<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situsnya Danu &#187; linux</title>
	<atom:link href="http://danubudi.web.id/tag/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danubudi.web.id</link>
	<description>Baca sendiri aja lah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Mar 2012 06:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kenapa harus Android..??</title>
		<link>http://danubudi.web.id/kenapa-harus-android/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/kenapa-harus-android/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 03:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[erricson]]></category>
		<category><![CDATA[froyo]]></category>
		<category><![CDATA[gingerbread]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[honeycomb]]></category>
		<category><![CDATA[htc]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[sony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Postingan kali ini sebetulnya hanya sebuah reply dari tulisan yang dibuat oleh Mbak Meela dan tentu saja buat nambahin postingan di blog saya tercintah hehehe&#8230; Jawaban dari judul diatas adalah &#8220;Ya ga harus lah&#8220;, ngapain juga kudu meksa pake hape Android kalo emang ga butuh hehehe tapi bagi yang kebelet pake android ini ada sedikit &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/kenapa-harus-android/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/kenapa-harus-android/" size="small"></g:plusone></div><blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Postingan kali ini sebetulnya hanya sebuah reply dari tulisan yang dibuat oleh <a href="http://disismeela.blogspot.com/2011/01/kenapa-harus-balckberry.html" target="_blank">Mbak Meela</a> dan tentu saja buat nambahin postingan di blog saya tercintah hehehe&#8230;</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jawaban dari judul diatas adalah &#8220;<strong>Ya ga harus lah</strong>&#8220;, ngapain juga kudu meksa pake hape Android kalo emang ga butuh hehehe tapi bagi yang kebelet pake android ini ada sedikit ulasan dari saya tentang android<em> *telat banget sehh Danu</em><em>uu&#8230;..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Android sendiri adalah sebuah sistem operasi untuk mobile dimana kernel / inti / jantung dari sistem operasi ini adalah Linux, ya linux yang sudah membikin banyak pengguna komputer merasa horor bahkan ketika belum mencoba pun telah menghidupi banyak jutaan handphone dan tablet di seluruh dunia. Android sendiri adalah sebuah produk dari Raksasa Google setelah mengakuisisi perusahaan Android. Inc<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29">[1]</a> dan diimplementasikan kepada banyak raksasa handset didunia seperti HTC, Samsung, Sony Erricson, Motorola, LG, dan banyak merk lainnya (sementara ini Nokia ga ikutan). Beberapa fitur yang bisa dinikmati dari Android adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Low level, middle level, high level..? ada semua</strong>..<br />
Ingin merasakan handphone canggih dengan berbagai macam aplikasi yang bisa dipasang, tampilan yang bisa diatur sesuka hati, program bikinan sendiri yang dipasang di hape kita, melakukan modifikasi ketika kita mulai bosan..?? dan yang pasti dengan harga terjangkau..? semua tercakup disini. Android sendiri bisa dipasang di hape kelas low level dengan harga 1,5 juta kebawah sampai kelas high level diatas 5 juta dengan seri sistem operasi yang sama jadi kalau kita bermasalah dengan dana ga perlu sampai merogoh kocek yang dalam hanya untuk merasakan sebuah handphone dengan fitur maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tampilan yang intuitif<br />
</strong>Seperti tampilan dibawah ini seperti itulah tampilan dari Android, ga kalah dari Iphone, dan Sistem operasi model touchscreen lainnya. Enaknya lagi kita melakukan kostumasi sesuai dengan kreativitas kita walaupun di beberapa kostumasi dibutuhkan kemampuan teknis, tapi banyak panduan beredar di internet jadi untuk orang yang awam dengan dunia IT pun bisa mengikuti dengan mudah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/tampilan-droid.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-647" title="tampilan-droid" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/tampilan-droid-300x187.png" alt="" width="300" height="187" /></a><span id="more-643"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Secara <em>default </em>Android memang dirancang untuk handphone touchren, tapi beberapa pabrikan juga menyediakan tombol qwerty pada produknya dengan tidak menghilangkan fitur touchscreen.<br />
<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Push email, Social Network, Chat (IM), segala sesuatu yang berkaitan dengan ke-eksis an</strong><br />
Kalo ada orang pake Blackberry (BB) karena alasan <em>push email</em> sekarang udah waktunya kita ketawa, karena apa..? hampir semua sistem operasi mobile sudah bisa melakukan hal ini asalkan kita terus terkoneksi ke internet. Kebutuhan social network sudah bisa dipenuhi di Android. Mau twitter, FB, Google Plus, Whatsapp semua ada.. satu-satunya yang ga ada adalah BBM (Blackberry Messenger)<em> *ya eya lah BBM kan emang produknya BB</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Android Market</strong><em><br />
</em>Harus diakui salah satu faktor kesuksesan android adalah keberadaan Android Market. Disini kita bisa mendapatkan berbagai macam aplikasi baik yang gratis maupun bayar, mulai dari aplikasi yang ga penting sampe yang benar-benar kita butuhkan jadi kesimpulannya kesuksesan android karena dukungan yang besar dari pihak developer.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisa buat cari duit</strong><br />
Punya kemampuan di <em>Mobile Programming..? </em>beruntunglah anda karena bisa menjual karya anda di Android Market. Bikin aplikasi <em>killer,</em> jual di market dan dapatkan kucuran dollar di rekening anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Beberapa fitur <em>killer </em></strong><br />
