Archive

Posts Tagged ‘server’

Membuat DNS Server pada jaringan lokal

May 18th, 2009 danu 12 comments

Untuk memberikan nama domain pada suatu mesin/server maka dibutuhkanlah DNS Server. DNS server berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP sebuah server menjadi nama domain. Seperti contoh http://danubudi.web.id mempunyai IP : 66.197.178.245 atau www.friendster.com mempunyai alamat IP (pada salah satu servernya) : 209.11.168.112 (karena Friendster mempunyai 6 server), jadi secara mudahnya ketika seseorang mengakses/merequest situs http://danubudi.web.id oleh DNS request tersebut akan diarahkan ke server yang memiliki IP : 66.197.178.245.

Pada percobaan kali ini dilakukan pada mesin OpenSuse 11 pada jaringan lokal. kebanyakan sistem operasi Linux sebagian besar distro sudah memiliki Bind yang merupakan software DNS Server.

Langkah Pertama
melakukan installasi DNS Server (jika sudah ada pada mesin anda maka tahapan ini langsung dilewati)

Langkah Kedua
melakukan seting pada konfigurasi DNS
lokasi file : /etc/named.conf

# is the definition of the root name servers. The second one defines
# localhost while the third defines the reverse lookup for localhost.

zone “.” in {
type hint;
file “root.hint”;
};

zone “localhost” in {
type master;
file “localhost.zone”;
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” in {
type master;
file “127.0.0.zone”;
};

# Include the meta include file generated by createNamedConfInclude. This
# includes all files as configured in NAMED_CONF_INCLUDE_FILES from
# /etc/sysconfig/named
zone “jaringanlokal.net” {
type master;
file “/var/lib/named/db.jaringanlokal.net”;
};
zone “0.0.10.in-addr.arpa” {        ——-> 3 byte pertama dari ip server dibalik
type master;
file “/var/lib/named/db.10.0.0″;
};

nb: yang berwarna biru adalah konfigurasi yang kita masukkan pada file tersebut yang mendefinisikan domain yang kita buat

Read more…

Categories: linux

Install Program di FreeBSD menggunakan Ports

May 4th, 2009 danu 1 comment

Gara-gara terpaksa bikin proxy server di PPE dan pak Arif mintanya pake FreeBSD ya udah lah (terpaksa) nyanggupin dan belajar FreeBSD. Salah satu fitur yang terdapat di FreeBSD adalah install program-program tambahan menggunakan Port. Kalo di Linux sama dengan menggunakan repository. Sebetulnya tutorial ini sudah dangat umum ditulis di internet cuman yaa sebagai tambah2an posting di blog dan dokumentasi pribadi saya tulis aja deh hehehe.

FreeBSD sendiri memiliki koleksi program yang lengkap di /usr/ports namun program-program ini masih mentah dan belum terinstall di mesin. Koleksi ini bisa terus diupdate untuk mendapatkan versi terbaru dan agar keamanan lebih terjaga. Cara ini mengharuskan kita memiliki koneksi internet

Cara melakukan Update

# portsnap fetch update

Mencari paket yang akan diinstall

# whereis apache20
apache20: /usr/ports/www/apache20

Hasil dari pencarian menunjukkan bahwa lokasi webserver apache seri 2.0 berada pada direktori /usr/ports/www/apache20
Menginstall Program

untuk melakukan installasi langkah pertama adalah berpindah ke lokasi dimana paket itu berada

