Archive

Posts Tagged ‘malang’

Coban Rondo

July 30th, 2010 danu No comments

Proses Geomorfologis terjadinya Air Terjun Coban Rondo

Air terjun Coban Rondo berasal dari air hujan yang ditampung oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Coban Rondo yang berada di leren Gunung Kawi. Luas DAS Coban Rondo diperkirakan 1252,6Ha, dan curah hujannya sekitar 1.721 mm/tahun, sehingga diperkirakan DAS Coban Rondo menampung sekitar 21,6 milyar liter air hujan per tahun dan dialirkan melalui sungai Coban Rondo dengan debit terendah sekitar 150 liter/detik.

Fluktuasi debit air terjun Coban Rondo sangat tergantung pada curah hujan dan kondisi vegetasi / hutan didalam DAS Coban Rondo. Apabila hutannya gundul, maka pada saat musim hujan debitnya sangat tinggi dan airnya coklat (erosi), sedangkan pada musing kering airnya sedikit.

Karena kecuramannya, sifat tanahnya mudah erosi dan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya tanah longsong pada bagian yang lemah.

Legenda Coban Rondo

Asal-usul Coban Rondo berasal dari sepasang pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro, namun orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena baru selapan. Keduanya bersikeras pergi berangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi di perjalanan. Ketika di perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Perkelahian tidak dapat dihindarkan, kepada Punokawan yang menyertainya Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang ada Cobannya (air terjun). Perkelahian berlangsung seru dan akhirnya sama-sama gugur, dengan demikian akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda (Janda dalam bahasa Jawa berarti Rondo).

Sejak saat itulah, Coban tempat tinggal Dewi Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan nama Coban Rondo.

Konon batu besar dibawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.

Categories: Daily Journal, Hobi

Rumah Baca Cerdas

June 7th, 2010 danu No comments

Rumah Baca Cerdas atau yang lebih sering disebut RBC merupakan salah tempat yang relatif baru (atau lebih tepatnya tempat yang baru aku ketahui) di Daerah Malang. Terletak di dekat gerbang masuk Perumahan Elit Permata Jingga. Bangunannya terdiri dari dua lantai, lantai satu terdiri dari Bar untuk memesan minuman dan makanan, Sofa, meja, tempat lesehan, Proyektor Multimedi beserta layarnya, toilet, dan ruang manajemen, sedangkan lantai 2 berisi rak-rak yang penuh dengan buku bacaan beserta meja dan kursinya dan ruang Shalat.

Harus diakui ide dari pembuatan RBC ini adalah ide yang cerdas dimana tempatnya sangat cozy… baik untuk masyarakat yang ingin sekedar berleha-leha, kongkow bersama teman, sampai belajar ataupun berinternet ria karena ditempat ini juga disediakan koneksi internet secara gratis. Sangat jarang kebutuhan lingkungan yang tenang untuk belajar bisa diakomodasi sama baiknya dengan kebutuhan bersantai ria bersama rekan dalam satu lokasi bahkan dalam satu ruangan.


Ornamen tempat ini memang dibuat bernuansa keilmuan dengan balutan suasana santai. Di sana sini terdapat tempelan dinding berisi sejarah yang rata-rata berkaitan dengan ilmu percetakan dan buku. Menu yang disajikan juga cukup menarik terutama minuman dan snacknya, walaupun dengan harga yang relatif agak mahal namun sepadan dengan yang disajikan. Menu favorit saya sendiri adalah olahan kopi yang dengan harga sekitar 5000-7000 rasanya sudah hampir mendekati (walaupun ga dekat-dekat banget sih)rasa kopi yang biasa dijual di resto kopi seperti Kedai Espresso dengan harga yang jauh lebih mahal

Jadi bagi rekan yang menginginkan situasi belajar yang nyaman dan tenang dengan nuansa yang mengasyikan, atau bersantai bersama teman (sendirian juga boleh) maupun sambil berinternet ria tempat ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Categories: Daily Journal

Ready, Camera, Action

July 27th, 2009 danu 1 comment

Bareng teman-teman Bike to Work Malang menyusuri perkemahan Bedengan di Selorejo Dau pas sampe di perkemahan bikin jepretan pas kita-kita lagi beraksi……….. langsung Cekidottt