Beberapa fitur yang bikin iri pengguna handphone lain adalah Tethering yang sudah tersedia mulai Android Froyo (2.2) Tethering sendiri memungkinkan handphone kita untuk menjadi sebuah Acces Point/HotSpot jadi misal kita terhubung dengan internet dan teman kita ingin terhubung dengan internet namun tidak memiliki akses paket data maka bisa melakukan koneksi internet menggunakan wifi melaui handphone kita, gampangnya kita bisa melakukan share koneksi internet.<br />
Yang disukai dari Android adalah kebebasan, ya kebebasan melakukan apapun terhadap handphone kita tertutama untuk merk Samsung dan HTC karena <em>BootLoader </em>dari kedua merk tersebut dibuat <em>open </em>jadi kita bisa mengoprek handphone kita sesuka hati</p>
<p style="text-align: justify;">Itu lah pandangan singkat tentang Android sebetulnya masih banyak sih yang bisa dipaparkan tapi lagi males nulis ini. Semoga paparan singkat diatas bisa membuka pemahaman teman-teman yang masih awam dengan Android <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Referensi</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29">[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/kenapa-harus-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IcedTea Project</title>
		<link>http://danubudi.web.id/icedtea-project/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/icedtea-project/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 09:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi]]></category>
		<category><![CDATA[distro]]></category>
		<category><![CDATA[fedora]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[icedtea]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[openjdk]]></category>
		<category><![CDATA[red hat]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[sun]]></category>
		<category><![CDATA[sun microsystems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya sore ini lagi males untuk ngetik postingan baru tapi setelah dipikir-pikir lama juga ga nyampah disini dan rugi juga kayae udah beli domain dan sewa hosting tapi kontennya ya itu-itu aja. Setelah mikir-mikir(dikit) akhirnya diputuskan menulis tentang Project Iced Tea dimana sumber utama tulisan ini adalah Wikipedia jadi bisa dibilang tulisan adalah versi Bahasa &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/icedtea-project/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/icedtea-project/" size="small"></g:plusone></div><p style="text-align: justify;">Sebetulnya sore ini lagi males untuk ngetik postingan baru tapi setelah dipikir-pikir lama juga ga nyampah disini dan rugi juga kayae udah beli domain dan sewa hosting tapi kontennya ya itu-itu aja. Setelah mikir-mikir(dikit) akhirnya diputuskan menulis tentang Project Iced Tea dimana sumber utama tulisan ini adalah Wikipedia jadi bisa dibilang tulisan adalah versi Bahasa Indonesianya aja dengan sepemahaman saya <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Readme : tulisan ini ditujukan pagi pecinta Bahasa Java, IT enthusias, dan pecinta sejarah IT. Jadi bagi anda yang tidak memenuhi syarat tadi maka disarankan untuk skip postingan ini karena banyak istilah teknis yang saya tulis disini namun keputusan tetap ditangan anda <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">IcedTea adalah sebuah proyek integrasi untuk OpenJDK yang dirilis oleh Red Hat pada bulan Juni 2007. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk membuat Java OpenJDK yang dirilis oleh SUN Microsystem sebagai free software pada tahun 2007 bisa digunakan tanpa membutuhkan software proprietary dimana hasil dari proyek ini memungkinkan bagi Fedora (Distri Linux buatan Red Hat) dan Distribusi Linux lainnya yang dengan tegas (bahasa kerennya istiqomah) memastikan semua software yang berjalan pada sistemnya adalah free software</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;">Proyek ini dilaksanakan menyusul dirilisnya HotSpot Virual Machine dan Java Compiler oleh SUN pada November 2006, dan sebagian besar source code dari class library pada tahun 2007. Namun bagian pada clas library seperti font rendering, colour management, dan sound support hanya disediakan plugin dengan lisensi proprietary, hal ini disebabkan karena source code dari plugin tersebut dibuat oleh pohak ketiga, bukan oleh SUN Microsystems. OpenJDK sendiri dipublish dengan menggunakan lisensi GNU General Public License (GPL) dimana GPL adalah salah satu lisensi Free Software.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikarenakan komponen yang tidak sepenuhnya Free maka tidak dimungkinkan bagi OpenJDK untuk dibangun menggunakan komponen Free Software. SUN berencana untuk menegosiasikan kepada pemilik lisensi untuk merilis source code menggunakan lisensi Free Software namun jika gagal mengganti elemen proprietary tersebut dengan implementasi alternatif. Sun sendiri telah memutuskan untuk menggunakan source code proprietary tersebut pada rilis program yang disertifikasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pengumuman tersebut (SUN merilis OpenJDK dengan tetap menggunakan komponen Proprietary) Proyek IcedTea diumumkan secara formal pada 7 Juni 2007, dengan menggunakan repository yang disediakan oleh tim GNU Classpath (GNU Classpath sendiri adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk menciptakan implementasi Free Software dari Class Library untuk bahasa pemrograman Java). Tim ini tidak bisa menggunakan nama OpenJDK untuk software ini karena &#8220;OpenJDK&#8221; sendiri adalah trademark yang dimiliki oleh SUN Microsystems. Sebagai gantinya sebuah nama sementara &#8220;IcedTea&#8221; digunakan untuk software ini.<span id="more-625"></span></p>
