Archive

Posts Tagged ‘mahasiswa’

Konsultasi Secara Fisik, masih relevankah untuk jurusan IT ..???

December 20th, 2008 danu 3 comments

Semenjak menjadi mahasiswa tingkat 3 kebanyakan kita melihat hiruk-pikuk senior yang melakukan konsultasi kepada Dosen pembimbing Tugas Akhir. Mengantre di depan ruang Dosen, dari pagi sampai sore, membawa cetakan draft Tugas Akhir, dan tidak jarang pula harus kembali dengan muka cemberut (kecewa) karena tidak bisa menemui sang Dosen pembimbing. Sebagai mahasiswa memang sangat menyebalkan ketika tidak bisa menemui Dosen pembimbing karena hal tersebut menyebabkan terhambatnya kelancaran mahasiswa dalam menyelesaikan Tugas Akhir, belum lagi ketika otak sudah mampet dan tidak bisa diajak kompromi lagi. Di sisi lain seorang Dosen memiliki banyak tanggung jawab, menjadi konsultan untuk banyak mahasiswa, harus mengajar, melakukan segala sesuatu di luar kampus, dan lain sebagaimana. Jadi dimanakah sebenarnya titik temu dari kedua sisi tersebut..???

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih seharusnya menjadi fasilitas yang memadai untuk mempertemukan dua sisi diatas (mahasiswa dan Dosen). Banyak manfaat yang bisa diambil dari perkembangan teknologi saat ini, apa lagi bagi jurusan Teknologi Informasi (TI) hal tersebut haruslah bukan menjadi masalah yang berarti karena saban hari bergelut dengan kecanggihan teknologi informasi. Di bawah ini adalah beberapa fasilitas teknologi informasi yang bisa dijadikan solusi untuk mempertemukan permasalahan antara Mahasiswa dan Dosen.

lanjut bacanya…

Linus Torvalds

October 18th, 2008 danu 3 comments

Dikutip secara penuh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds sebagai referensi kita bersama dan menyelami kerendahan hati sang Founding Father LINUX

Linus Benedict Torvalds (lahir 28 Desember 1969 di Helsinki, Finlandia) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.

Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.

Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.

Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.

Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.

Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.

Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.

Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.

Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dan press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus (dan Steve Wozniak). Dan setannya tentu Bill Gates :)

Categories: linux

Compression Plugin created by Cheap Web Hosting - ?Powered by Designer Handbags and mobilt bredbÄnd.