Categories: Hobi

Ayo Maen Ke Wendit

April 8th, 2009 danu 5 comments

pasukan yang hadirSabtu 4 April 2009 maen-maen ke Wana Wisata Wendit. Tempat ini berada di kawasan Pakis. Bersama teman-teman KKN di Blitar : Putu, Ira, Christin, Agus, Putri, Faya, dan Bayu (koq cuman dikit ya??? yang laennya pada sibuk sendiri ada yang ngerjakan tugas, ada yang pulang dan lain-lain) Tiket masuknya tergolong mahal Rp 10.200,00 (nanggung banget ya…???) padahal dulu sebelum renovasi cuman sekitar Rp 5000,00. Pertama masuk kita langsung disambut oleh kera-kera yang memang hidup bebas di kawasan ini cuman hati-hati jika membawa makanan ditenteng bisa-bisa direbut sama kera-kera ini. Di dalamnya ada kawasan untuk Outbond, tempat berenang, dan Water Boom. Selain itu juga terdapat danau kecil yang disediakan perahu untuk para pelancong. Ada 4 macam perahu disini, yang motor tarifnya Rp. 3000,00 tiap orang, Perahu Bebek (yang ngayuhnya pake mancal) Rp.10.000 untuk 20 menit maksimal 4 orang, Perahu dayung kecil tarifnya Rp.10.000 untuk 20 menit maksimal 4 orang, dan perahu dayung sedang Rp.15.000,00 untuk 20 menit maksimal 6 orang. Berhubung kami ber delapan disewalah 2 buah kapal dayung ukuran kecil. Satu perahu bersama Putu, Putri, dan Ira proses memasuki perahu cukup menegangkan terutama bagi para cewek karena ketika ada seseorang masuk perahu maka perahu akan tergoncang cukup keras. Usai proses naik perahu perjalanan dimulai sambil sesekali ngajari Ira mendayung (sumpah pengen ketawa pas liat anak ini ndayung) beberapa ketegangan muncul apalagi kalau bukan perahu yang tiba-tiba oleng bukan karena takut tenggelam tapi males basah-basahan secara cuman bawa satu baju dan takut hape rusak hihihi. Acara dayung mendayung diiringi dengan proses pengambilan gambar (bahasa kasarnya narsis-narsisan di depan kamera) secara bergantian dengan perahu satunya. Setelah beberapa lama ketegangan yang lain muncul karena perahu motor lewat dan kami yang memakai perahu dayung terkena gelombangnya alhasil kapal bergoyang cukup kencang membuat teman-teman cewek mengeluarkan suara yang cukup membuat kuping saya bermasalah haduuh….

Puas bermain kapal bermain ke tempat permainan anak-anak sekalian nostalgia masa-masa TK dulu. Bermain jungkitan, komidi putar, dan bandulan ( tau nih bahasa Indonesia bener ga…) dan tetap proses narsis berjalan dengan baik dan benar. Setelah puas disana (lebih tepatnya bosan) langsung mencari tempat Shalat dan persiapan pulang karena hari telah beranjak sore dan perut keroncongan. Perburuan selanjutnya adalah tempat makan dan perjuangan melawan rasa lapar berakhir ketika ke 4 motor parkir di halaman Cak PI’I. Disini berisi menu yang serba crispy dan ada satu menu yang bikin penasaran yaitu Lalapan jamur, setelah dicoba rasanya memang mantap ga rugi dah ngeluarin Rp.8000,00 untuk satu porsinya cuman sayang nasinya masih kurang hehehe maklum terbiasa porsi kuli… hehehe.

Usai sudah main-main hari sabtu ini setelah acara makan selesai. Semua pada kembali ke aktifitas sendiri-sendiri. Ada Ira yang udah kebelet pulang soale sudah waktunya kencan dan aku sendiri yang mau Kopdar sama teman-teman KPLI Malang.

Thanks buat Putri atas upload Fotonya di Facebook… semoga rekreasi selanjutnya bisa membawa pasukan lebih banyak :)

ini tambahan gambar lainnya…

n1157123597_30400197_1049152 n1157123597_30400195_3609153

n1157123597_30400152_1341927n1157123597_30400149_7021369

Categories: Daily Journal

Touring Malang-Surabaya-Probolinggo-Malang with Sepeda

August 20th, 2008 danu 12 comments

Etape Malang – Surabaya

Hari Senin 11 Agustus 2008 saya bersama Mas Kautsar dan Mas Barka melakukan touring ke arah Surabaya. Perjalanan dimulai dari Bundaran Pesawat di Jln. Sukarno Hatta Malang pukul 3.30. Sebenarnya sih pengennya berangkat jam 3.00 namun karena menunggu mas Barka dengan minuman Tamarilonya perjalanan baru bisa dimulai pukul 3.30. Sebelum berangkat kami melakukan doa bersama agar perjalanan kami diberikan kelancaran dan keselamatan sampai ke tujuan dan kembali ke tempat semula.