<p style="text-align: justify;">5 November 2007 Red Hat menandatangani perjanjian Sun Contributor dan Lisensi OpenJDK Community. Press release menyarankan hal ini karena dirasa bisa memberikan keuntungan untuk proyek IcedTea. Shimon Phipps menyarankan kemungkinan dari IcedTea untuk dimasukkan ke dalam openjdk.java.net dan Mark Reinhold memberikan pernyataan bahwa dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut membuat Red Hat memungkinkan mengkontribusikan bagian dari IcedTea untuk diikutsertakan SUN kedalam mainstram JDK. Sejak saat itu sejumlah patch dari IcedTea telah membuat jalan mereka kedalam OpenJDK6.</p>
<p style="text-align: justify;">Juni 2008 diumumkan bahwa IcedTea6 (versi OpenJDK untuk Fedora 9) telah lolos tes Technology Compability Kit dan dikaim kompatibel dengan implementasi Java6. Proyek ini berlanjut dengan mengikuti perkembangan OpenJDK6 dan OpenJDK7 dalam repository terpisah dan melakukan kontribusi patch untuk kedua sistem tersebut (OpenJDK6 dan OpenJDK7) jika memungkinkan.</p>
<p><strong>Tujuan</strong></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;">Secara Spesifik tujuan dari proyek IcedTea ada dua. Tujuan pertama adalah untuk membuat GNU Compiler Java untuk melakukan kompilasi kode OpenJDK, permasalahannya adalah satu-satunya progam yang mampu melakukan kompilasi software OpenJDK adalah Software Proprietary SUN JDK. Distribusi Linux seperti Fedora tidak bisa bergantung pada perangkat proprietary untuk membangun program jadi proyek IcedTea ada untuk memungkinkan kompilasi source code menggunakan Free Software. Ketika proyek ini selesai maka versi IcedTea dari OpenJDK bisa melakukan kompilasi sendiri sehingga tidak lagi membutuhkan software non Free Software untuk melakukan kompilasi di masa mendatang. Tujuan kedua adalah untuk menyediakan paket pengganti dari plugin proprietary yang sebelumnya telah berada di OpenJDK karena SUN tidak bisa merilis semua source code.</p>
<p><strong>Keuntungan lain</strong></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;">IcedTea menyediakan sebuah Free Software Java Web Browser plugin. Plugin ini adalah pertama kalinya dilakukan di browser 64-bit dan dibawah sistem operasi Linux 64-bit, sebuah fitur yang nantinya disediakan oleh SUN JRE (Java Runtime Environment). Plugin ini cocok untuk mengaktifkan support Java Applet pada Mozzila Firefox 64-bit. IcedTea juga menyediakan implementasi Free Java Web Start sebagai bentuk pengembangan dari Netx. SUN sendiri membuat janji dengan merilis plugin dan implementasi Web Start sebagai bagian dari OpenJDK namun selalu gagal untuk memenuhi meskipun terus mendapatkan tekanan dari komunitas. Pengembangan dari plugin IcedTea berlanjut dengan versi terakhir dari plugin Next-Generation yang mensupport Google Chromium. Pengambangan saat ini terpisah dengan proyek IcedTea-Web</p>
<p style="text-align: justify;">Source : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IcedTea" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/IcedTea</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/icedtea-project/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Android SDK di Komputer Linux-based</title>
		<link>http://danubudi.web.id/install-android-sdk-di-komputer-linux-based/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/install-android-sdk-di-komputer-linux-based/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 06:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[froyo]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[handphone]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[sdk]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[uprek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Siapapun tahu kalau Android dikembangkan menggunakan kernel Linux namun yang jadi pertanyaan saya adalah kenapa kebanyakan tutorial untuk nguprek si Android mesti mengunakan OS Windows sebagai base OS nya. Setelah searching kesana kemari barulah saya mendapatkan pencerahan bagaimana melakukan beberapa uprekan pada komputer berbasis linux dan yang paling mendasar adalah melakukan instalasi Android SDK pada &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/install-android-sdk-di-komputer-linux-based/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/install-android-sdk-di-komputer-linux-based/" size="small"></g:plusone></div><p style="text-align: justify;">Siapapun  tahu kalau Android dikembangkan menggunakan kernel Linux namun yang  jadi pertanyaan saya adalah kenapa kebanyakan tutorial untuk nguprek si  Android mesti mengunakan OS Windows  sebagai base OS nya. Setelah searching kesana kemari barulah saya  mendapatkan pencerahan bagaimana melakukan beberapa uprekan pada  komputer berbasis linux dan yang paling mendasar adalah melakukan  instalasi Android SDK pada komputer kita. Dibawah ini adalah  langkah-langkahnya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Download Android SDK <a href="http://developer.android.com/sdk" target="_blank">disini</a></li>
<li>Ekstrak file hasil download ke folder <em>/home</em> dan rename folder hasil ekstraksi dengan nama <strong>AndroidSDK</strong> (ini hanya contoh, silahkan menggunakan nama lain sesuai kebutuhan)</li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong>tar -zxvf android-sdk_r10-linux_x86.tar.gz</strong></span></p></blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Masukkan path environment variable ~/AndroidSDK pada file <em>.bash_profile </em>atau<em> .bashrc</em> pada direktori<em> /home</em></li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --> <span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong>PATH=$PATH:$HOME/AndroidSDK:$HOME/AndroidSDK/tools export PATH</strong></span><span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong> </strong></span></p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong>PATH=$PATH:$HOME/AndroidSDK/platform-tools export PATH </strong></span></p></blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>logout dan login untuk menerapkan setingan baru</li>
<li>Lakukan update android sdk dengan masuk ke folder /tools pada AndroidSDK</li>