# cd /usr/ports/www/apache20

setelah berada pada direktori tersebut instalasi dilakukan dengan perintah

# make install clean

Selesai… hihihi ternyata ga terlalu susah…

Categories: Teknologi Informasi

Akhirnya saya ditendang

December 22nd, 2008 danu 9 comments

Siang itu adalah siang yang saya sangat ingat mungkin untuk selamanya. Ketika itu bersama rekan seperjuangan bertemu Ketua Lab Jurusan yang baru menggantikan Ketua Lab Sebelumnya (terima kasih atas kepercayaannya Pak). Saat itu kami mengobrol ringan masalah Laboratorium, setelah beberapa saat kami mendapatkan pernyataan yang mengejutkan dari Ketua Lab dimana pernyataan ini mengutip dari pernyataan Bapak Kajur, pernyataannya adalah “Mahasiswa tidak boleh memasuki NOC (Network Operation Center) jurusan” wihhh.. saya sama cuman bisa berpandangan dengan teman saya itu dan saya konfirmasi ulang pernyataan itu kepada Ketua Lab dan memang betul kami mahasiswa tidak mempunyai hak akses di NOC jurusan. Tentu saja pernyataan itu sangat mengejutkan, secara selama ini yang mengembangkan NOC jurusan baik jaringan Internet, Web Server, FTP Server, Content di dalamnya, dan maintenance serta segala macam troubleshotingnya dikerjakan oleh mahasiswa dengan Ketua Lab yang terdahulu, bekerja tanpa ada perhatian sedikit pun dari pejabat jurusan, tanpa status yang jelas dan lain sebagainya, namun kami tetap melakukan itu semua dengan ikhlas karena masih ada yang “ngemong” kami yaitu Ketua Lab yang terdahulu.

Setelah mengakhiri percakapan yang “tidak penting” tersebut saya langsung kontak dengan teman seperjuangan lainnya setelah berdiskusi diputuskan bahwa kami mengundurkan diri dan menghapus semua account kami di NOC Jurusan dan tidak ada urusan lagi dengan NOC jurusan, kemungkinan minggu depan account saya sendiri akan benar2 hilang setelah sekitar setahun bercokol di server dan router Jurusan.

Kepada teman2 jurusan dan siapa saja yang biasa mendownload segala sesuatu dari Server Jurusan (baik webserver dan FTP Server) saya mohon maaf untuk ke depannya mungkin tidak akan bisa mendownload lagi karena kami sepakat untuk mengembalikan server dalam keadaan semula (read : keadaan sebelum di uprek2).

Categories: Daily Journal

Dasar o’on

September 10th, 2008 danu 2 comments

Gila……. ga tau ini apa karena pengaruh ga pernah berdoa, sering grusa-grusu, ato aku yang goblok… dua hari utek2 FTP server di komputerku gara2 ga bisa diakses sama komputer laen sampe oprek2 Xinetd segala :( . Sangking jengkelnya sampe aku jadikan status di Yahoo Messenger eh tiba2 mas Meti ngerespon setelah permasalahan saya sampaikan dan sampai pada satu kesimpulan “Firewall ?…………… ” Masya Allah aku langsung ingat waktu install OpenSuse dulu secara default firewall langsung jalan alhasil service FTP diblok sama firewall…. pantes aja ga ada yang bisa konek…

fiuh…. dasar otak ga beres ini…. anyway thanks buat Mas Meti atas koreksinya :D

Categories: Daily Journal

Linux Terminal Server Project (LTSP) solusi jaringan murah dan mudah

August 31st, 2008 danu 3 comments

Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah Thin Client Support untuk server linux. Thin client disini adalah suatu jaringan dimana komputer client (LTSP workstation) tidak memerlukan harddisk sehingga untuk masing2 komputer client tidak membutuhkan sistem operasi. Secara garis besar prinsip kerja dari LTSP adalah terdapat satu server LTSP yang diisi sistem operasi lengkap dengan aplikasi yang bakalan digunakan oleh komputer client selanjutnya komputer server dihubungkan dengan komputer client dan komputer client mengakses sistem operasi beserta aplikasi di Server LTSP jadi semua program yang ada di Server sama dengan yang ada di komputer Client.

LTSP dikatakan solusi jaringan murah karena dengan menggunakan komputer bekas sekelas Pentium 1 atau 2 asalkan memiliki interface card sudah bisa dijadikan komputer client karena yang melakukan pekerjaan sebenarnya adalah Server LTSP. Karena tanpa membutuhkan harddisk di masing2 komputer client jadi menekan pengadaan Hardware dan software, kenapa software juga terjadi penghematan? karena yang diinstal Sistem Operasi dan segala aplikasi pendukungnya hanya di sisi Server LTSP sedangkan untuk komputer client sekali lagi hanya mengakses aplikasi di server, gampangannya ketika kita melihat desktop Server LTSP menggunakan XWindow Gnome dengan aplikasi A,B,C maka hal yang sama juga akan kita dapati di komputer client.

