Archive

Posts Tagged ‘ubuntu’

Enable wifi Broadcom BCM 4310 di Hardy

January 17th, 2009 danu 1 comment

Sebetulnya dah males bin bosen ngurusin wifi adapter di notebook yang ga support Linux secara langsung tapi gimana lagi sudah kadung nyanggupin buat ngurusin notebook Si Ipin dan daripada dia balik ke Wind***s… ya udah lah sabtu ini dikerjain sebelum minggat ke Blitar…

Cari2 di forum eh ternyata chipset ini sangat minim solusi namun semangat misionaris linux yang menggebu mengalahkan segalanya dan akhirnya dapat deh setelah main2 di Ubuntu Forum. Walaupun sama setidaknya tutorial kali ini mengatasi problem teman2 yang bermasalah dengan bahasa inggris :P   ***ya udah danu mana tutorialnya ga usah banyak bacootttt… !!! ***

oke – oke langsung saja kita mulai kelas hari ini….

langkah pertama (lakukan di terminal/konsole)

echo ‘blacklist bcm43xx’ | sudo tee -a /etc/modprobe.d/blacklist
sudo apt-get install ndiswrapper-utils-1.9
mkdir ~/bcm43xx; cd ~/bcm43xx

langkah kedua (lakukan di terminal/konsole)

wget http://myspamb8.googlepages.com/R174291-pruned.zip
unzip WPC54Gv2_40826-pruned.zip
cd R174291-pruned

langkah ketiga (lakukan di terminal/konsole)

sudo ndiswrapper -i bcmwl5.inf
ndiswrapper -l
sudo depmod -a
sudo modprobe ndiswrapper
sudo cp /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces.orig
echo -e ‘auto lo\niface lo inet loopback\n’ | sudo tee /etc/network/interfaces
sudo ndiswrapper -m
echo ‘ndiswrapper’ | sudo tee -a /etc/modules
echo ‘ENABLED=0′ | sudo tee -a /etc/default/wpasupplicant


lanjut langkah keempat…

Categories: Daily Journal, linux

Karena Wanita Ingin Dimengerti — Part II

December 26th, 2008 danu 4 comments

Sore itu saya di sms sama seseorang (sebut saja namanya Ipin) sekali lagi beliau seorang cewek dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unibraw. SMS nya berisi permintaan untuk benerin Laptopnya (Compaq Presario V3906) yang restart mulu, trus pas aku cek rupanya terkena Blue Screen Of Death (Penyakit menahun Windows lah hahaha) sambil sesekali aku cekokin sama linux aku benerin laptopnya pake cd Windows XP SP2 (lagi males kalo mau ngajarin cewek lagi hehehe) eh ternyata ada masalah pas mau install ulang, ternyata hardisknya ga di-detect sama Windows XP aku ulang terus eh ternyata sama aja ya udah gara-gara jengkel aku boot pake DVD Ubuntu Ultimate 2.0 dan si Ipin aku suruh maenan Linux pake Vostroku eh setelah sekitar setengah jam dia bilang “bagus mas aku suka”. Pas aku boot pake Ubuntu eh hardisknya ke-detect dengan baik dan benar sekaligus isinya terbaca dengan semestinya.

Setelah aku kasih tau keadaan laptopnya langsung dia bilang “iya wes mas install linux aja, daripada nunggu-nunggu Windows ga beres-beres” ya udah aku install tanpa basa-basi. Instalasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam lah. Setelah instalasi langsung aku tes laptopnya dan wiiihhh satu kesimpulan yang aku berikan “Laptop ini Linux Support” semuanya berjalan dengan baik, trackpad yang dulunya saya ragukan ternyata jalan dengan baik tanpa ada konfigurasi apapun. Tambahan juga fungsi scroll pada touchpadnya berjalan dengan sangat baik di Ubuntu, hal yang tidak ditemukan oleh si Ipin di Sistem Operasinya yang kemaren. Ajegile……… (tau gitu kemaren aku ambil laptop ini hehehehe)

Habis utek-utek dikit aku kasih tau si Ipin masalah Compiz biar configure dikit-dikit lah…. dan beberapa setingan dasar Ubuntu eh si Ipin langsung utek theme nya dan nonton film kesukaannya.. Ipin dan Upin pake Totem atauu Mplayer. Yang pasti si Ipin dah enjoy banget sama laptopnya sambil membiasakan diri.

Emang enak banget koq pake Linux cukup Instalasi satu jam kita dah bisa internetan sambil dengerin Dream Theater dan nonton Transformer hehehehe.