<li>setelah masuk folder /tools ketikkan perintah berikut</li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong>android update sdk</strong></span></p></blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Maka akan muncul kotak dialog seperti ini</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/Screenshot.png"><img class="aligncenter" title="Screenshot" src="../wp-content/uploads/Screenshot-300x176.png" alt="" width="300" height="176" /></a></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Selanjutnya silahkan centang SDK Platform sesuai kebutuhan (Contoh untuk Froyo maka pilih platform 2.2)</li>
<li>Klik install dan tunggu proses instalasi hingga selesai</li>
<li>Setelah  proses installasi selesai maka akan muncul folder baru bernama  Platform-tools, silahkan masuk ke folder itu dan melakukan beberapa  perintah dasar seperti <strong>adb devices</strong> maka akan muncul output seperti dibawah ini</li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<blockquote><p><span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong>danu@sidanu:~/AndroidSDK$ adb devices<br />
* daemon not running. starting it now on port 5037 *<br />
* daemon started successfully *<br />
List of devices attached<br />
S5830ef499db1    device</strong></span></p></blockquote>
</blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Jika  tampilan seperti diatas maka update Android SDK telah berjalan sukses  dan selanjutnya kita bisa berkomunkasi dengan handphone android kita  menggunakan<span style="font-family: Nimbus Mono L,monospace;"><strong> adb shell</strong></span></li>
<li>Sebagai  catatan perintah adb bisa dilakukan dimanapun tidak harus di folder  AndroidSDK karena kita telah mengatur path installasi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Semoga membantu <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Referensi :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://fedoraproject.org/wiki/User:Hpejakle/Android">https://fedoraproject.org/wiki/User:Hpejakle/Android</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/install-android-sdk-di-komputer-linux-based/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disable Root Login dan sudo pada Fedora dan Centos</title>
		<link>http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 08:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[admin]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[fedora]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[root]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[sudo]]></category>
		<category><![CDATA[visudo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/</guid>
		<description><![CDATA[sudo adalah sebuah perintah/mekanisme yang akan memberikan hak akses admin terhadap user yang terdaftar dalam suatu mesin. kenapa dibutuhkan sudo..? karena untuk sebuah server yang didalamnya terdapat beberapa admin adalah untuk memudahkan pencarian atas siapa-siapa yang bertanggunjawab terhadap segala sesuatu yang terjadi terhadap server tersebut, jadi jika suatu saat terjadi sesuatu terhadap server maka dengan &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/" size="small"></g:plusone></div><p style="TEXT-ALIGN: justify">sudo adalah sebuah perintah/mekanisme yang akan memberikan hak akses admin terhadap user yang terdaftar dalam suatu mesin. kenapa dibutuhkan sudo..? karena untuk sebuah server yang didalamnya terdapat beberapa admin adalah untuk memudahkan pencarian atas siapa-siapa yang bertanggunjawab terhadap segala sesuatu yang terjadi terhadap server tersebut, jadi jika suatu saat terjadi sesuatu terhadap server maka dengan sudo bisa diketahui siapakah yang harus bertanggung jawab. Secara default sudo sudah diaktifkan pada sistem operasi Debian Linux dan turunannya namun tidak pada beberapa distro linux lainnya, dibawah ini adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan sudo pada Fedora dan Centos.</p>
<ul>
<li>Login ke mesin/server/komputer menggunakan root</li>
<li>masuk ke file konfigurasi</li>
<li style="FONT-FAMILY: Courier New; LIST-STYLE-TYPE: none">
<blockquote>
<p>/usr/sbin/visudo</p>
</blockquote>
</li>
<li>Login ke mesin/server/komputer menggunakan root</li>
<li style="LIST-STYLE-TYPE: none">edit baris</li>
<li style="FONT-FAMILY: Courier New; LIST-STYLE-TYPE: none">
<blockquote>
<p># %wheel ALL=(ALL) ALL</p>
</blockquote>
</li>
<li style="LIST-STYLE-TYPE: none">menjadi</li>
<li style="FONT-FAMILY: Courier New; LIST-STYLE-TYPE: none">
<blockquote>
<p>%wheel ALL=(ALL) ALL</p>
</blockquote>
</li>
<li>Simpan dan tutup file tersebut</li>
<li>masukkan user yang akan diberikan hak akses kedalam group wheel</li>
<li style="FONT-FAMILY: Courier New; LIST-STYLE-TYPE: none">
<blockquote>
<p>gpasswd -a {nama_user} wheel</p>
</blockquote>
</li>
</ul>
<p>Sekarang user yang sudah masuk group wheel bisa melakukan sudo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/disable-root-login-dan-sudo-pada-fedora-dan-centos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pake Gtalk Menggunakan Pidgin</title>
		<link>http://danubudi.web.id/pake-gtalk-menggunakan-pidgin/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/pake-gtalk-menggunakan-pidgin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 05:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[google talk]]></category>
		<category><![CDATA[instant messenger]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pidgin]]></category>
