<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situsnya Danu &#187; unix</title>
	<atom:link href="http://danubudi.web.id/tag/unix/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danubudi.web.id</link>
	<description>Baca sendiri aja lah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 03:15:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Honeypot, Know Your Enemy</title>
		<link>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 00:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>
		<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[high interaction]]></category>
		<category><![CDATA[honeypot]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[low interaction]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden satpam jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/" size="small"></g:plusone></div><p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot.png"><img src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2010/11/honeypot-150x150.png" title="honeypot" height="150" width="150" alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-383"/></a> Oke oke saya akui Honeypot memang bukan sesuatu yang baru di dunia Network Security, namun bolehlah saya nulis daripada ga ada update sama sekali hehehe&#8230; lucunya dari 100 persen responden <em>satpam</em> jaringan yang saya tanyai hanya sedikit persen (bahasaku kacau) yang tau dan mengimplementasikan Honeypot didalam sistem jaringan, jangankan Honeypot, IDS (Intrusion Detection System) aja tidak semua <em>Satpam</em> mendeploy di jaringannya (kayaknya para <em>satpam</em> suka melototin log secara manual sambil makan, sambil update status, atau sambil sikat gigi hehehe). Disini saya akan coba bahas overview singkat tentang Honeypot</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Apa itu Honeypot</strong> <br/>Honeypot adalah suatu sistem yang akan menarik perhatian penyerang ataupun malware untuk melakukan serangan. Di sisi penyerang/malware honeypot akan terlihat seperti sistem jaringan biasa lengkap dengan Sistem Operasi dan service-service yang berjalan didalamnya, sehingga diharapkan penyerang/malware akan melakukan serangan atau menginfeksikan diri pada sistem Honeypot tersebut. <br/>Bagi <em>Satpam</em> yang mengimplementasikan Honeypot serangan yang dilakukan pada sistem Honeypot akan menjadi masukkan untuk mempelajari pola serangan yang dilakukan karena memang inilah inti dari pengimplementasian Honeypot yaitu membiarkan penyerang/malware melakukan serangan terhadap sistem yang dibuat daripada mencegahnya dan selanjutnya mempelajari pola serangan yang dilakukan jadi selanjutnya bisa melakukan langkah preventif terhadap jaringan yang dilindungi. <br/>Secara umum inti dari Honeypot adalah menciptakan sebuah sistem virtual dimana sistem ini merupakan <em>fake environment</em> yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerang. Ketika penyerang melakukan tindakan ilegal maka Honeypot akan memberikan <em>fake value</em> terhadap penyerang sehingga penyerang merasa telah melakukan penetrasi sistem padahal yang dihadapi adalah <em>fake environment</em> yang dibentuk oleh Honeypot.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>Macam-Macam Honeypot</strong> <br/>Honeypot sendiri dibagi menjadi dua kategori yaitu Low Interaction Honeypot dan High Interaction Honeypot <br/><em><strong>High Interaction Honeypot</strong></em> adalah sistem yang mengoperasikan Sistem Operasi penuh sehingga penyerang akan melihatnya sebagai sebuah sistem operasi/host yang siap untuk dieksploitasi (dan memang seperti itu lah keadaannya) Inti dari High Interaction adalah sistem ini nantinya akan diserang oleh penyerang. <br/>Yang perlu dipahami dari High Interaction Honeypot adalah sistem ini bukan sebuah software ataupun daemon yang siap diinstall pada komputer Host namun lebih kepada sebuah paradigma, sebuah arsitektur jaringan, dengan kata lain High Interaction Honeypot adalah sekumpulan komputer yang dirancang sedemikian rupa dalam sebuah jaringan agar &#8220;terlihat&#8221; dari sisi penyerang dan tentunya sekumpulan komputer ini akan terus dimonitor dengan berbagai tools networking. Komputer-komputer ini bisa dikatakan adalah komputer secara fisik (komputer yang benar-benar ada) atau komputer secara virtual (Virtual Operating System seperti VMware dan XEN) <br/><em><strong>Low Interaction Honeypot</strong></em> mensimulasikan sebuah sistem operasi dengan service-service tertentu (misalnya SSH,HTTP,FTP) atau dengan kata lain sistem yang bukan merupakan sistem operasi secara keseluruhan, service yang berjalan tidak bisa dieksploitasi untuk mendapatkan akses penuh terhadap honeypot. Low interaction akan melakukan analisa terhadap jaringan dan aktifitas worm. <br/>Sayangnya perkembangan dari Honeypot (Honeyd &#8212; Low Interaction Honeypot) sendiri tidak terlalu cepat bahkan update terbaru terjadi pada tahun 2007</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Kesimpulan (sementara) saya tentang Honeypot ini adalah bahwa sistem ini bukanlah sebuah sistem yang akan melakukan penjebakan terhadap penyerangan (walaupun sistem ini juga cukup capable) namun lebih kepada paradigma cara berpikir seorang Satpam terhadap keamanan jaringan komputer yang dikelolanya</p>
