikan review tentang produk ini.

Pertimbangan dari pemilihan pemilihan produk ini adalah lebih kepada ukurannya yang relatif kecil, tipis, ringan, dan tentunya harganya yang terjangkau. Kenapa saya mencari yang kecil dan tipis..?? karena saya termasuk tipe orang yang suka mondar-mandir (ketika saya membeli produk ini) jadi Backpack selalu terisi Notebook. Sehubungan dengan laptop lawan saya (Dell Vostro A840) sudah dihibahkan ke adek maka saya mencari pengganti untuk kebutuhan pekerjaan saya.

Secara penampilan notebook ini pas dengan keinginan saya yaitu simpel dan ga neko-neko, kenapa simpel..? karena di layout keyboard cuman ada keyboard  itu sendiri dan tombol power, lampu LED nya sendiri hanya dua yaitu lampu power dan lampu indikator Harddisk. Bandingkan dengan notebook lansiran Acer atau Toshiba yang tombol multimedia nya banyak banget, di Inspiron 1320 semuanya sudah diwakilkan di layout keyboard. Ada satu terobosan menarik di seri ini, karena memang seri Inspiron adalah seri multimedia maka di BIOS ada seting untuk keyboard. Pada keyboard konvensional untuk melakukan fungsi tambahan (seperti switch wireless, volume seting) pada keyboard maka kita harus sambil memencet tombol fn sedangkan pada seri ini secara default (bawaan pabrik) tidak usah menekan tombol fn justru ketika kita butuh key F1 – F12 maka harus dibarengi dengan menekan tombol fn. Fitur ini cukup membantu karena sebetulnya user relatif jarang menggunakan tombol F1 – F12 (terutama pengguna Linux + desktop KDE) namun jika ingin menggunakan seting keyboard konvensional kita tinggal mengganti seting di BIOS. Urusan Layar seri ini mengadopsi resolusi HD (16:9) jadi relatif lebih panjang daripada notebook 13 inchi wide screen. Read more…

Sistem Direktori Linux dan Model Partisi

June 19th, 2009 danu 6 comments

Tutorial ini disediakan bagi para pengguna komputer yang melakukan migrasi sistem operasi, khususnya (mantan) pengguna windows yang melakukan migrasi ke komputer berbasis Linux.

Linux adalah sistem operasi Unix Like dimana pengertian dari Unix Like adalah Linux merupakan sistem operasi yang bukan merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai Unix. Linux dibuat oleh Linus Benedicts Torvald yang merupakan hasil utak atik beliau atas kernel Minix. Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan. Unix sendiri adalah sebuah sistem operasi yang telah lama ada (bahkan sebelum kemunculan sistem operasi buatan Microsoft) dan saat ini kebanyakan berjalan pada komputer server dan komputer besar lainnya (selain komputer personal). Sistem Operasi Unix dibuat spesifik untuk jenis mesin tertentu, berbeda dengan Linux yang keberadaannya ditujukan untuk sistem arsitektur x86 yang banyak beradar di pasaran perbedaan mendasar linux dengan sistem operasi lainnya adalah sifatnya yang OpenSource.

Salah satu bentuk dari Unix yang ditiru oleh Linux adalah sistem direktori dimana sistem direktori ini berbeda dengan yang dianut oleh keluarga Windows seperti diagram dibawah ini.

diagram_direktori_linux

Keterangan

/ : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

Read more…

Categories: linux

Membuat DNS Server pada jaringan lokal

May 18th, 2009 danu 12 comments

Untuk memberikan nama domain pada suatu mesin/server maka dibutuhkanlah DNS Server. DNS server berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP sebuah server menjadi nama domain. Seperti contoh http://danubudi.web.id mempunyai IP : 66.197.178.245 atau www.friendster.com mempunyai alamat IP (pada salah satu servernya) : 209.11.168.112 (karena Friendster mempunyai 6 server), jadi secara mudahnya ketika seseorang mengakses/merequest situs http://danubudi.web.id oleh DNS request tersebut akan diarahkan ke server yang memiliki IP : 66.197.178.245.

Pada percobaan kali ini dilakukan pada mesin OpenSuse 11 pada jaringan lokal. kebanyakan sistem operasi Linux sebagian besar distro sudah memiliki Bind yang merupakan software DNS Server.