		<category><![CDATA[ssl]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Gtalk, aplikasi Instan Messenger besutan Google pasti udah banyak yang tahu dan pake. Pidgin, Aplikasi Instan Messenger multi protokol kayae banyak (pengguna linux) yang tahu. Disini saya ga akan membahas kedua benda diatas kayae udah banyak banget yang bahas (alasan utamanya sih karena males ). Baiklah bagi yang baru pertama menggunakan Pidgin dan ingin menggunakan &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/pake-gtalk-menggunakan-pidgin/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/pake-gtalk-menggunakan-pidgin/" size="small"></g:plusone></div><p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://www.google.com/talk/" target="_blank">Gtalk,</a> aplikasi Instan Messenger besutan Google pasti udah banyak yang tahu dan pake. <a href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a>, Aplikasi Instan Messenger multi protokol kayae banyak (pengguna linux) yang tahu. <br/>Disini saya ga akan membahas kedua benda diatas kayae udah banyak banget yang bahas (alasan utamanya sih karena males <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). <br/>Baiklah bagi yang baru pertama menggunakan Pidgin dan ingin menggunakan Gtalk di pidgin dibawah ini adalah langkah singkat penggunaannya</p>
<ol>
<li>ketika awal masuk pidgin setelah installasi pasti akan muncul menu untuk menambah user pilih <strong>add</strong> selanjutnya pada tab basic pilih <strong>Google Talk</strong> pada Protocol</li>
<li>Masukkan <strong>username</strong> Gtalk beserta <strong>Passwordnya</strong> di tempat yang telah disediakan.</li>
<li>Seharusnya sampai sini kita sudah bisa masuk account Gtalk kita, namun terkadang ada permasalahan dimana error yang sering muncul adalah tidak bisa masuk ke serper.</li>
<li>untuk mengatasi permasalahan ini masuk ke tab <strong>Advance</strong> beri centang <strong>Force old SSL, Connect port</strong> diganti 443, dan <strong>Connect Server</strong> diganti talk.google.com.</li>
</ol>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dengan tambahan dua langkah diatas harusnya kita sudah bisa menggunakan Account <a href="http://www.google.com/talk/" target="_blank">Gtalk</a> di <a href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a>. <br/>Selamat mencoba <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/pake-gtalk-menggunakan-pidgin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Honeypot, Know Your Enemy</title>
		<link>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 00:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[high interaction]]></category>
		<category><![CDATA[honeypot]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[low interaction]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden satpam jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/" size="small"></g:plusone></div><p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot.png"><img src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot-150x150.png" title="honeypot" height="150" width="150" alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-383"/></a> Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden <em>satpam</em> jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja tidak semua <em>Satpam</em> mendeploy di jaringannya (kayaknya para <em>satpam</em> suka melototin log secara manual sambil makan, sambil update status, atau sambil sikat gigi hehehe). Disini saya akan coba bahas overview singkat tentang Honeypot</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Apa itu Honeypot</strong> <br/>Honeypot adalah suatu sistem yang akan menarik perhatian penyerang ataupun malware untuk melakukan serangan. Di sisi penyerang/malware honeypot akan terlihat seperti sistem jaringan biasa lengkap dengan Sistem Operasi dan service-service yang berjalan didalamnya, sehingga diharapkan penyerang/malware akan melakukan serangan atau menginfeksikan diri pada sistem Honeypot tersebut. <br/>Bagi <em>Satpam</em> yang mengimplementasikan Honeypot serangan yang dilakukan pada sistem Honeypot akan menjadi masukkan untuk mempelajari pola serangan yang dilakukan karena memang inilah inti dari pengimplementasian Honeypot yaitu membiarkan penyerang/malware melakukan serangan terhadap sistem yang dibuat daripada mencegahnya dan selanjutnya mempelajari pola serangan yang dilakukan jadi selanjutnya bisa melakukan langkah preventif terhadap jaringan yang dilindungi. <br/>Secara umum inti dari Honeypot adalah menciptakan sebuah sistem virtual dimana sistem ini merupakan <em>fake environment</em> yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerang. Ketika penyerang melakukan tindakan ilegal maka Honeypot akan memberikan <em>fake value</em> terhadap penyerang sehingga penyerang merasa telah melakukan penetrasi sistem padahal yang dihadapi adalah <em>fake environment</em> yang dibentuk oleh Honeypot.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Macam-Macam Honeypot</strong> <br/>Honeypot sendiri dibagi menjadi dua kategori yaitu Low Interaction Honeypot dan High Interaction Honeypot <br/><em><strong>High Interaction Honeypot</strong></em> adalah sistem yang mengoperasikan Sistem Operasi penuh sehingga penyerang akan melihatnya sebagai sebuah sistem operasi/host yang siap untuk dieksploitasi (dan memang seperti itu lah keadaannya) Inti dari High Interaction adalah sistem ini nantinya akan diserang oleh penyerang. <br/>Yang perlu dipahami dari High Interaction Honeypot adalah sistem ini bukan sebuah software ataupun daemon yang siap diinstall pada komputer Host namun lebih kepada sebuah paradigma, sebuah arsitektur jaringan, dengan kata lain High Interaction Honeypot adalah sekumpulan komputer yang dirancang sedemikian rupa dalam sebuah jaringan agar &#8220;terlihat&#8221; dari sisi penyerang dan tentunya sekumpulan komputer ini akan terus dimonitor dengan berbagai tools networking. Komputer-komputer ini bisa dikatakan adalah komputer secara fisik (komputer yang benar-benar ada) atau komputer secara virtual (Virtual Operating System seperti VMware dan XEN) <br/><em><strong>Low Interaction Honeypot</strong></em> mensimulasikan sebuah sistem operasi dengan service-service tertentu (misalnya SSH,HTTP,FTP) atau dengan kata lain sistem yang bukan merupakan sistem operasi secara keseluruhan, service yang berjalan tidak bisa dieksploitasi untuk mendapatkan akses penuh terhadap honeypot. Low interaction akan melakukan analisa terhadap jaringan dan aktifitas worm. <br/>Sayangnya perkembangan dari Honeypot (Honeyd &#8212; Low Interaction Honeypot) sendiri tidak terlalu cepat bahkan update terbaru terjadi pada tahun 2007</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Kesimpulan (sementara) saya tentang Honeypot ini adalah bahwa sistem ini bukanlah sebuah sistem yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerangan (walaupun sistem ini juga cukup capable) namun lebih kepada paradigma cara berpikir seorang Satpam terhadap keamanan jaringan komputer yang dikelolanya</p>