Selain murah nilai lebih dari LTSP adalah karena kemudahan dari sisi administrasi. Bayangkan jika suatu saat jaringan yang kita kelola (jaringan konvensional) komputer clientnya terkena virus maka kita harus mengecek satu persatu komputer client tersebut atau ada banyak komputer client yang membutuhkan maintenence dari sisi software maka kita harus mengurusi komputer tersebut satu persatu, dengan LTSP maka kita hanya perlu untuk menjaga (merawat) software di sisi Server dan mempermudah menajemen file dari masing2 client.

untuk informasi dan dokumentasi lebih lengkap silahkan berkungjung ke http://www.ltsp.org

Categories: Teknologi Informasi, linux

Masih Bermasalah dengan Linux..???

July 29th, 2008 danu 14 comments

Sebetulnya postingan ini sangat klise tapi ga apa2 lah toh cuma sekedar buat dibaca2 sambil baca kopi, dengerin MP3, dan nyamil2.

Seperti kita tahu banyak sekali user komputer yang emoh (ga mau sampai sumpah2) sama sistem operasi Linux alasan mereka bermacam-macam mulai dari ga bisa, hardware ga support, aplikasi yang ga ada, sampai alasan ga penting semacam barang yang mbayar pasti lebih bagus daripada yang gratisan (oke kita ga ngomongin Linux dari segi harga, karene itu bukan tujuan dari gerakan OpenSource) padahal sudah sangat2 terbukti gimana stabilnya OS Linux berbagai macam distro telah tersedia dengan berbagai macam aplikasi pendukung dimana user tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan seperti Desktop : Ubuntu, OpenSuse, Mandriva; Server : Fedora, Centos, Slackware, Debian walaupun tidak menutup kemungkinan Ubuntu dijadikan server dan Slackware dijadikan Desktop.

Aplikasinya dah lengkap banget mau ketik2an ada OpenOffice; WebServer ada Apache,tomcat; SQL Server : Postgresql, MySQL, dll; .NET ada Mono; GUI Designer ada Monodevelop,QT DEsigner,Glade, dan banyak aplikasi ribuan lainnya bahkan ada distro yang frameworknya kaya OSX (OSnya Macintosh) serasa ngerasain Machintosh jadi sangat mengherankan kalau masih ada alasan untuk ga mau mencoba Sistem Operasi linux dalam (setidaknya) sehari aja.

Urusan game dah banyak solusinya dengan menggunakan Wine seperti contoh Call Of Duty 2, Age Of Empire dah running well bahkan game populer macam Quake ada versi Linuxnya (belum nyoba) aplikasi windows seperti Photoshop CS, Macromedia Flash dah bisa jalan dengan baik di Linux seperti layaknya berjalan secara native pada Sistem Operasi Windows (tapi harus diwaspadai apakah kita menggunakan aplikasi under Windows yang legal dalam artian bukan bajakan soalnya kalau bajakan sama juga bohong Sistem Operasinya nya aja yang LINUX legal tapi dalamnya bajakan :P ) dan seperti banyak dibahas di berbagai media, Hollywood dan film2 box office yang notabene penghasil spesial efek jempolan telah menggunakan aplikasi dan Sistem Operasi Open Source dalam memproduksi filmnya.

Pernah suatu ketika di NOC jurusan tempat saya “mengabdi” Bu Sekjur menggunakan salah satu komputer client di ruang tersebut (seluruh client dan server menggunakan Centos) dan beliau ga tau kalo yang bersangkutan lagi pake Linux dan beliau fine2 aja tuh terus sama salah satu dosen saya (dan ketua Lab Jurusan) bilang kalo komputer yang dipake itu Linux beliau langsung kaget (kaya orang baru liat hantu) dan setelah beliau tenang saya bertanya “emang susah bu pake Linux? ” dia bilang “mmm koq biasa aja yaa tapi ga deh pake Windows aja”. Lain lagi cerita di Lab suatu hari sama teman seperjuangan lima komputer di Lab dijalankan pake Linux dan anak2 dari Program Studi laen ga ada masalah tuh.. mereka fine2 aja sama kerjaan mereka…

Dari dua cerita pada paragraf diatas saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan orang masih takut sama nama LINUX padahal ketika mereka memakai mereka hanya butuh penyesuaian beberapa menit saja dan bisa melakukan pekerjaan mereka tanpa hambatan yang berarti, dengan catatan mereka tidak menyadari bahwa komputer yang digunakan menggunakan Linux…

Atau ada kesimpulan laen..?? monggo dipersilahkan

Categories: Teknologi Informasi, linux

Compression Plugin created by Cheap Web Hosting - ?Powered by Designer Handbags and mobilt bredbånd.