Nb : ketika lagi proses installasi dan utek-utek Ubuntu ada seorang kawan lagi yang tertarik sama Linux, kali ini calon user barunya cowok (heheheh bakalan menyelamatkan satu lagi pinguin tersesatnya) dia excited banget :D . Ketika berita ini ditulis si Ipin lagi mainan sama Sistem Operasi barunya tersebut.

Categories: linux

Karena Wanita Ingin Dimengerti

December 23rd, 2008 danu 10 comments

ilc-ubuntu-lobiKejadian ini terjadi beberapa minggu yang lalu, seorang anak FIA Unibraw (sebut saja namanya Rat) membeli sebuah laptop Dell Inspiron 1420 dan beliau meminta saya untuk menginstall Linux di Laptopnya. Setelah dipikir-pikir saya putuskan untuk menginstall Ubuntu di laptopnya dengan pertimbangan dukungan komunitas yang luas, kemudahan yang ditawarkan, dan repository yang lengkap untuk end user. Hal mendasar yang membuat beliau ingin menginstall linux adalah karena masalah virus dan efek-efek anjrit (compiz) yang ditawarkan. Setelah installasi selesai Rat segera pulang karena ada urusan penting (sebagai catatan beliau adalah orang yang awam di dunia komputer, di Sistem Operasi Windows pun dia hanya bisa mendengarkan musik dan mengetik di MS-Word). Selang beberapa hari saya di sms dengan beliau isinya seperti ini:

Rat    : om caranya Install XP gimana?

Saya : ga tau…

Rat    : ayo lah om….

Saya : Kalo Rat tanya masalah ubuntu aku pasti bisa jawab kalo XP aku ga tau..

Rat    : wahh om gitu sihhh hiks :-(

dan selang…

Categories: Daily Journal, linux

Count Down OpenSuse 11.1

November 17th, 2008 danu 3 comments

WORO – WORO…….. Bagi penggemar OpenSuse (seperti saya) ntar lagi bakalan dirilis seri 11.1 tanggal 18 Desember 2008. Previewnya bisa dilihat disini dari beberapa previewnya sih versi teranyar ini bakalan menggunakan Desktop KDE 4.1.3 tapi kalo pengen yang versi 3.5 masih disediakan koq dan GNOME 2.24.1. Installernya “katanya” memiliki partitioner yang sudah dikembangkan lebih lanjut yang mempermudah user untuk memanage partisi hardisknya.

yang asik juga sudah tersedia OpenOffice 3.0 yang sudah bisa membuka file yang digenerate Microsoft Office 2007 (docx,xlsx,pptx, dan x x yang lainnya) –kabar burung nya sih setelah microsoft didesak untuk membuka kode ekstensi anyar itu — dan penambahan aplikasi yang bernama Tasque (semacam aplikasi to-do list) dan bisa bersinkronisasi dengan Milk dan Evolution.

Semoga repository versi baru ini semakin lengkap (terutama game dan aplikasi senang2 ) soale sering iri liat Ubuntu yang pilihan game di reponya yang banyak…. :)

bagi teman2 yang pengen masang applet countdown berbahasa Indonesia bisa mengcopy script dibawah ini yang saya dapatkan dari Pak Vavai — Terima kasih sekali om…..

Ukuran Kecil

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small.id” /></a>

Ukuran Sedang

<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium.id”/></a>

Ukuran Besar

<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large.id”/></a>

Selain itu untuk versi Bahasa Inggrisnya juga ada, saya ambil dari situsnya OpenSuse

Ukuran Kecil

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small” border=”0″/></a>

Ukuran Sedang

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium” border=”0″/></a>

Ukuran Besar

<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large” border=”0″/></a>

Categories: linux

Mengamankan Centos 5 dengan Sudo dan Disable root login

November 13th, 2008 danu 13 comments

Cara ini saya pakai ketika kepingin pake Sudo kaya Ubuntu yang secara default tidak ada akses secara langsung ke root biar para admin memiliki akse sendiri2 ke mesin dan memudahkan kita untuk melihat log dari tiap user yang bertanggungjawab terhadap mesin

Langkahnya seperti ini :

Login sebagai Root

Untuk meng-enable sudo lakukan langkah berikut
masuk ke lokasi file sudo, jalankan perintah di bawah ini :

/usr/sbin/visudo


baris yang didahului dengan tanda # menunjukkan bahwa konfigurasinya diabaikan. Buang tanda # pada baris dibawah ini :

# %wheel ALL=(ALL) ALL menjadi seperti ini %wheel ALL=(ALL) ALL

dengan menghilangkan # pada awal baris mengindikasikan setiap user yang berada dalam group wheel bisa menggunakan sudo untuk menjalankan apapun dari manapun.