Langkah Pertama
melakukan installasi DNS Server (jika sudah ada pada mesin anda maka tahapan ini langsung dilewati)

Langkah Kedua
melakukan seting pada konfigurasi DNS
lokasi file : /etc/named.conf

# is the definition of the root name servers. The second one defines
# localhost while the third defines the reverse lookup for localhost.

zone “.” in {
type hint;
file “root.hint”;
};

zone “localhost” in {
type master;
file “localhost.zone”;
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” in {
type master;
file “127.0.0.zone”;
};

# Include the meta include file generated by createNamedConfInclude. This
# includes all files as configured in NAMED_CONF_INCLUDE_FILES from
# /etc/sysconfig/named
zone “jaringanlokal.net” {
type master;
file “/var/lib/named/db.jaringanlokal.net”;
};
zone “0.0.10.in-addr.arpa” {        ——-> 3 byte pertama dari ip server dibalik
type master;
file “/var/lib/named/db.10.0.0″;
};

nb: yang berwarna biru adalah konfigurasi yang kita masukkan pada file tersebut yang mendefinisikan domain yang kita buat

Read more…

Categories: linux

Enable wifi Broadcom BCM 4310 di Hardy

January 17th, 2009 danu 1 comment

Sebetulnya dah males bin bosen ngurusin wifi adapter di notebook yang ga support Linux secara langsung tapi gimana lagi sudah kadung nyanggupin buat ngurusin notebook Si Ipin dan daripada dia balik ke Wind***s… ya udah lah sabtu ini dikerjain sebelum minggat ke Blitar…

Cari2 di forum eh ternyata chipset ini sangat minim solusi namun semangat misionaris linux yang menggebu mengalahkan segalanya dan akhirnya dapat deh setelah main2 di Ubuntu Forum. Walaupun sama setidaknya tutorial kali ini mengatasi problem teman2 yang bermasalah dengan bahasa inggris :P   ***ya udah danu mana tutorialnya ga usah banyak bacootttt… !!! ***

oke – oke langsung saja kita mulai kelas hari ini….

langkah pertama (lakukan di terminal/konsole)

echo ‘blacklist bcm43xx’ | sudo tee -a /etc/modprobe.d/blacklist
sudo apt-get install ndiswrapper-utils-1.9
mkdir ~/bcm43xx; cd ~/bcm43xx

langkah kedua (lakukan di terminal/konsole)

wget http://myspamb8.googlepages.com/R174291-pruned.zip
unzip WPC54Gv2_40826-pruned.zip
cd R174291-pruned

langkah ketiga (lakukan di terminal/konsole)

sudo ndiswrapper -i bcmwl5.inf
ndiswrapper -l
sudo depmod -a
sudo modprobe ndiswrapper
sudo cp /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces.orig
echo -e ‘auto lo\niface lo inet loopback\n’ | sudo tee /etc/network/interfaces
sudo ndiswrapper -m
echo ‘ndiswrapper’ | sudo tee -a /etc/modules
echo ‘ENABLED=0′ | sudo tee -a /etc/default/wpasupplicant


lanjut langkah keempat…

Categories: Daily Journal, linux

Karena Wanita Ingin Dimengerti — Part II

December 26th, 2008 danu 4 comments

Sore itu saya di sms sama seseorang (sebut saja namanya Ipin) sekali lagi beliau seorang cewek dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unibraw. SMS nya berisi permintaan untuk benerin Laptopnya (Compaq Presario V3906) yang restart mulu, trus pas aku cek rupanya terkena Blue Screen Of Death (Penyakit menahun Windows lah hahaha) sambil sesekali aku cekokin sama linux aku benerin laptopnya pake cd Windows XP SP2 (lagi males kalo mau ngajarin cewek lagi hehehe) eh ternyata ada masalah pas mau install ulang, ternyata hardisknya ga di-detect sama Windows XP aku ulang terus eh ternyata sama aja ya udah gara-gara jengkel aku boot pake DVD Ubuntu Ultimate 2.0 dan si Ipin aku suruh maenan Linux pake Vostroku eh setelah sekitar setengah jam dia bilang “bagus mas aku suka”. Pas aku boot pake Ubuntu eh hardisknya ke-detect dengan baik dan benar sekaligus isinya terbaca dengan semestinya.

Setelah aku kasih tau keadaan laptopnya langsung dia bilang “iya wes mas install linux aja, daripada nunggu-nunggu Windows ga beres-beres” ya udah aku install tanpa basa-basi. Instalasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam lah. Setelah instalasi langsung aku tes laptopnya dan wiiihhh satu kesimpulan yang aku berikan “Laptop ini Linux Support” semuanya berjalan dengan baik, trackpad yang dulunya saya ragukan ternyata jalan dengan baik tanpa ada konfigurasi apapun. Tambahan juga fungsi scroll pada touchpadnya berjalan dengan sangat baik di Ubuntu, hal yang tidak ditemukan oleh si Ipin di Sistem Operasinya yang kemaren. Ajegile……… (tau gitu kemaren aku ambil laptop ini hehehehe)

Habis utek-utek dikit aku kasih tau si Ipin masalah Compiz biar configure dikit-dikit lah…. dan beberapa setingan dasar Ubuntu eh si Ipin langsung utek theme nya dan nonton film kesukaannya.. Ipin dan Upin pake Totem atauu Mplayer. Yang pasti si Ipin dah enjoy banget sama laptopnya sambil membiasakan diri.