<p>Sementara itu dulu tentang Honeypot tulisan selanjutnya menyusul&#8230; udah waktunya masuk sekarang <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Lebih lanjut tentang Honeypot :</strong> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeypots.net" target="_blank"><cite>www.<strong>honeypots</strong>.net</cite></a> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeyd.org" target="_blank"><cite>www.<strong>honeyd</strong>.org/</cite></a> <br/><a href="http://www.projecthoneypot.org/" target="_blank">www.projecthoneypot.org/</a></p>
<p>picture is taken from <a href="http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png" target="_blank">http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat watermark pada GIMP</title>
		<link>http://danubudi.web.id/membuat-watermark-pada-gimp/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/membuat-watermark-pada-gimp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 07:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[GIMP]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[manipulation]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang GIMP (GNU Image Manipulation Program) yang notabene barang OpenSource dan gratis ga bisa diandalkan toh buktinya saya fine-fine aja pake program ini. Dibawah ini adalah tutorial dalam membuat watermark pada gimp yang sumber aslinya ada di sini dengan menggunakan fitur Xach-Effect pada GIMP dengan sedikit tunning tentunya
gambar sebelum watermark

gambar setelah watermark

Langkah Pertama
tentu saja [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/membuat-watermark-pada-gimp/" size="small"></g:plusone></div><p>Siapa bilang <a href="http://www.gimp.org">GIMP (GNU Image Manipulation Program)</a> yang notabene barang OpenSource dan gratis ga bisa diandalkan toh buktinya saya fine-fine aja pake program ini. Dibawah ini adalah tutorial dalam membuat watermark pada gimp yang sumber aslinya ada di <a href="http://fence-post.deviantart.com/art/Simple-Watermarking-in-GIMP-52987829">sini</a> dengan menggunakan fitur Xach-Effect pada GIMP dengan sedikit tunning tentunya</p>
<p style="text-align: center;">gambar sebelum watermark</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-439" title="water1" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water11-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: center;">gambar setelah watermark</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" title="water1" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Langkah Pertama</strong></p>
<p style="text-align: left;">tentu saja buka gambar dengan program yang bernama GIMP lalu pilih Text Tool dan tuliskan watermark yang akan dimasukkan ke gambar</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-440" title="gimp2" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp2-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><strong>Langkah Kedua</strong></p>
<p>Pilih layer Text dan selanjutnya pilih Xach-effect yang terletak pada Filters -&gt; Light and Shadow -&gt; Xach Effect dengan setingan seperti gambar dibawah ini lalu klik OK. Selanjutnya Xach-Effect akan membuat dua layer tambahan yaitu Higlight dan Shadow</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp3.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-441" title="gimp3" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp3-1024x575.jpg" alt="" width="502" height="282" /></a></p>
<p><strong>Langkah Ketiga</strong></p>
<p>Turunkan nilai Opacity Layer pada layer text sehingga menjadi 0% dan Layer Higlight menjadi 60%</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp4.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-442" title="gimp4" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/gimp4-1024x575.jpg" alt="" width="502" height="282" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Dann whoaaaa…. jadi deh gambar yang telah di watermark <img class="wp-smiley" src="http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" title="water1" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/07/water1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: left;">selamat mencoba… <img class="wp-smiley" src="http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Referensi</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://fence-post.deviantart.com/art/Simple-Watermarking-in-GIMP-52987829">http://fence-post.deviantart.com/art/Simple-Watermarking-in-GIMP-52987829</a></p>
<hr /><small>Copyright © 2008<br />
This feed is for personal, non-commercial use only.<br />
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br />
)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/membuat-watermark-pada-gimp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat firewall di FreeBSD menggunakan IPFW</title>
		<link>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 08:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[bsd]]></category>
		<category><![CDATA[computer]]></category>
		<category><![CDATA[firewall]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[ipfw]]></category>
		<category><![CDATA[kernel]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[make]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama ga update blog sore ini kayae waktu yang tepat sambil menunggu waktu presentasi ke atasan, maka dari itu saya akan menulis sebuah tutorial membuat firewall pada mesin FreeBSD.