<p>Sementara itu dulu tentang Honeypot tulisan selanjutnya menyusul&#8230; udah waktunya masuk sekarang <img src='http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Lebih lanjut tentang Honeypot :</strong> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeypots.net" target="_blank"><cite>www.<strong>honeypots</strong>.net</cite></a> <br/><a href="F:/Danu/Blog/client/temp/www.honeyd.org" target="_blank"><cite>www.<strong>honeyd</strong>.org/</cite></a> <br/><a href="http://www.projecthoneypot.org/" target="_blank">www.projecthoneypot.org/</a></p>
<p>picture is taken from <a href="http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png" target="_blank">http://voiphoney.sourceforge.net/img/honeypot.png</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/honeypot-know-your-enemy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat firewall di FreeBSD menggunakan IPFW</title>
		<link>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 08:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[bsd]]></category>
		<category><![CDATA[computer]]></category>
		<category><![CDATA[firewall]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[ipfw]]></category>
		<category><![CDATA[kernel]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[make]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama ga update blog sore ini kayae waktu yang tepat sambil menunggu waktu presentasi ke atasan, maka dari itu saya akan menulis sebuah tutorial membuat firewall pada mesin FreeBSD.
Firewall yang digunakan adalah IPFW, jangan tanya kenapa koq pake firewall ini karena emang lagi pengen pasang aja ga ada alasan tertentu hehehe. Firewall ini biasanya [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/" size="small"></g:plusone></div><div>Sudah lama ga update blog sore ini kayae waktu yang tepat sambil menunggu waktu presentasi ke atasan, maka dari itu saya akan menulis sebuah tutorial membuat firewall pada mesin FreeBSD.</div>
<div>Firewall yang digunakan adalah IPFW, jangan tanya kenapa koq pake firewall ini karena emang lagi pengen pasang aja ga ada alasan tertentu hehehe. Firewall ini biasanya sudah terpasang pada saat kita melakukan installasi FreeBSD</div>
<div>Step ini adalah opsional namun jika menambahkan fungsi NAT maka dilakukanlah compile kernel. Sebagai catatan editor yang digunakan adalah <em>ee (easy-editor)</em></div>
<div>Pastikan IPFW belum dicompile pada kernel</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># ipfw list</span></div>
</blockquote>
<div>jika didapatkan error maka kita harus melakukan kompilasi kernel</div>
<blockquote>
<div>i<span style="font-family: 'Courier New';">pfw: </span><span style="font-family: 'Courier New';">getsockopt(IP_FW_GET): Protocol not availabl</span>e</div>
</blockquote>
<div>Berpindah ke lokasi kernel dan copy kernel asli freebsd</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># cd /usr/src/sys/1386/conf</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># cp GENERIC IPFWKERNEL</span></div>
</blockquote>
<div>tambahkan support IPFW</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># ee IPFWKERNEL</span></div>
</blockquote>
<div>tambahkan line berikut ini pada kernel diatas</div>
<blockquote><p><span style="font-family: 'Courier New';">options IPFIREWALL # dibutuhkan untuk IPFW<br />
options IPFIREWALL_VERBOSE # optional; logging<br />
options IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=10 # optional; don’t get too many log entries<br />
options IPDIVERT # dibutuhkan untuk NAT</span></p></blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">tutup dan simpan perubahan pada file. Selanjutnya adalah build kernel baru</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># cd /usr/src</span></span></div>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># make buildkernel KERNCONF=IPFWKERNEL<span id="more-374"> </span></span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">Install kernel baru</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># make installkernel KERNCONF=IPFWKERNEL</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">selanjutnya reboot mesin anda</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># reboot</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong>ENABLE IPFW pada saat boot mesin</strong></span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong><br />