Emang enak banget koq pake Linux cukup Instalasi satu jam kita dah bisa internetan sambil dengerin Dream Theater dan nonton Transformer hehehehe.

Nb : ketika lagi proses installasi dan utek-utek Ubuntu ada seorang kawan lagi yang tertarik sama Linux, kali ini calon user barunya cowok (heheheh bakalan menyelamatkan satu lagi pinguin tersesatnya) dia excited banget :D . Ketika berita ini ditulis si Ipin lagi mainan sama Sistem Operasi barunya tersebut.

Categories: linux

Karena Wanita Ingin Dimengerti

December 23rd, 2008 danu 10 comments

ilc-ubuntu-lobiKejadian ini terjadi beberapa minggu yang lalu, seorang anak FIA Unibraw (sebut saja namanya Rat) membeli sebuah laptop Dell Inspiron 1420 dan beliau meminta saya untuk menginstall Linux di Laptopnya. Setelah dipikir-pikir saya putuskan untuk menginstall Ubuntu di laptopnya dengan pertimbangan dukungan komunitas yang luas, kemudahan yang ditawarkan, dan repository yang lengkap untuk end user. Hal mendasar yang membuat beliau ingin menginstall linux adalah karena masalah virus dan efek-efek anjrit (compiz) yang ditawarkan. Setelah installasi selesai Rat segera pulang karena ada urusan penting (sebagai catatan beliau adalah orang yang awam di dunia komputer, di Sistem Operasi Windows pun dia hanya bisa mendengarkan musik dan mengetik di MS-Word). Selang beberapa hari saya di sms dengan beliau isinya seperti ini:

Rat    : om caranya Install XP gimana?

Saya : ga tau…

Rat    : ayo lah om….

Saya : Kalo Rat tanya masalah ubuntu aku pasti bisa jawab kalo XP aku ga tau..

Rat    : wahh om gitu sihhh hiks :-(

dan selang…

Categories: Daily Journal, linux

Count Down OpenSuse 11.1

November 17th, 2008 danu 3 comments

WORO – WORO…….. Bagi penggemar OpenSuse (seperti saya) ntar lagi bakalan dirilis seri 11.1 tanggal 18 Desember 2008. Previewnya bisa dilihat disini dari beberapa previewnya sih versi teranyar ini bakalan menggunakan Desktop KDE 4.1.3 tapi kalo pengen yang versi 3.5 masih disediakan koq dan GNOME 2.24.1. Installernya “katanya” memiliki partitioner yang sudah dikembangkan lebih lanjut yang mempermudah user untuk memanage partisi hardisknya.

yang asik juga sudah tersedia OpenOffice 3.0 yang sudah bisa membuka file yang digenerate Microsoft Office 2007 (docx,xlsx,pptx, dan x x yang lainnya) –kabar burung nya sih setelah microsoft didesak untuk membuka kode ekstensi anyar itu — dan penambahan aplikasi yang bernama Tasque (semacam aplikasi to-do list) dan bisa bersinkronisasi dengan Milk dan Evolution.

Semoga repository versi baru ini semakin lengkap (terutama game dan aplikasi senang2 ) soale sering iri liat Ubuntu yang pilihan game di reponya yang banyak…. :)

bagi teman2 yang pengen masang applet countdown berbahasa Indonesia bisa mengcopy script dibawah ini yang saya dapatkan dari Pak Vavai — Terima kasih sekali om…..

Ukuran Kecil

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small.id” /></a>

Ukuran Sedang

<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium.id”/></a>

Ukuran Besar

<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large.id”/></a>

Selain itu untuk versi Bahasa Inggrisnya juga ada, saya ambil dari situsnya OpenSuse

Ukuran Kecil

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small” border=”0″/></a>

Ukuran Sedang

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium” border=”0″/></a>

Ukuran Besar

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large” border=”0″/></a>

Categories: linux

Linus Torvalds

October 18th, 2008 danu 3 comments

Dikutip secara penuh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds sebagai referensi kita bersama dan menyelami kerendahan hati sang Founding Father LINUX

Linus Benedict Torvalds (lahir 28 Desember 1969 di Helsinki, Finlandia) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.

Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.

Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.

Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.

Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.

Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.

Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.

Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.

Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dan press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus (dan Steve Wozniak). Dan setannya tentu Bill Gates :)

Categories: linux

Compression Plugin created by Cheap Web Hosting - ?Powered by Designer Handbags and mobilt bredbånd.