Firewall yang digunakan adalah IPFW, jangan tanya kenapa koq pake firewall ini karena emang lagi pengen pasang aja ga ada alasan tertentu hehehe. Firewall ini biasanya [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/" size="small"></g:plusone></div><div>Sudah lama ga update blog sore ini kayae waktu yang tepat sambil menunggu waktu presentasi ke atasan, maka dari itu saya akan menulis sebuah tutorial membuat firewall pada mesin FreeBSD.</div>
<div>Firewall yang digunakan adalah IPFW, jangan tanya kenapa koq pake firewall ini karena emang lagi pengen pasang aja ga ada alasan tertentu hehehe. Firewall ini biasanya sudah terpasang pada saat kita melakukan installasi FreeBSD</div>
<div>Step ini adalah opsional namun jika menambahkan fungsi NAT maka dilakukanlah compile kernel. Sebagai catatan editor yang digunakan adalah <em>ee (easy-editor)</em></div>
<div>Pastikan IPFW belum dicompile pada kernel</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># ipfw list</span></div>
</blockquote>
<div>jika didapatkan error maka kita harus melakukan kompilasi kernel</div>
<blockquote>
<div>i<span style="font-family: 'Courier New';">pfw: </span><span style="font-family: 'Courier New';">getsockopt(IP_FW_GET): Protocol not availabl</span>e</div>
</blockquote>
<div>Berpindah ke lokasi kernel dan copy kernel asli freebsd</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># cd /usr/src/sys/1386/conf</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># cp GENERIC IPFWKERNEL</span></div>
</blockquote>
<div>tambahkan support IPFW</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># ee IPFWKERNEL</span></div>
</blockquote>
<div>tambahkan line berikut ini pada kernel diatas</div>
<blockquote><p><span style="font-family: 'Courier New';">options IPFIREWALL # dibutuhkan untuk IPFW<br />
options IPFIREWALL_VERBOSE # optional; logging<br />
options IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=10 # optional; don’t get too many log entries<br />
options IPDIVERT # dibutuhkan untuk NAT</span></p></blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">tutup dan simpan perubahan pada file. Selanjutnya adalah build kernel baru</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># cd /usr/src</span></span></div>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># make buildkernel KERNCONF=IPFWKERNEL<span id="more-374"> </span></span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">Install kernel baru</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># make installkernel KERNCONF=IPFWKERNEL</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">selanjutnya reboot mesin anda</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># reboot</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong>ENABLE IPFW pada saat boot mesin</strong></span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong><br />
</strong></span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masuk ke /etc/rc.conf</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># ee /etc/rc.conf</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masukkan line dibawah ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">firewall_enable=”YES”</span></span></div>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">firewall_script=”/usr/local/etc/ipfw.rules”</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">tutup dan simpan file tersebut</span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong>Menulis Rule pada script Firewall</strong> </span></div>
<div>masuk ke script ipfw.rules</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Comic Sans MS';"># ee </span><span style="font-family: 'Comic Sans MS';">/usr/local/etc/ipfw.rules</span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masukkan line dibawah ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">I</span></span><span style="font-family: 'Courier New';">PF=”ipfw -q add”</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">ipfw -q -f flush</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">#loopback</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 10 allow all from any to any via lo0</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 20 deny all from any to 127.0.0.0/8</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 30 deny all from 127.0.0.0/8 to any</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 40 deny tcp from any to any frag</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># statefull</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 50 check-state</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 60 allow tcp from any to any established</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 70 allow all from any to any out keep-state</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 80 allow icmp from any to any</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># open port ftp (20,21), ssh (22), mail (25) http (8118), dns (53)</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 110 allow tcp from any to any 21 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 120 allow tcp from any to any 21 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 130 allow tcp from any to any 22 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 140 allow tcp from any to any 22 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 150 allow tcp from any to any 25 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 160 allow tcp from any to any 25 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 170 allow udp from any to any 53 in </span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 175 allow tcp from any to any 53 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 180 allow udp from any to any 53 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 185 allow tcp from any to any 53 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 200 allow tcp from any to any 80 in<br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 210 allow tcp from any to any 80 out<br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># deny and log everything</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 500 deny log all from any to any</span></div>
</blockquote>
<div>tutup dan simpan perubahan</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># sh /usr/local/etc/ipfw.rules</span></div>
</blockquote>
<div>selanjutnya ketikkan command dibawah <span style="font-family: 'Courier New';">ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">#ipfw list</span></div>
</blockquote>
<div>perhatikan apa yang muncul… <img class="wp-smiley" src="http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></div>
<div>IPFW sudah siap digunakan</div>
<hr /><small>Copyright © 2008<br />
This feed is for personal, non-commercial use only.<br />
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br />
)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Narcism of my desktop</title>
		<link>http://danubudi.web.id/narcism-of-my-desktop/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/narcism-of-my-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 04:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[desktop]]></category>
		<category><![CDATA[kde]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open]]></category>
		<category><![CDATA[suse]]></category>
		<category><![CDATA[wallpaper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Desktopnya mau numpang Narsis&#8230;. Boleh kan&#8230;.


Running on Dellia
Linux 2.6.31.5-0.1-desktop
OpenSuse 11.2
KDE Desktop 4.2

Copyright &#169; 2008 This feed is for personal, non-commercial use only.  The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/narcism-of-my-desktop/" size="small"></g:plusone></div><address>Desktopnya mau numpang Narsis…. Boleh kan…. <img class="wp-smiley" src="http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> </address>
<p><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/04/desktop.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-365" title="desktop" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/04/desktop-300x168.png" alt="" width="559" height="312" /></a></p>
<ul>
<li>Running on <a href="http://danubudi.web.id/dell-inspiron-1320/">Dellia</a></li>
<li>Linux 2.6.31.5-0.1-desktop</li>
<li>OpenSuse 11.2</li>
<li>KDE Desktop 4.2</li>
</ul>
<hr /><small>Copyright © 2008<br />
This feed is for personal, non-commercial use only.<br />
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br />
)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/narcism-of-my-desktop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dell Inspiron 1320</title>
		<link>http://danubudi.web.id/dell-inspiron-1320/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/dell-inspiron-1320/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 22:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[dell]]></category>
		<category><![CDATA[esata]]></category>
		<category><![CDATA[hdmi]]></category>
		<category><![CDATA[inspiron]]></category>
		<category><![CDATA[intel]]></category>
		<category><![CDATA[kde]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[notebook]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[port]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[usb]]></category>
		<category><![CDATA[wide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya seri ini udah lama munculnya (akhir 2009) dan sebetulnya (lagi) saya juga sudah lama memiliki namun yaa apa daya kemalasan mengalahkan segalanya. Baru sekarang bisa memberikan review tentang produk ini.