</strong></span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masuk ke /etc/rc.conf</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';"># ee /etc/rc.conf</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masukkan line dibawah ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">firewall_enable=”YES”</span></span></div>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">firewall_script=”/usr/local/etc/ipfw.rules”</span></span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">tutup dan simpan file tersebut</span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;"><strong>Menulis Rule pada script Firewall</strong> </span></div>
<div>masuk ke script ipfw.rules</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Comic Sans MS';"># ee </span><span style="font-family: 'Comic Sans MS';">/usr/local/etc/ipfw.rules</span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Consolas; color: #111111;">masukkan line dibawah ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="color: #111111;"><span style="font-family: 'Courier New';">I</span></span><span style="font-family: 'Courier New';">PF=”ipfw -q add”</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">ipfw -q -f flush</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">#loopback</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 10 allow all from any to any via lo0</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 20 deny all from any to 127.0.0.0/8</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 30 deny all from 127.0.0.0/8 to any</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 40 deny tcp from any to any frag</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># statefull</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 50 check-state</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 60 allow tcp from any to any established</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 70 allow all from any to any out keep-state</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 80 allow icmp from any to any</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># open port ftp (20,21), ssh (22), mail (25) http (8118), dns (53)</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 110 allow tcp from any to any 21 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 120 allow tcp from any to any 21 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 130 allow tcp from any to any 22 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 140 allow tcp from any to any 22 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 150 allow tcp from any to any 25 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 160 allow tcp from any to any 25 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 170 allow udp from any to any 53 in </span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 175 allow tcp from any to any 53 in</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 180 allow udp from any to any 53 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 185 allow tcp from any to any 53 out</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 200 allow tcp from any to any 80 in<br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 210 allow tcp from any to any 80 out<br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># deny and log everything</span></div>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">$IPF 500 deny log all from any to any</span></div>
</blockquote>
<div>tutup dan simpan perubahan</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';"># sh /usr/local/etc/ipfw.rules</span></div>
</blockquote>
<div>selanjutnya ketikkan command dibawah <span style="font-family: 'Courier New';">ini</span></div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'Courier New';">#ipfw list</span></div>
</blockquote>
<div>perhatikan apa yang muncul… <img class="wp-smiley" src="http://danubudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></div>
<div>IPFW sudah siap digunakan</div>
<hr /><small>Copyright © 2008<br />
This feed is for personal, non-commercial use only.<br />
The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br />
)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/membuat-firewall-di-freebsd-menggunakan-ipfw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Direktori Linux dan Model Partisi</title>
		<link>http://danubudi.web.id/sistem-direktori-linux-dan-model-partisi/</link>
		<comments>http://danubudi.web.id/sistem-direktori-linux-dan-model-partisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux/unix]]></category>
		<category><![CDATA[direktori]]></category>
		<category><![CDATA[harddisk]]></category>
		<category><![CDATA[home]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[linus]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[minux]]></category>
		<category><![CDATA[partisi]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[root]]></category>
		<category><![CDATA[service]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[swap]]></category>
		<category><![CDATA[torvald]]></category>
		<category><![CDATA[unix]]></category>
		<category><![CDATA[x86]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danubudi.web.id/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini disediakan bagi para pengguna komputer yang melakukan migrasi sistem operasi, khususnya (mantan) pengguna windows yang melakukan migrasi ke komputer berbasis Linux.