Karena masih gelap kami berjalan beriringan dengan formasi mas Kautsar yang paling belakang dan aku paling depan, Mas Kautsar paling belakang karena beliau memasang lampu pada seat standing biar ga ditabrak mobil dari belakang. Perjalanan dilanjutkan kearah Singosari, Lawang, Purwodadi, dan akhirnya kami berbelok ke arah Surabaya melalui Purwosari, karena jalannya kebanyakan menurun kami banyak santainya dan pada etape inilah mas Barka sampai khilaf menggenjot sepedanya seperti lagi lomba di Tour de Franc sampai – sampai saya harus mengejar beliau hanya untuk memberi tahu bahwa kita harus segera cari masjid untuk shalat subuh. Di Purwosari kami berhenti di salah satu masjid di depan Pom Bensin untuk melaksankan Shalat Subuh. Di Masjid ini juga kami sempat ngobrol dengan pasangan yang juga memiliki tujuan ke Surabaya tapi menggunakan sepeda motor. Setelah beristirahat sekitar 45 menit perjalanan dimulai kembali sekitar pukul 5.45, matahari sudah mulai menujukkan mukanya diselingi beberapa kendaraan yang rata2 menuju ke arah pasar, sekitar pukul 06.00 kami masuk daerah Pandaan dan disinilah pertarungan sesungguhnya dimulai yaitu berebut jalan dengan kendaran bermotor entah itu Sepeda motor, mobil, angkutan, sampai truk dan bis. Kalo truk dan sepeda motor sih masih mending karena drivernya biasanya memberi kesempatan kami untuk lewat tapi kalo bis dan angkotan fiuuh…. Mereka seenaknya aja berhenti di pinggir jalan yang pada akhirnya kami terpaksa berhenti mendadak, asem…..

Pukul 7.00 kami memasuki Porong dan masih bertarung dengan banyak kendaraan bermotor (malah semakin parah) berhenti sebentar di daerah wisata Lumpur Porong sambil melihat beberapa semburan lumpur yang semakin banyak. Sekitar 15 menit kami berada di daerah Porong setelah itu memasuki Kota Sidoarjo (setelah sebelumnya melewati Tanggulangin) sambil sesekali melihat kelompok goweser lain (kayaknya dari club) yang kebanyakan (kayaknya malah semuanya) menggunakan jenis sepeda balap. Di kota Sidoarjo sekitar setengah jam termasuk sedikit nyasar karena salah ambil jalan maka terpaksa deh melanggar lalu lintas dengan seenaknya melompat ke lintasan (baca : jalan) yang benar menuju arah Surabaya. Keluar dari Kota Sidoarjo kami memasuki Kabupaten Sidoarjo ga tau daerahnya apa tapi yang aku ingat daerah Waru, tidak ada hambatan berarti selama bergowes di Kabupaten Sidoarjo (kecuali ya itu…. Kendaraan bermotornya), by the way Kabupaten Sidoarjo yang ke arah Surabaya kelihatan ga kayak kabupaten soalnya kehidupan masyarakatnya Kota banget….

Read more…

Categories: Daily Journal, Hobi

Cross Country On Bululawang Malang

July 31st, 2008 danu 4 comments

Setelah mutar2 cari trek baru akhirnya berhasil juga memetakan track Cross Country di daerah Bululawang (Strart) dan berakhir di Perempatan Kelurahan Kedungkandang (Finish). Trek ini lengkap mulai melewati jalan beraspal, jalan makadam, jalan tanah, menyusuri pematang sawah, tanjakan (pendek dan panjang), turunan yang ringan sampai bisa membuat tangan bergetar kencang, melewati pemukiman penduduk, dan menyusuri sungai, sampe melewati jembatan kecil yang dari bambu. Pokoke lengkap dan trek ini sangat cocok untuk penggemar sepeda pemula (seperti saya) untuk merasakan rute Cross Country, secara garis besar medannya tidak terlalu berat namun ada beberapa jalan yang hanya bisa dilewat sepeda satu persatu (Sayang saya belum bisa mengupload fotonya).

Sudah ada dua orang selain saya yang merasakan trek ini (dari Komunitas Bike To Work Malang) dan tentunya memakan korban hehehe…. pada salah satu trek tanjakan yang lumayan panjang rekan yang tadinya mengayuh sepeda di tanjakan akhirnya harus menuntun sepedanya (mungkin kecapekan gara2 malamnya begadang hehehe :D ) dan yang pasti setelah melewti rute tersebut sangat saya sarankan untuk melakukan acara cuci sepeda karena yaaa jalannya yang oke banget hehehe :) )

secara total perjalanan dari malang dan menyelesaikan trek ini sekitar lebih kurang 3 jam (PP Malang -> Bululawang -> Kedungkandang -> Malang) dengan catatan bersepeda terus tanpa henti. Selain itu kita bisa mendapatkan senyum ramah dari penduduk desa…. lucunya juga waktu jalan ngelewati rumah penduduk anak2 kecil nganggap para goweser lagi balapan.

Bagi para goweser Malang dan sekitarnya (khususnya) dan Indonesia (pada umumnya) yang pengen merasakan trek ini silahkan menghubungi saya melalui ym: ilkomers05 ato email di ilkomers05@yahoo.co.id sambil mencantumkan kontak yang bisa dihubungi :D

dan kita bisa mapping trek Cross Country selanjutnya…..

Categories: Daily Journal, Hobi

Compression Plugin created by Cheap Web Hosting - ?Powered by Designer Handbags and mobilt bredbånd.