Masukkan account yang akan melakukan sudo dalam group wheel. Dalam contoh ini nama user adalah pemula ketik perintah berikut di konsole :

gpasswd -a pemula wheel

Sekarang user pemula bisa melakukan sudo

disable root account, hal ini bisa dilakukan dengan mengunci password root
perintahnya :

passwd -l root

jangan lupa ketika melakukan sudo diisi dengan password account yang bersangkutan bukan password root karena dari pengalaman orang yang belum terbiasa menggunakan sudo akan menggunakan password root

referensi : http://edipage.wordpress.com/2008/09/30/quickly-secure-centos-5-by-enabling-sudo-disabling-root-and-limiting-access/

Categories: linux

Masih Bermasalah dengan Linux..???

July 29th, 2008 danu 14 comments

Sebetulnya postingan ini sangat klise tapi ga apa2 lah toh cuma sekedar buat dibaca2 sambil baca kopi, dengerin MP3, dan nyamil2.

Seperti kita tahu banyak sekali user komputer yang emoh (ga mau sampai sumpah2) sama sistem operasi Linux alasan mereka bermacam-macam mulai dari ga bisa, hardware ga support, aplikasi yang ga ada, sampai alasan ga penting semacam barang yang mbayar pasti lebih bagus daripada yang gratisan (oke kita ga ngomongin Linux dari segi harga, karene itu bukan tujuan dari gerakan OpenSource) padahal sudah sangat2 terbukti gimana stabilnya OS Linux berbagai macam distro telah tersedia dengan berbagai macam aplikasi pendukung dimana user tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan seperti Desktop : Ubuntu, OpenSuse, Mandriva; Server : Fedora, Centos, Slackware, Debian walaupun tidak menutup kemungkinan Ubuntu dijadikan server dan Slackware dijadikan Desktop.

Aplikasinya dah lengkap banget mau ketik2an ada OpenOffice; WebServer ada Apache,tomcat; SQL Server : Postgresql, MySQL, dll; .NET ada Mono; GUI Designer ada Monodevelop,QT DEsigner,Glade, dan banyak aplikasi ribuan lainnya bahkan ada distro yang frameworknya kaya OSX (OSnya Macintosh) serasa ngerasain Machintosh jadi sangat mengherankan kalau masih ada alasan untuk ga mau mencoba Sistem Operasi linux dalam (setidaknya) sehari aja.

Urusan game dah banyak solusinya dengan menggunakan Wine seperti contoh Call Of Duty 2, Age Of Empire dah running well bahkan game populer macam Quake ada versi Linuxnya (belum nyoba) aplikasi windows seperti Photoshop CS, Macromedia Flash dah bisa jalan dengan baik di Linux seperti layaknya berjalan secara native pada Sistem Operasi Windows (tapi harus diwaspadai apakah kita menggunakan aplikasi under Windows yang legal dalam artian bukan bajakan soalnya kalau bajakan sama juga bohong Sistem Operasinya nya aja yang LINUX legal tapi dalamnya bajakan :P ) dan seperti banyak dibahas di berbagai media, Hollywood dan film2 box office yang notabene penghasil spesial efek jempolan telah menggunakan aplikasi dan Sistem Operasi Open Source dalam memproduksi filmnya.

Pernah suatu ketika di NOC jurusan tempat saya “mengabdi” Bu Sekjur menggunakan salah satu komputer client di ruang tersebut (seluruh client dan server menggunakan Centos) dan beliau ga tau kalo yang bersangkutan lagi pake Linux dan beliau fine2 aja tuh terus sama salah satu dosen saya (dan ketua Lab Jurusan) bilang kalo komputer yang dipake itu Linux beliau langsung kaget (kaya orang baru liat hantu) dan setelah beliau tenang saya bertanya “emang susah bu pake Linux? ” dia bilang “mmm koq biasa aja yaa tapi ga deh pake Windows aja”. Lain lagi cerita di Lab suatu hari sama teman seperjuangan lima komputer di Lab dijalankan pake Linux dan anak2 dari Program Studi laen ga ada masalah tuh.. mereka fine2 aja sama kerjaan mereka…

Dari dua cerita pada paragraf diatas saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan orang masih takut sama nama LINUX padahal ketika mereka memakai mereka hanya butuh penyesuaian beberapa menit saja dan bisa melakukan pekerjaan mereka tanpa hambatan yang berarti, dengan catatan mereka tidak menyadari bahwa komputer yang digunakan menggunakan Linux…

Atau ada kesimpulan laen..?? monggo dipersilahkan

Categories: Teknologi Informasi, linux

Compression Plugin created by Cheap Web Hosting - ?Powered by Designer Handbags and mobilt bredbånd.