Linux adalah sistem operasi Unix Like dimana pengertian dari Unix Like adalah Linux merupakan sistem operasi yang bukan  merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="google_plusone_widget"><g:plusone 
      count="false" href="http://danubudi.web.id/sistem-direktori-linux-dan-model-partisi/" size="small"></g:plusone></div><p>Tutorial ini disediakan bagi para pengguna komputer yang melakukan migrasi sistem operasi, khususnya (mantan) pengguna windows yang melakukan migrasi ke komputer berbasis Linux.</p>
<p>Linux adalah sistem operasi <strong>Unix Like </strong>dimana pengertian dari <strong>Unix Like</strong> adalah Linux merupakan sistem operasi yang <strong>bukan </strong> merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai Unix. Linux dibuat oleh Linus Benedicts Torvald yang merupakan hasil utak atik beliau atas kernel Minix. <strong>Minix</strong> ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan. Unix sendiri adalah sebuah sistem operasi yang telah lama ada (bahkan sebelum kemunculan sistem operasi buatan Microsoft) dan saat ini kebanyakan berjalan pada komputer server dan komputer besar lainnya (selain komputer personal). Sistem Operasi Unix dibuat spesifik untuk jenis mesin tertentu, berbeda dengan Linux yang keberadaannya ditujukan untuk sistem arsitektur <em>x86</em> yang banyak beradar di pasaran perbedaan mendasar linux dengan sistem operasi lainnya adalah sifatnya yang OpenSource.</p>
<p>Salah satu bentuk dari Unix yang ditiru oleh Linux adalah sistem direktori dimana sistem direktori ini berbeda dengan yang dianut oleh keluarga Windows seperti diagram dibawah ini.</p>
<p><a href="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/diagram_direktori_linux-1024x620.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-696" title="diagram_direktori_linux-1024x620" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/diagram_direktori_linux-1024x620.png" alt="" width="1024" height="620" /></a></p>
<p>Keterangan</p>
<p>/ 	: 	menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi 	dari 	direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.</p>
<p>/bin	:	berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah 	<strong>ls </strong>(menampilkan isi dari suatu direktori, <strong>cd</strong> (untuk berpindah direktori).</p>
<p>/sbin	: 	berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti <strong>ifconfig</strong> (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).</p>
<p>/home	:	berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.</p>
<p>/usr	: 	berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.</p>
<p>/opt	:	berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.</p>
<p>/root	: 	merupakan “home” nya <em>superuser</em> / <em>root</em> / <em>administrator</em>.</p>
<p>/tmp	: 	singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara 	dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso )	secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.</p>
<p>/etc	: 	secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan 	program yang terinstall di dalam sistem.</p>
<p>/mnt	:	berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.</p>
<p><span id="more-235"> </span></p>
<p>/var	:	Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang 	aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya 	yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh 	karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.</p>
<p>/boot	: 	berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer 	melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off  menjadi hidup/on)</p>
<p>Secara umum pada sistem operasi linux berisi direktori yang disebutkan di atas namun pada beberapa distro ditambahkan beberapa direktori spesifik seperti /srv pada keluarga Suse dimana direktori yang ditambahkan memiliki fungsi khusus yang kadangkala tidak terdapat pada distro lain.</p>
<p>Ketika melakukan installasi maka dibutuhkan setidaknya 2 partisi agar suatu komputer bisa diinstall OS Linux  yaitu partisi root (dilambangkan dengan <strong>/</strong> – bedakan dengan <strong>/root</strong>) dan partisi swap. Partisi root ( <strong>/</strong> ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan <a href="file:///C:/Windows">C:Windows</a> untuk sistem operasi Microsoft Windows. Partisi <strong>swap</strong> dialokasikan sebagai tambahan memori ketika Memory RAM tidak mencukupi ketika sistem me-load suatu program, contoh kasus : load program X membutuhkan memori sebesar 1500 MB sedangkan RAM yang terpasang adalah 1000 MB / 1 GB maka 500 MB memori sisa yang dibutuhkan diambilkan dari partisi swap yang sudah dibuat. Besar partisi swap yang dibutuhkan untuk memori RAM ? 1 GB adalah dua kali Memory RAM yang terpasang pada komputer, kecuali untuk memori RAM diatas 2 GB maka alokasi swap tidak harus 2 kali RAM bisa dipasang 1 GB atau terserah selera dari masing-masing user.</p>