Pertimbangan dari pemilihan pemilihan produk ini adalah lebih kepada ukurannya yang relatif kecil, tipis, ringan, dan tentunya harganya yang terjangkau. Kenapa saya mencari yang kecil [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/dell-inspiron-1320/" size="small"></g:plusone></div><p><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/03/laptop-inspiron-1320-design1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-332" title="laptop-inspiron-1320-design1" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/03/laptop-inspiron-1320-design1-276x300.jpg" alt="" width="182" height="199" /></a>Sebetulnya seri ini udah lama munculnya (akhir 2009) dan sebetulnya (lagi) saya juga sudah lama memiliki namun yaa apa daya kemalasan mengalahkan segalanya. Baru sekarang bisa memberikan review tentang produk ini.</p>
<p>Pertimbangan dari pemilihan pemilihan produk ini adalah lebih kepada ukurannya yang relatif kecil, tipis, ringan, dan tentunya harganya yang terjangkau. Kenapa saya mencari yang kecil dan tipis..?? karena saya termasuk tipe orang yang suka mondar-mandir (ketika saya membeli produk ini) jadi Backpack selalu terisi Notebook. Sehubungan dengan laptop lawan saya (Dell Vostro A840) sudah dihibahkan ke <a href="http://greenleaf-aaronice.blogspot.com/">adek</a> maka saya mencari pengganti untuk kebutuhan pekerjaan saya.</p>
<p>Secara penampilan notebook ini pas dengan keinginan saya yaitu simpel dan ga neko-neko, kenapa simpel..? karena di layout keyboard cuman ada keyboard  itu sendiri dan tombol power, lampu LED nya sendiri hanya dua yaitu lampu power dan lampu indikator Harddisk. Bandingkan dengan notebook lansiran <a href="http://www.acer.co.id">Acer</a> atau <a href="http://www.toshiba.co.id">Toshiba</a> yang tombol multimedia nya banyak banget, di Inspiron 1320 semuanya sudah diwakilkan di layout keyboard. Ada satu terobosan menarik di seri ini, karena memang seri Inspiron adalah seri multimedia maka di BIOS ada seting untuk keyboard. Pada keyboard konvensional untuk melakukan fungsi tambahan (seperti switch wireless, volume seting) pada keyboard maka kita harus sambil memencet tombol <span style="color: #ff0000;">fn</span> sedangkan pada seri ini secara default (bawaan pabrik) tidak usah menekan tombol <span style="color: #ff0000;">fn</span> justru ketika kita butuh key F1 &#8211; F12 maka harus dibarengi dengan menekan tombol<span style="color: #ff0000;"> fn</span>. Fitur ini cukup membantu karena sebetulnya user relatif jarang menggunakan tombol F1 &#8211; F12 (terutama pengguna Linux + desktop KDE) namun jika ingin menggunakan seting keyboard konvensional kita tinggal mengganti seting di BIOS. Urusan Layar seri ini mengadopsi resolusi HD (16:9) jadi relatif lebih panjang daripada notebook 13 inchi wide screen.<span id="more-331"></span></p>
<p>Urusan performa seri ini termasuk bagus untuk harga sekelasnya dengan prosessor P7350, memori 2GB, harddisk 320 GB sudah ada port HDMI dan eSata + port 1394 sudah sangat memenuhi kebutuhan bekerja saya. Sekedar tambahan untuk Inspiron 1320 yang masuk Indonesia menggunakan Prosessor seri T namun karena saya ambil dari Singapura maka saya bisa mendapatkan seri P (dimana seri P ini merupakan perpaduan dari seri T yang cepet dan seri U yang hemat listrik) layarnya sendiri menggunakan LED jadi bisa semakin menghemat penggunaan beterai. Berbekal baterai 6 Cell (56Whr) untuk pemakaian normal (office, internet, menjalankan lagu) bisa bertahan sampe lebih dari 4 jam, ketika di tes menjalankan film notebook ini sanggup memutar beberapa film dari keadaan baterai full charging.<a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/03/30112009021124ec83b5.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-333" title="30112009021124ec83b5" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/03/30112009021124ec83b5-300x260.jpg" alt="" width="300" height="260" /></a></p>
<p>Kekurangan dari Seri ini (dan kebanyakan seri Dell lainnya) adalah ketersediaan port USB yang terbatas, hanya dua bahkan ada teman yang menggunakan seri Studio XPS 1340 hanya memiliki satu port, selain itu modem di seri ini juga ditiadakan.</p>
<p>Dibawah ini adalah Spesifikasi lengkap Dell Inspiron 1320</p>
<ul>
<li>Intel Core2Duo P7350</li>
<li>320 GB HDD</li>
<li>2GB Memory RAM</li>
<li>13 inchi HD</li>
<li>HDMI Port</li>
<li>1394 port</li>
<li>eSata</li>
<li>2 USB Port</li>
<li>intel X4500HD VGA Card</li>
<li>1.3 mp Webcam</li>
<li>Wifi</li>
<li>Bluetooth</li>
<li>Multimedia Card Reader</li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>
<div class='wpfblike'><fb:like href='http%3A%2F%2Fdanubudi.web.id%2Fdell-inspiron-1320%2F' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/dell-inspiron-1320/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