<p><strong>Pertanyaan yang sering muncul : di Windows data saya bisa ditaruh di partisi terpisah dengan sistem sehingga ketika dibutuhkan install ulang maka data saya tidak terhapus, apakah di linux bisa..? </strong></p>
<p>Berbicara tentang partisi maka diperlukan pemahaman tentang penamaan sistem partisi dan device yang berlaku di Linux.</p>
<p>Pada OS Windows dikenal sistem Drive Letter (Drive A:, Drive B:, Drive C:, dst) dimana Drive A: dialokasikan untuk disket 31/2 inchi, Drive B: dialokasikan untuk disket 5 ¼ inchi, Drive C: dialokasikan untuk partisi harddisk – jika partisi lebih dari satu, misalkan 2 maka digunakan Drive C: dan Drive D, Drive selanjutnya bisa dialokasikan untuk optical drive (CD,DVD) dan USB mass Storage (Flashdisk, harddisk eksternal, card reader).</p>
<p>Pada OS Linux dikenal <strong>SDA1</strong>, <strong>SDA2</strong>, <strong>SDB1, SDB2</strong>. Penjelasaanya adalah sebagai berikut :</p>
<p>S	:	menunjukkan SATA, pada linux terdahulu Serial ATA dan Parallel ATA dibedakan 	penamaannya, Parallel ATA ditunjukkan dengan huruf Hdan Serial ditunjukkan dengan huruf S 	namun saat ini penamaan device dianggap SATA maka digunakanlah S baik untuk interface 	Parallel maupun Serial.</p>
<p>D	: 	Singkatan dari Device.</p>
<p>A,B	:	A menunjukkan bahwa device tersebut adalah device internal yang ada di dalam komputer 	seperti Harddisk internal, sedangkan B menunjukkan device tersebut adalah device eksternal 	seperti harddisk eksternal dan flashdisk.</p>
<p>1,2	:	menunjukkan nomor urut partisi device.</p>
<p><strong>Studi Kasus</strong></p>
<ul>
<li>diketahui SDA1 artinya device tersebut adalah Harddisk internal pada 	partisi pertama (pada Windows sama dengan Drive C:)</li>
<li>diketahui SDB1 artinya device tersebut adalah storage eksternal pada 	partisi pertama (misal flashdisk yang tertancap pada komputer).</li>
<li>diketahui 	SDA2 artinya device tersebut adalah Haraddisk internal pada pertisi 	kedua (pada windows sama dengan Drive <a href="file:///D:/">D:</a>)</li>
</ul>
<p>sudah paham..?? jika belum paham silahkan dibaca lagi dari atas, jika sudah paham maka silahkan dilanjutkan.</p>
<p>Kembali pada pertanyaan diatas <em>bagaimana caranya agar data saya bisa dipisahkan dengan sistem..?</em></p>
<p>Jawabannya adalah sangat bisa. Coba perhatikan skenario di bawah ini :</p>
<p>dilakukan installasi OS Linux maka kita bisa menyiapkan tiga buah partisi yaitu SDA1, SDA2, SDA3</p>
<p>SDA1 : digunakan sebagai swap dengan kapasitas 2GB</p>
<p>SDA2 : digunakan sebagai / dengan kapasitas 10GB</p>
<p>SDA3 : digunakan sebagai /home dengan kapasitas 60GB</p>
<p><em>lho tadi katanya /home berada di bawah / koq bisa ada di luar partisinya / …?</em></p>
<p>nah coba perhatikan gambar dibawah ini…</p>
<p><img class="aligncenter size-large wp-image-237" title="direktori_partisi_linux" src="http://danubudi.web.id/wp-content/uploads/2009/06/direktori_partisi_linux-1024x724.png" alt="direktori_partisi_linux" width="695" height="427" />Pada diagram diatas diperlihatkan <em>SDA2</em> yang merupakan partisi dari sistem (<strong>/</strong>) (lokasi installasi OS Linux) yang di dalamnya terdapat berbagai macam direktori <em>/bin</em>, <em><strong>/</strong></em><em>sbin</em>, <em>/home</em>, dan lain sebagainya. Perhatikan <em>SDA3</em> yang menunjuk ke direktori <strong>/home</strong>. Direktori <strong>/home</strong> memang berada di bawah direktori <strong>/</strong> namun <strong>/home</strong> tersebut menunjuk(me-link) ke partisi <em>SDA3,</em> jadi <em>/home</em> yang berisi data-data user detya, rani, dan lely sebenarnya berada pada partisi <em>SDA3</em>.</p>
<p>Singkat kata <strong>/home</strong> pada diagram diatas secara logical berada di dalam direktori <strong>/</strong> namun sesungguhnya data yang berada dalam <strong>/home</strong> berada di partisi <em>SDA3.</em></p>
<p>Pembagian partisi diatas tidak hanya berlaku untuk direktori / dan /home saja namun direktori lain seperti /bin, /var, /usr juga bisa diberikan perlakuan yang sama. Pada penggunaan komputer personal kebanyakan menggunakan model partisi seperti contoh diatas namun pada OS Linux yang diimplementasikan pada komputer server sistem partisinya bisa jauh lebih kompleks daripada contoh diatas karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan sistem server.</p>
<p><strong>REFERENSI</strong></p>
<p><a href="http://www.infolinux.web.id/site/sectionsc6c7.html?op=viewarticle&amp;artid=10">http://www.infolinux.web.id/site/sectionsc6c7.html?op=viewarticle&amp;artid=10</a></p>
<p><a href="http://ikc.unimal.ac.id/umum/ibam/ibam-os-html/x5515.html">http://ikc.unimal.ac.id/umum/ibam/ibam-os-html/x5515.html</a></p>
<p><a href="http://infoos.blogspot.com/2008/12/sejarah-linux.html">http://infoos.blogspot.com/2008/12/sejarah-linux.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danubudi.web.id/sistem-direktori-linux-dan-model-partisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

